Januar Buntoro
Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISA PONDASI PILE RAFT PADA TANAH LUNAK DENGAN PLAXIS 2D Andelina B. Kananlua; Jansen Kadang; Paravita S. Wulandari; Januar Buntoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.629 KB)

Abstract

Permasalahan penurunan menjadi salah satu masalah yang sering dihadapi para perencana pondasi bangunan dikarenakan oleh kondisi tanah yang lunak. Untuk mengatasi permasalahan yang ada, banyak perencana menggunakan pondasi raft atau pondasi rakit, karena dianggap mampu memberikan faktor keamanan yang memadai dalam menghadapi kegagalan daya dukung ultimate. Namun diperkirakan permukaan pondasi raft ini akan mengalami penurunan yang besar.Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa penurunan yang terjadi pada pondasi raft dan pile raft dengan menggunakan beban merata 6 t/m2. Analisis penurunan dilakukan dengan menggunakan software Plaxis 2D dengan menggunakan beberapa konfigurasi pile yang berukuran 20 x 20 cm2 dengan panjang 13 meter.Hasil dari penelitian ini menunjukkan penambahan jumlah pile pada pondasi raft menghasilkan profil penurunan yang berkurang namun pada suatu keadaan tertentu penambahan pile tidak memberikan kontribusi yang lebih signifikan. Begitupun dengan perhitungan Poulos, pada konfigurasi pile tertentu tidak memberi kontribusi lagi.
MACAM-MACAM FLOOR HARDENER DENGAN KINERJANYA Leonardo Krisnanto Wijono; Gerry Febrian Ongko; Prasetio Sudjarwo; Januar Buntoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.398 KB)

Abstract

Perkembangan bangunan industri membutuhkan permukaan lantai yang kuat dan tahan terhadap gesekan, kotoran, dan debu. Dengan kemajuan teknologi, Floor Hardener diciptakan untuk memperbaiki masalah-masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui macam-macam Floor Hardener, termasuk komposisi-komposisi yang terkandung di dalamnya dan kinerja dari masing-masing Floor Hardener pada proyek-proyek konstruksi.Penelitian ini dilakukan dengan cara studi literatur mengenai macam-macam Floor Hardener yang terbagi menjadi natural / non metallic dan metallic, kemudian mengamati secara langsung kinerja-kinerja Floor Hardener pada proyek-proyek konstruksi dilihat dari berbagai sudut pandang. Dari penelitian yang telah dilakukan, berikutnya dibuat kesimpulan mengenai hal-hal yang berpengaruh dalam kinerja Floor Hardener. Kesimpulan yang didapat adalah bahwa mutu beton, tebal pelat lantai beton, jenis Floor Hardener yang dipakai, pelaksanaan pada saat pengerjaan, dan perawatan yang dilakukan untuk pencegahan sangat berpengaruh sekali terhadap kinerja Floor Hardener.
IDENTIFIKASI PENYEBAB KERUSAKAN PADA BETON DAN PENCEGAHANNYA Andry Gunawan Saputra; Rezky Taran; Prasetio Sudjarwo; Januar Buntoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.036 KB)

Abstract

Pada proyek-proyek konstruksi di lapangan saat proses konstruksi maupun pasca konstruksi seringkali dapat kita jumpai beragam permasalahan, salah satunya adalah kerusakan pada beton yang dapat mengakibatkan melemahnya struktur. Kerusakan ini dapat kita jumpai pada elemen struktur beton seperti kolom, balok, pelat, dinding beton. Oleh sebab itu, perlunya untuk mencegah kerusakan tersebut dengan melakukan studi kasus mengenai penyebab kerusakan pada beton sehingga penyebab kerusakan dapat diketahui dan diminimalisir. Penelitian ini dilakukan dengan kerja sama pihak aplikator dan pengamatan di lapangan guna mendapatkan data-data yang relevan. Data-data tersebut akan dianalisa penyebab kerusakannya dengan membandingkan dengan teori para ahli, kemudian didapatkan hasil penyebab umum kerusakan beton dan memberikan saran pencegahan yang dapat dilakukan.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan faktor-faktor penyebab kerusakan beton yaitu tinggi jatuh pengecoran, kesalahan pelepasan bekisting, kesalahan pembesian, vibrator, curing, dilatasi pengecoran, kegagalan design, dan beban tambahan. Kesalahan penggunaan vibrator ternyata merupakan faktor yang paling dominan mengakibatkan kerusakan pada beton.
ANALISA PONDASI PILE RAFT PADA TANAH LUNAK DENGAN PLAXIS 2D Andelina B. Kananlua; Jansen Kadang; Paravita S. Wulandari; Januar Buntoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.659 KB)

Abstract

Permasalahan penurunan menjadi salah satu masalah yang sering dihadapi para perencana pondasi bangunan dikarenakan oleh kondisi tanah yang lunak. Untuk mengatasi permasalahan yang ada, banyak perencana menggunakan pondasi raft atau pondasi rakit, karena dianggap mampu memberikan faktor keamanan yang memadai dalam menghadapi kegagalan daya dukung ultimate. Namun diperkirakan pondasi raft ini akan mengalami penurunan yang besar. Permasalahan tersebut mungkin dapat berkurang jika adanya penambahan pile pada pondasi raft sehingga menjadi pondasi pile raft. Dengan penambahan pile pada pondasi raft diharapkan perencanaannya mempertimbangkan segi ekonomis. Dengan menggunakan beban merata 6 t/m2, dilakukan penelitian pada pondasi pile raft dengan memvariasikan tebal raft yakni 80 cm, 100 cm, 120 cm dan 140 cm. Untuk panjang pile divariasikan dari panjang 5 m, 7 m, 9 m, 13 m dan 15 m. Analisis penurunan dilakukan dengan menggunakan software Plaxis 2D dan Metode Poulos. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Penambahan jumlah pile pada pondasi raft menghasilkan profil penurunan yang berkurang namun pada suatu keadaan tertentu penambahan pile tidak memberikan kontribusi yang lebih signifikan. Begitupun dengan perhitungan Poulos, pada konfigurasi pile tertentu tidak memberi kontribusi lagi. Sehingga desain yang ekonomis pada penelitian ini adalah dengan menggunakan tebal raft 80 cm dengan panjang pile 13 m dan konfigurasi pile 7x7.