This Author published in this journals
All Journal Mechanova
Joni Dewanto
Universitas Kristen Petra

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERANCANGAN MODEL CAR COLLISION AVOIDANCE SYSTEM Kevin Christopher Gomuljo; Joni Dewanto
Mechanova Vol 3 (2014): Semester gasal 2014-2015
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.9 KB)

Abstract

Di era yang terus berkembang dalam bidang teknologi dewasa ini, mendorong setiap orang untuk terus berinovasi untuk menciptakan temuan-temuan baru yang sangat berguna untuk memudahkan pekerjaan manusia. Salah satunya dalam dunia otomotif, dimana kendaraan telah berkembang dari zaman ke zaman untuk kesesuaian yang dibutuhkan masing-masing orang.Untuk mengantisipasi kecelakaan terhadap perkembangan-perkembangan yang ada, maka faktor keamanan juga menjadi sangat penting untuk ikut serta berkembang demi mengimbangi perkembangan yang ada.Dalam tugas akhir ini akan dilakukan pembahasan mengenai salah satu perkembangan sistem keamanan dalam berkendara yang turut berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Sistem keamanan ini menggunakan sistem yang terkontrol dengan proses kerja CPU yang sangat akurat. Serta bekerja secara otomatis, dengan bantuan sistem peringatan berupa alarm audio-visual dan sistem pengereman secara sendirinya. Sistem ini rangkaian yang kompleks. Untuk itu, dalam tugas akhir ini dilakukan pendekatan komponen yaitu mengganti komponen yang asli dengan komponen yang lebih sederhana namun memilki fungsional yang sama. Diharapkan sistem ini menjadi lebih mudah dimengerti dan berguna untuk meningkatkan pengetahuan.Setelah dilakukan pengujian, sistem yang telah dirancang bekerja dengan baik.dan memiliki keserupaan dengan sistem yang diaplikasikan pada mobil. Baik terhadap proses tahapan-tahapan yang dilakukan oleh sistem yang melakukan control dan dikontrol oleh sistem yang terkomputerisasi
PERANCANGAN DAN FABRIKASI SISTEM PENGAMAN MOTOR MATIC YAMAHA MIO SPORTY DENGAN STANDAR TENGAH HIDROLIK Ferryando Tanicka; Joni Dewanto
Mechanova Vol 2 (2013): Semester gasal 2013-2014
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.927 KB)

Abstract

Standar tengah merupakan salah satu bagian penting pada kendaraan beroda dua. Fungsi utama daris tandar tengah yaitu untuk menopang kendaraan beroda dua dikala berhenti atau pada kondisi kendaraan sedang tdak digunakan. Ada berbagai macam standar yang ada di saat ini antara lain standa rsamping, standar tengah dan standar pedok/paddock. Selain memiliki fungsi utama diatas, penulis mencoba untuk merancang standar tengah hidrolik yang memiliki fungsi tambahan yaitu mengurangi tingkat kriminalitas curanmor (pencurian kendaraan bermotor). Kesimpulan menujukkan bahwa dengan menggunakan standar tengah sistem hidrolik ini menjadi lebih praktis, tidak membutuhkan tenaga lebih, membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menonaktfkan standar tengah dengan sistem hidrolik ini sehingga meningkatkan rasa aman bagi pemilik kendaraan Yamaha Mio.
KAJIAN EKSPERIMEN PENGARUH UKURAN RODA PADA JARAK PENGEREMAN MOBIL MODEL Leonaldi Susilo; Joni Dewanto
Mechanova Vol 3 (2014): Semester gasal 2014-2015
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.343 KB)

Abstract

Roda merupakan kebutuhan pokok untuk kendaraan untuk dapat menjalankan fungsinya agar bisa berjalan.Tanpa adanya roda,kendaraan tersebut tidak mungkin bisa berjalan dikarenakan roda yang menghubungkan antara kendaraan dengan permukaan jalan. Seperti yang diketahui banyak orang saat ini gemar melakukan permodifan khususnya di kalangan anak muda yang mengganti ukuran roda standart dari mobil mereka. Hal ini perlu dilakukan sebuah penelitian dikarenakan mengingat bahwa tingkat kerugian dari permodifan tersebut juga lumayan banyak.Untuk itu penelitian mengenai pengaruh ukuran roda pada jarak pengereman ini perlu dilakukan.Penelitian ini akan menggunakan mobil model benda uji. Mobil uji tersebut akan di uji dengan cara menggunakan sistem pengereman mekanik dimana ketika mobil tersebut akan di uji dengan meluncurkannya dari suatu ketinggian hingga mengenai suatu penghalang dan pada saat itulah mobil uji melakukan pengeremannya dikarenakan pengait dari rem mengenai penghalang sehingga mobil dapat mengerem dan berhenti.Hasil dari pengujian ini menunjukkan bahwa ketika mobil uji menggunakan ukuran roda dengan diameter yang semakin besar menghasilkan jarak pengereman yang semakin panjang dan sedangkan mobil uji yang menggunakan ukuran roda dengan lebar tapak roda yang semakin besar, jarak pengereman yang dihasilkan juga semakin panjang.
PERANCANGAN SEGWAY Lukas Kurniawan; Joni Dewanto
Mechanova Vol 3 (2014): Semester gasal 2014-2015
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.147 KB)

Abstract

Dalam jaman yang modern ini banyak para ahli yang melakukan penemuan alat transportasi. Sehingga muncul gagasan untuk membuat alat transportasi yang mudah dikendalikan yang dapat membantu kegiatan sehari – hari. Makalah ini membahas perancangan segway yang terdiri dari perancangan sistem penggerak, perancangan sistem kemudi, perancangan sistem kelistrikan dan perancangan body segway. Untuk sistem penggerak akan ada motor , roda dan differential. Pada sistem kemudi ada stang setir, stang rem. Pada sistem kelistrikan ada aki, fuse dan potensiometer. Untuk body segway menggunakan plat besi setebal 1,8mm.
PERANCANGAN PENYANGGA DARURAT RODA SEPEDA MOTOR YAMAHA MIO M3 125 Septianto Andre Kusuma; Joni Dewanto
Mechanova Vol 7 (2018): Semester gasal 2018-2019
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.786 KB)

Abstract

Sepeda motor merupakan salah satu alat transportasi yang umum digunakan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari. Problematika utama yang sering dijumpai oleh para pengendara sepeda motor adalah disaat pengendara mengalami kebocoran pada ban yang menyebabkan perjalanan menjadi terganggu/terhambat terutama ketika pengendara tidak dapat menemukan tempat untuk memperbaiki roda ban sepeda motor tersebut. Oleh karenanya skripsi ini dirancang yang bertujuan untuk menghasilkan sebuah rancangan produk yang dapat mengantisipasi dan memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut. Rancangan produk pada sepeda motor ini yang selanjutnya dinamakan penyangga roda sepeda motor merupakan integrasi dari produk paddock yang memiliki fungsi untuk mengangkat kendaraan hingga bagian roda terangkat yang memungkinkannya untuk bisa bergerak menggelinding. Rancangan dan prototype dibuat sekaligus untuk mengantisipasi kebocoran ban sepeda motor baik bagian depan maupun bagian belakang.Komponen daripada penyangga darurat ini menggunakan berbagai macam dari material yaitu baja ASTM-A36 untuk tumpuan bagian depan dan bagian belakang, bahan Rubber untuk roda, baja ASTM-A36 untuk poros dan stainless steel untuk baut dan mur. Desain dari penyangga darurat ini dirancang menyesuaikan dari bentuk sepeda motor khususnya sepeda motor matic dan desain menggunakan software inventor.
PENGARUH SUDUT CHAMBER RODA DEPAN PADA KEMAMPUAN BELOK MOBIL MODEL DENGAN PENGGERAK EMPAT RODA Dicky Efendi; Joni Dewanto
Mechanova Vol 2 (2013): Semester gasal 2013-2014
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.698 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari sudut chamber roda depan pada kemampuan sudut belok mobil model dengan penggerak empat roda. Mobil model yang digunakan memiliki konstruksi yang mirip dengan konstruksi mobil asli. Prosedur yang digunakan dalam pengujian ini dengan cara membuat lintasan dengan sudut belok 90° yang memiliki radius belok tertentu. Pada kombinasi laju dan sudut chamber negatif akan diambil pada radius belok minimum berapakah mobil masih mampu melewati lintasan tanpa keluar dari batas luar maupun batas dalam lintasan. Dari hasil pengujian ini dapat disimpulkan pada mobil berpenggerak empat roda (4WD) semakin negatif chamber roda depan maka radius belok minimumnya melebar dan mobil berpenggerak empat roda lebih mudah dikendalikan daripada mobil berpenggerak roda belakang.