KENNY ALLEN GERARD SUSANTO
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Apartemen Millenial di Surabaya KENNY ALLEN GERARD SUSANTO
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1529.36 KB)

Abstract

Apartemen Millenial di Surabayamerupakan suatu fasilitas yang berfungsimemenuhi kebutuhan tempat tinggal bagianak muda khususnya bagi generasi yangbaru bekerja dan keluarga kecil. Fasilitashunian ini di desain untuk memenuhikebutuhan dan preferensi anak mudadengan tetap mempertimbangkan biayayang di keluarkan oleh setiap calonpenghuni. Proyek ini di bagi menjadi 2bagian utama yaitu gedung apartemenkonvensional bagi millenial denganrentang umur 25 – 29 tahun dan apartemenkapsul bagi millenial dengan rentang umur19 – 24 tahun. Pengadaan fasilitas inidilandasi oleh 2 faktor besar. Faktorpertama adalah semakin menipisnya luastanah hunian di Surabaya yang berdampakpada naiknya harga rumah tapak secaradrastis yang tentunya susah untuk dijangkau millenial. Faktor kedua adalahapartemen konfensional yang telah berdiridi Surabaya dibangun dalam bentukbangunan tingkat tinggi yang membuatmillenial tidak dapat berkomunikasidengan lingkungan di sekitarnya danmembentuk kebiasaan individualistis.Maka dari itu diperlukan sebuah solusihunian bagi anak muda dalam bentukapartemen tingkat menengah denganberbagai fasilitas yang mendukungkebiasaan bersosialisasi anak muda dalambudget yang dapat dibeli oleh anak muda.Selain berfungsi sebagai tempat tinggal,fasilitas ini juga berfungsi sebagai tempatbekerja karena banyak dari millenial lebihmemilih untuk memulai bisnisnya sendiridari pada menjadi seorang karyawan, untuk mendukung hal ini makaterdapat banyak ruang komunal yang bisadigunakan untuk bekerja baik di dalammaupun di luar unit.Diharapkan dengan merancangApartemen ini masyarakat dapat semakinmemahami bahwa bagi anak muda sebuahhunian bukan hanya sekedar tempat untukbermalam, tetapi juga sebagai tempatuntuk hidup dan bekerja di satu wadahyang sama. Pendekatan desain yang dipilihadalah pendekatan sistem dengan konsep“affordable co-living and co-workingenvironment” agar bangunan dan ruang didalamnya dapat memenuhi kebutuhanhidup millenial dengan biaya yangbersahabat.