This Author published in this journals
All Journal Mechanova
Robert Adiatma Wonowijoyo
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH MINYAK GORENG SEBAGAI BAHAN BAKAR MOTOR DIESEL Robert Adiatma Wonowijoyo
Mechanova Vol 1 (2012): Semester genap 2012-2013
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.279 KB)

Abstract

Biodiesel sebagai ester monoalkil merupakan bahan bakar alternatif yang sangat potensialdigunakan sebagai pengganti solar karena kemiripan karakteristiknya. Biodisel berbasis minyaksawit (palm oil) secara ekonomis kurang menguntungkan karena harus bersaing dengan minyakgoreng komersial yang pada gilirannya mengganggu ketahanan pangan. Sementara itu, Limbahminyak goreng (Waste Cooking Oil, WCO) dari industri pangan maupun rumah tangga banyakdijumpai disekitar kita. Limbah minyak goreng yang tidak bernilai ekonomis ini, jika dibuang kelingkungan berpotensi mencemari lingkungan. Untuk meningkatkan nilai ekonomis sertamengeliminir pencemaran lingkungan akibat limbah minyak goreng, maka melalui metode re-use,produk berupa limbah ini dikembangkan menjadi suatu bentuk energi terperbaharui yang disebutdengan biodisel WCO melalui proses transesterifikasi. Dalam studi ini, kinerja dari biodiesel yangberbasis limbah minyak goreng dengan lonsentrasi yang berbeda (5%, 10% dan 15%)dibandingkan dengan bahan bakar solar dan biosolar (produk Pertamina) pada mesin disel injeksilangsung. Pengujian dilakukan dengan menggunakan motor disel Isuzu tipe 4JA1 injeksi langsungpada Water Brake Dinamometer dengan parameter uji: torsi, daya kuda rem (brake horsepower),konsumsi bahan bakar spesifik rem, tekanan efektif purata rem dan efisiensi termal rem. Hasilpengujian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kinerja dari Biodisel WCO lebih rendahdibanding solar murni. Namun,hasil blending Biodisel WCO dengan solar murni pada konsentrasi5% menghasilkan kinerja yang lebih baik dibanding Biosolar produk Pertamina.