Budiman Proboyo
Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra Surabaya

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PROPORSI KOMPONEN BIAYA HARGA BAHAN, UPAH DAN ALAT PADA PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN TINGGI Cristian Halim; Maximillian M. S. D.; Budiman Proboyo; Indriani Santoso
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.956 KB)

Abstract

Biaya merupakan salah satu aspek penting dalam siklus kegiatan usaha dan industri konstruksi. Kontraktor yang tidak mempunyai pemahaman tentang komponen biaya akan meningkatkan resiko terhadap kegagalan yang tidak perlu. Secara umum keberhasilan kontraktor dalam menangani perkiraan biaya terletak pada sebaik apa mereka mampu merencanakan estimasi biaya yang akurat. Dari hasil penelitian, Bila melihat dari ketiga komponen biaya, yaitu biaya upah, bahan dan alat dapat disimpulkan rata-rata biaya struktur bawah terbesar dimiliki oleh biaya bahan (86.60%), lalu diikuti oleh biaya upah (12.16%) dan biaya alat (1.24%) pada Proyek A, sedangkan pada Proyek B komponen biaya terbesar dimiliki oleh biaya bahan (87.73%), lalu diikuti oleh biaya upah (9.41%) dan biaya alat (2.86%) dengan rata-rata kedua proyek untuk biaya bahan (87.16%), biaya upah (10.78%) dan biaya alat (2.05%). Sedangkan untuk biaya pekerjaan beton bertulang struktur atas terbesar dimiliki oleh biaya bahan (86.73%), lalu diikuti dengan biaya upah (11.98%) dan biaya alat (1.29%) untuk Proyek A, sedangkan pada Proyek B komponen biaya terbesar dimiliki oleh biaya bahan (83.32%), lalu diikuti dengan biaya upah (14.88%) dan biaya alat (1.80%) dengan rata-rata kedua proyek untuk biaya bahan (85.02%), biaya upah (13.43%) dan biaya alat (1.54%).
APPROXIMATE COST ESTIMATE BERDASARKAN PEMAKAIAN BAHAN BAJA DAN CAT PADA BANGUNAN STRUKTUR BAJA Dhendy P. Santoso; V.D.C. Watulangkow; Budiman Proboyo; Indriani Santoso
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.023 KB)

Abstract

Permintaan akan bangunan struktur baja meningkat, karena bangunan struktur baja memiliki beberapa kelebihan dari pada bangunan struktur beton sehingga menyebabkan timbulnya persaingan ketat di dunia konstruksi. Biaya menjadi salah satu aspek penting sehingga kemampuan kontraktor untuk melakukan estimasi biaya tentu menentukan posisi kontraktor dalam persaingan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui approximate cost estimate bangunan struktur baja berdasarkan kebutuhan besi dan cat pada bangunan struktur baja permeter persegi luas lantai. Dalam penelitian ini, metode approximate estimate yang akan digunakan adalah Estimasi Biaya Satuan Permeter Persegi. Data yang digunakan adalah, gambar konstruksi, dan RAB lima proyek gudang.Dari hasil pengamatan lima proyek, didapat kebutuhan baja 5 proyek berturut-turut adalah 9.89 kg/m2, 37.64 kg/m2, 54.82 kg/m2, 34.77 kg/m2, 47.86 kg/m2. Sedangkan untuk kebutuhan cat terbagi dalam satuan berat (kg/m2) dan satuan luas (m2/m2). Dalam satuan berat kebutuhan cat berturut-turut adalah 9.89 kg/m2, 37.64 kg/m2, 54.82 kg/m2, 34.77 kg/m2, 47.86 kg/m2 dan dalam satuan luas didapat kebutuhan cat berturut-turut adalah 0.6691 m2/m2, 1.71 m2/m2, 1.25 m2/m2, 0.51 m2/m2, 0.92 m2/m2. Hasil kebutuhan bahan tersebut jika dikalikan dengan harga satuan masing-masing bahan dan luas bangunan, maka diperoleh approximate cost estimate suatu bangunan struktur baja.
APPROXIMATE COST ESTIMATE BERDASARKAN KANDUNGAN BESI DAN KEBUTUHAN BEKISTING PADA STRUKTUR BETON BERTULANG BANGUNAN TINGGI Hendra Kwandoko; Chaisen Nawir; Budiman Proboyo; Indriani Santoso
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.968 KB)

Abstract

Pembangunan bangunan tinggi yang begitu banyak pada saat ini menyebabkan persaingan di dunia konstruksi oleh para kontraktor. Kontraktor harus mampu memperkirakan biaya yang akan dikeluarkan untuk pembangunan bangunan tinggi sehingga owner dapat menyesuaikan dengan dana yang dimiliki. Approximate cost estimate adalah suatu metode awal yang digunakan untuk menentukan perkiraan awal biaya dalam suatu proyek bangunan tanpa melihat gambar konstruksi maupun harga satuan dan kuantitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan approximate cost estimate dengan cara mengalikan kebutuhan bahan permeter persegi luas lantai atau kandungan besi dan bekisting permeter kubik beton pada struktur beton bertulang bangunan tinggi dengan harga satuan pekerjaan. Data yang digunakan adalah gambar detail konstruksi dan RAB. Dari hasil penelitian ketiga proyek, kebutuhan bahan permeter persegi struktur atas untuk beton sebesar 0.28 m3/m2, untuk besi sebesar 43.11 kg/m2 dan untuk bekisting sebesar 2.22 m2/m2. Hasil pengamatan tersebut jika dikalikan dengan harga satuan pekerjaan masing-masing bahan, maka diperoleh approximate cost estimate.
PROPORSI BIAYA TIAP SATUAN PEKERJAAN STRUKTUR BETON BERTULANG PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN TINGGI Jeremy August Tambayong; Budiman Proboyo; Indriani Santoso
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.988 KB)

Abstract

Proses konstruksi sangat bergantung dengan berbagai macam aspek salah satunya adalah aspek biaya. Biaya sangat erat dan memegang peranan penting dalam kegiatan konstruksi. Apabila pelaku usaha tidak dapat merencanakan biaya – biaya dalam proses konstruksi maka sering kali kegiatan usaha tersebut mengalami pembengkakan pada biaya yang dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar. Dari hasil penelitian, Bila melihat dari ketiga komponen biaya, yaitu biaya upah, bahan dan alat dapat disimpulkan rata-rata biaya struktur bawah terbesar dimiliki oleh biaya bahan (86.60%), lalu diikuti oleh biaya upah (12.16%) dan biaya alat (1.24%) pada Proyek A, sedangkan pada Proyek B komponen biaya terbesar dimiliki oleh biaya bahan (87.73%), lalu diikuti oleh biaya upah (9.41%) dan biaya alat (2.86%) dengan rata-rata kedua proyek untuk biaya bahan (87.16%), biaya upah (10.78%) dan biaya alat (2.05%). Sedangkan untuk biaya pekerjaan beton bertulang struktur atas terbesar dimiliki oleh biaya bahan (86.73%), lalu diikuti dengan biaya upah (11.98%) dan biaya alat (1.29%) untuk Proyek A, sedangkan pada Proyek B komponen biaya terbesar dimiliki oleh biaya bahan (83.32%), lalu diikuti dengan biaya upah (14.88%) dan biaya alat (1.80%).
PROPORSI HARGA UPAH, BAHAN DAN ALAT PADA ELEMEN-ELEMEN STRUKTUR BETON BERTULANG PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN BERTINGKAT TINGGI Laurensia Nadia; Cindy Aristia; Indriani Santoso; Budiman Proboyo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.617 KB)

Abstract

Dalam sebuah proyek konstruksi bangunan, biaya memegang peranan penting. Dalam sebuah proyek konstruksi beton bertulang, terdapat elemen-elemen struktur beton bertulang, seperti pile cap, tie beam, balok, kolom, plat lantai, tangga dan dinding yang terdiri dari 3 jenis pekerjaan yaitu, cor beton, besi tulangan dan bekisting. Biaya pembuatan masing-masing jenis pekerjaan tersebut terbagi lagi menjadi biaya upah, biaya bahan dan biaya alat yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang proporsi masing-masing harga upah, bahan dan alat pada jenisjenis pekerjaan pada elemen struktur beton bertulang.Untuk mengetahui proporsi harga upah, bahan dan alat, yang pertama dilakukan adalah menganalisa kandungan bekisting dan besi yang ada untuk 1 m3 beton bertulang. Setelah itu dilakukan perhitungan proporsi upah, bahan dan alat.Dari hasil penelitian diketahui meskipun proporsi harga upah maupun bahan cor beton, bekisting dan besi berbeda beda, tetapi semua hasil proporsi harga upah, bahan dan alat terbesar dimiliki oleh biaya bahan yang berkisar antara 88.28-90.20% dengan rata-rata 88.16%, yang diikuti dengan biaya upah yang berkisar antara 7.75-15.65% dengan rata-rata 10.68% dan biaya alat yang berkisar antara 0.70-2.02% dengan rata-rata 1.07%.