Stephanie Andriani Purnomo
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FASILITAS EDUWISATA KOPI DI KINTAMANI Stephanie Andriani Purnomo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1436.863 KB)

Abstract

Fasilitas Eduwisata Kopi di Kintamani merupakan suatu fasilitas rekreasi dan edukasi mengenai kopi sebagai identitas dan kearifan lokal Kintamani. Proyek ini didasari pemikiran bahwa Bali merupakan daerah pariwisata yang sangat diminati di Indonesia. Berkembangnya wisata di Bali menjadi aspek penting dalam pertumbuhan ekomomi daerah di Bali. Namun sayangnya obyek dan fasilitas wisata masih belum merata. Kintamani termasuk daerah yang terkena dampak ketidak pemerataan obyek wisata. Padahan kecamatan Kintamani memiliki potensi yang luar biasa dari kekayaan alamnya, salah satunya dari sektor kopi.Masalah utama dalam desain adalah bagaimana suatu bangunan dapat merepresentasikan nilai-nilai kearifan lokal Bali namun tetap adaptasi kehidupan modern para wisatawan Bali dari dalam negeri maupun mancanegara. Dengan lokasinya yang berada di wilayah pariwisata alam diharapkan desain yang memaksimalkan potensi alam di sekitar, namun tetap memperhatikan keberlanjutan sentra perkebunan kintamani. Pendekatan yang diambil adalah pendekatan sustainable desain dengan konsep desain “Back to Nature with Modern Living”. Pendalaman yang dipilih adalah “Architectural Passive Heating ” dengan pengaplikasian drum berisi air, mengingat potensi site yang ada di Kintamani memiliki suhu yang cukup nyaman sehingga tidak membutuhkan “Air Conditioner” di siang hari namun di malam hari memiliki suhu yang rendah (rata-rata 15°c) sehingga berada di luar batas nyaman manusia. Dengan pengaplikasian passive heating, drum air menyerap panas solar radiasi matahari pagi hingga sore hari, dan mengeluarkan panas di malam hari sehingga suhu ruang menjadi nyaman ( rata-rata 25°C).