Perancangan Rumah Susun Modular untukMasyarakat Menengah Bawah didasari oleh isukepadatan penduduk di Surabaya, lebih tepatnya dikelurahan Wonokusumo, kecamatan Semampir,Surabaya dengan kepadatan penduduk yang tinggi98.243 jiwa/km2 dan jumlah penduduk mencapai74.665 jiwa. Penduduknya didominasi masyarakatmenengah ke bawah yaitu pedagang, wiraswastayang bekerja di pasar Wonokusumo. Kondisi rumahmereka kurang layak huni karena ekonominyarendah. Hal ini membuat pemukiman warga menjadikurang tertata dan kumuh. Oleh karena itu, RumahSusun Modular untuk Masyarakat Menengah diSurabaya menjadi sebuah alternatif untukmenyelesaikan masalah tersebut. Rumah Susun inidilengkapi oleh fasilitas komersial(Pasar Modern,kios-kios dan pujasera) yang menjadi tempatmasyarakat Wonokusumo untuk bekerja sebagaiapedagang karena mayoritas penduduknya adalahpedagang dan wiraswasta. Masalah perancangannyayaitu bagaimana menyediakan hunian yang dapatmewadahi penghuni agar tetap dapat bekerja dantinggal dengan dekat sesuai kebutuhannya, hunianyang adaptif dan proses pembangunannya cepat,nyaman dan sehat. Sehingga pendekatan yang dipilihyaitu pendekatan sistem karena konsep hunian yangadaptif yaitu hunian yang dapat diperluas unitnyasecara horizontal maupun vertikal sehingga harustersistem dengan baik. Menggunakan pendalamansistem struktur karena adanya pengembangan unithunian yang memerlukan struktur khusus yangdidesain untuk menyelesaikan masalah kepadatanpenduduk yang terus meningkat dan rumah susun initermasuk menengah sehingga secara struktur lebihkompleks