Pencemaran lingkungan akibat aktifitasindustri di Kecamatan Gresik mengakibatkanberbagai dampak pada masyarakat, baik dalam halkesehatan, lingkungan, maupun ekonomi. Kebutuhanakan hunian yang ramah lingkungan dan dapatmengurangi kepadatan dirasa perlu untuk diterapkanpada kawasan ini. Objek perancangan yang dipilihyaitu hunian vertikal berbentuk apartemen ramahlingkungan di Kecamatan Driyorejo, Gresik.Perancangan ini menggunakan pendekatan biofilikuntuk mencapai rancangan yang ramah lingkungan.Bangunan di lengkapi dengan fasilitas hunian sebagaifungsi utama, serta fasilitas yaitu cafetaria, klinik,daycare, retail, ruang pengolahan sampah, dan retailagrikultur sebagai fungsi pendukung. Perancanganapartemen diperuntukkan bagi kelas menengahkebawah untuk menyesuaikan target pengguna, sertamemiliki 4 tipe unit apartemen yang berbeda.Digunakan 2 acuan dalam melakukan perancanganbangunan apartemen ini, yaitu nilai utilitarian padadesain biofilik, serta indikator dari Green BuildingCouncil Indonesia (GBCI) untuk desain biofilik.Penggunaan nilai utilitarian digunakan untuk dapatmeningkatkan motif penghuni dalam menjagalingkungan, yaitu dengan cara melakukanpengolahan sampah dan pengolahan tumbuhan padaarea tapak. Sedangkan pada indikator untukbangunan dengan desain biofilik, digunakan 3indikator pada GBCI, yaitu tepat guna lahan,efisiensi dan konservasi energi, serta kesehatan dankenyamanan dalam ruang. Pendalaman yang diambilyaitu pendalaman energi agar dapat mencapaiperancangan yang ramah lingkungan.