Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN PENGETAHUAN PASIEN TUBERCULOSIS PARU TENTANG PUTUS OAT (OBAT ANTI TUBERCULOSIS) DI RSU IPI MEDAN TAHUN 2019 Jenti Sitorus
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v7i1.537

Abstract

Pulmonary tuberculosis is an infectious disease that attacks the lungs which is typically characterized by the formation of granulomas causing tissue neocrosis. Pulmonary tuberculosis is caused by "mycrobacterium tuberculosis" a type of rod-shaped germ with a length of 1-4 / mm and a thickness of 0.3 -0.6 / mm. The World Health Organization (WHO) in 2007 stated that the number of tuberculosis sufferers in Indonesia was around 528 thousand or in third place in the world after India and China. The WHO report in 2009 recorded Indonesia's ranking according to fifth position with the number of tuberculosis sufferers of 429 thousand people, namely India, China, South Africa, Nigeria, and Indonesia (source WHO Global Tuberculosis Control 2010). This study aims to describe the knowledge of pulmonary tuberculosis patients about anti-tuberculosis drug withdrawal at RSU IPI Medan who is experiencing pulmonary tuberculosis. The sampling technique used in this research is Probability Sampling with the Random Sampling technique. Then the number of samples is 40 respondents. researchers used primary data. With the results of the study, it is hoped that respondents will increase their knowledge by finding out and caring about the health of others in order to prevent the transmission of pulmonary tuberculosis and change bad behavior for the better, with the participation and cooperation of medical personnel and other health teams in provide precise and accurate information.
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Perkembangan Kognitif Pada Anak Prasekolah Umur 3-6 Tahun Di Desa Bolon Jae Jenti Sitorus
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 3 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v3i3.805

Abstract

Perkembangan kognitif menunjukan perkembangan dari cara anak berfikir, kemampuan anak untuk mengkordinasikan berbagai cara berfikir untuk menyelesaikan berbagai masalah. Bentuk perkembangan kognitif pada anak usia pra sekolah adalah anak dapat merancang, mengingat, dan mencari penyelesaian masalah yang dihadapi,Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif anak adalah pengetahuan ibu. Adanya tingkat pengetahuan ibu yang rendah tentang perkembangan kognitif anak,akan mengakibatkan anak cenderung manja dan tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Tujuan penelitian ini adaalah untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang perkembangan anak usia pra sekolah. Tempat penelitian ini di Desa Bolon Jae . Jenis penelitian ini deskriptif penelitian ini diarahkan untuk menguraikan suatu keadaan atau didalam komunitas atau masyarakat. Penelitian ini akan memaparkan tentang tingkat pengetahuan ibu dalam perkembangan kognitif anak prasekolah. Populasi 32 responden dan sampel sejumlah 32 responden diambil secara total sampling. variable yang digunakan adalah pengetahuan ibu dalam perkembangan kognitif anak pra sekolah.Pengumpulan data menggunakan kuisioner, data yang terkumpul dilakukan pengolahan yaitu penyuntingan data dan tabulasi dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi maupun distribusi silang yang dikonfirmasikan dalam bentuk prosentasae dan narasi. Hasil dalam penelitian ini.mayoritas responden berpengetahuan cukup sebanyak 16 responden (50%) dan minoritas berpengetahuan kurang sebanyak 7 responden (21,9%).Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan acuan untuk pengembangan penelitian lebih lanjut khususnya terkait perkembangan kognitif anak pada usia prasekolah, karena telah diketahui bahwa perkembangan kognitif berkembang pesat pada anak usia dini, juga diharapkan untuk peneliti selanjutnya agar meneliti perkembangan kognitif anak usia dini.