Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMASI PEMBUATAN COATED TUBE HUMAN SERUM ALBUMIN (HSA) UNTUK KIT RADIOIMMUNOASSAY (RIA) MIKROALBUMINURIA Sutari Sutari; V. Yulianti S.; Triningsih Triningsih; Gina Mondrida; Agus Ariyanto; Sri Setiyowati; Puji Widayati; Wening Lestari
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 8 No 1 Mei 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2601.863 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2014.8.1.3476

Abstract

OPTIMASI PEMBUATAN COATED TUBE HUMAN SERUM ALBUMIN (HSA) UNTUK KIT RADIOIMMUNOASSAY (RIA) MIKROAMBUMIN. Radioimmunoassay (RIA) adalah suatu metoda analisis berdasarkan pada reaksi imunologi yakni ikatan antigen-antibodi, metoda ini sangat spesifik dan peka digunakan untuk menentukan kadar zat-zat yang ada di dalam cairan tubuh seperti serum, urine dan lainnya sehingga dapat digunakan untuk mengevaluasi suatu penyakit metabolik seperti diabetes melitus. Penelitian dan pengembangan teknologi Kit RIA mikroalbuminuria dengan metode coated tube dilakukan melalui beberapa tahap yakni optimasi pembuatan komponen kit, optimasi assay, validasi assay dan uji klinis. Telah dilakukan penelitian tentang optimasi pembuatan coated tube HSA salah satu komponen kit RIA mikroalbuminuria untuk pemisah fasa padat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan coated tube HSA yang dapat menghasilkan % B/T yang optimum dengan % NSB yang minimum dan memenuhi persyaratan untuk assay. Penelitian dilakukan dengan cara melakukan optimasi larutan dapar sebagai pelarut poliklonal antibodi (Pab)-HSA, optimasi volume coaling (volume Pab-HSA) dan optimasi konsentrasi larutan blocking. Hasilnya menunjukkan bahwa larutan dapar karbonat bikarbonat 0,05 M pH 9,6 memberikan hasil yang optimum sebagai pelarut Pab-HSA pada titer 1:3000, volume Pab-HSA 750 µL dengan 750 µL larutan bovine serum albumin (BSA) 1 % sebagai blocking dan diperoleh % BIT dan % NSB masing-masing 46,49% ± 0,57 dan 0,77% ± 0,04 serta memenuhi persyaratan Kit RIA untuk assay.
Preparasi Pereaksi Kit Immunoradiometricassa (IRMA)Thyroglobulin (TGB) Untuk Deteksi Kanker Tiroid Puji Widayati; Agus Ariyanto; Sri Setiyowati; Sutari Sutari; V. Yulianti
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" 2019: PROSIDING SNTKK 2019
Publisher : Seminar Nasional Teknik Kimia Kejuangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimasi dan Validasi KIT Immunoradiometric Assay Carbohydrate Antigen -125 untuk Pemantauan Kanker Ovarium Puji Widayati; Siti Darwati; Agus Ariyanto
Indonesian Journal of Cancer Vol 3, No 2 (2009): Apr - Jun 2009
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.097 KB) | DOI: 10.33371/ijoc.v3i2.102

Abstract

Carbohydrate Antigen-125 (CA-125) adalah glikoprotein antigenik yang dilepaskan ke darah penderita kanker ovarium, dengan kadar yang sangat rendah pada awalnya dan meningkat sesuai dengan keganasan kanker. Dengan demikian, pemantauan kanker ovarium dapat dilakukan dengan mengukur kadar rendahnya senyawa CA-125 di dalam darah. Metode yang sesuai adalah immunoradiometricassay (IRMA). PRR telah mengembangkan metode ini sejak beberapa tahun lalu, diawali dengan tahap pembuatan komponen kit IRMA CA-125, meliputi perunut CA-125 bertanda 125I dengan rendemen penandaan sebesar 96,5%. Hasil uji imunologi menunjukkan aktivitas imunologi sebesar 21,39% (%B/T) untuk standar 500 mIU/mL dan ikatan tidak spesifiknya 0,21 (%NSB) untuk standar 0 mIU/mL. Hasil uji kemurnian radiokimia 94,2%. Larutan standar CA-125 menunjukkan bahwa sensitivitas larutan standar yang digunakan adalah baik dengan daerah kerja assay yang luas, yaitu dari 0 mIU/mL sampai 200 mIU/mL. Persamaan garis regresi Y = 0,0705X + 0,7103 dan koefisien korelasi R = 0,9930. Tabung bersalut antibodi monoklonal (coated tube) dengan monoklonal jenis M86924M sebagai penyalut menunjukkan aktivitas imunologi untuk standar 0 mIU/mL sebesar 0,1% dan untuk larutan standar 500 mIU/mL sebesar 21,39%. Optimasi assay kit IRMA CA-125 meliputi radioaktivitas optimum perunut 100000 cpm, volume perunut optimum 50 ?L, volume standar optimum 50 ?L, waktu inkubasi optimum 16 jam, dan suhu inkubasi optimum sebesar 25oC sehingga menghasilkan nilai B/T = 19,05% dan NSB = 0,53%, dengan daerah kerja 0-200 mIU/mL. Validasi metode menggunakan sampel kadar tinggi (QCH) dan kadar rendah (QCL) menunjukkan nilai %CV intra assay (n=15) sebesar 9,9% (QCL) dan 2,97% (QCH) serta %CV inter assay (n=7) berturut-turut 13,1% (QCL) dan 4,9% (QCH) memenuhi syarat Protocol IAEA. Kit IRMA CA-125 ini juga menunjukkan karakter yang baik, yaitu dengan nilai %NSB dan nilai %B/T sebesar 0,1% dan 12,6%; daerah kerja kit yang luas, yaitu 0 mIU/mL sampai 200 mIU/mL); serta kestabilan kit selama 8 (delapan) minggu.Kata kunci: kanker ovarium, immunoradiometricassay(IRMA), CA-125, optimasi, validasi