This Author published in this journals
All Journal Mechanova
Ekadewi Handoyo
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERANCANGAN PENDINGINAN PASIF PADA ATAP BANGUNAN Kevin Soewarsono; Ekadewi Handoyo
Mechanova Vol 4 (2015): Semester gasal 2015-2016
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.69 KB)

Abstract

Pada siang hari suhu udara dapat mencapai 37°C pada musim kemarau. Suhu yang tinggidapat menganggu aktifitas manusia. Suhu nyaman untuk orang Indonesia berada pada rentang24.9°C hingga 28°C. Di Universitas Kristen Petra terdapat kantin yang berlokasi di gedung M.Suhu udara didalam kantin pada jam 11 hingga 2 siang hari berkisar antara 32°C hingga 37°C.Suhu yang tinggi terjadi karena tidak terdapat plafon pada bangunan ini. Untuk dapat mengurangisuhu udara didalam kantin maka dilakukan penelitian passive cooling. Passive cooling yang ditelitimenggunakan air sebagai media pendingin. Air ditempatkan pada permukaan atap yang beradadiluar ruangan.Penelitian ini dilakukan pada model Stevenson Screen yang memiliki dimensi lebih kecildari kantin M. Passive cooling yang dirancang adalah passive cooling dengan air mengalir dantidak mengalir. Suhu udara ruangan model ditargetkan sebesar 28°C. Setelah mendapatkan angkaketebalan dan debit air secara teoritis, dilakukan eksperimen dua macam. Setelah mendapat hasileksperimen, dilakukan simulasi dengan perangkat Computational Fluid Dynamic (CFD). Hasilsimulasi dan percobaan kemudian dianalisa.Hasil penelitian ini didapatkan bahwa passive cooling dengan air mengalir memberikanpendinginan yang lebih baik dibandingkan dengan air tidak mengalir. Suhu ruangan 28°C dicapaidengan menggunakan laju aliran massa air sebesar 0.055 kg/s dan 0.025 kg/s dengan suhu air300K dan 293K.
PERANCANGAN HEAT EXCHANGER UNTUK FLUIDA PENDINGIN PADA PROSES PENGELASAN DENGAN INDUKSI MAGNET Lita Lita Puspasari; Ekadewi Handoyo
Mechanova Vol 4 (2015): Semester gasal 2015-2016
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.845 KB)

Abstract

Salah satu proses dalam pembuatan pipa adalah pengelasan dengan induksi magnet.Pada proses ini membutuhkan fluida pendingin yang disirkulasi untuk disemprotkan ke impeder.Fluida pendingin yang digunakan harus didinginkan setelah melalui pembersihan dari pengotor.Fluida pendingin akan didinginkan dari suhu 40 o C menjadi 15 o C yang kemudian akandisemprotkan lagi ke impeder. Oleh karena itu, perlu dirancang suatu heat exchanger yang bisamenurunkan temperatur fluida pendingin.Dalam perancangan ini, akan dilakukan perhitungan kapasitas pendinginan yangdibutuhkan. Heat exchanger dirancang dengan alternatif jumlah baris dan model tube yangdihitung hingga mendapatkan hasil yang sesuai. Dari hasil perhitungan tersebut akan dilakukandesain casing beserta isolasi yang diperlukan. Hasil desain tersebut akan dilakukan simulasiuntuk melihat temperatur outlet fluida pendingin dan aliran yang terjadi.
OPTIMASI SISTEM PENDINGIN WIRE DRAWING DIES PADA PROSES PRODUKSI KAWAT DI PT SURABAYA WIRE Antonio Hazman; Ekadewi Handoyo
Mechanova Vol 4 (2015): Semester genap 2015-2016
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.424 KB)

Abstract

Keausan dies penarikan kawat dilihat berdasarkan pelebaran diegap yang terjadi. Banyak halyang mempengaruhi keausan dies salah satunya adalah faktor suhu. Oleh karena itu sistempendinginan dies merupakan hal yang krusial untuk memperlambat keausan dies.PT Surabaya Wire menggunakan air yang didinginkan oleh cooling tower untuk mendinginkandies. Cooling tower yang ada sekarang diketahui mampu mendinginkan air hingga suhu 350Cdengan efektifitas 33.8% pada putaran pompa 900 RPM, selain itu diketahui juga debit air yangmasuk ke diebox adalah 0.125 L/s dengan suhu air 350C. Suhu diegap dapat dicari melalui simulasiANSYS Workbench dan ANSYS Fluent, setelah dibuat mesh dan ditentukan domain serta melakukanmesh test, simulasi dijalankan dan divalidasi dengan suhu permukaan die yang diukur dengantermokopel. Diketahui suhu diegap saat ini adalah 159.30C, nilai ini masih jauh dari rekomendasiASM International yaitu 1370C, sehingga perlu dilakukan optimasi. Optimasi dilakukan melaluibantuan simulasi ANSYS Fluent dengan mengubah besaran suhu dan/atau debit air yang masuk kediebox. Berdasarkan penelitian ini, direkomendasikan agar geometri diebox diubah menjadi bentuksilindris agar perpindahan panasnya lebih baik kemudian dilakukan juga instalasi cooling towerbaru karena harganya lebih murah daripada chiller namun dapat memenuhi kriteria pendinginanyang diminta.