Dwi Priyantoro
STTN-BATAN

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERLAKUAN PERMUKAAN PADA ROLLER RANTAI DENGAN METODE PLASMA CARBURIZING DARI CAMPURAN GAS He DAN CH4 PADA TEKANAN 1,8 mbar Dwi Priyantoro; Tjipto Sujitno; Bangun Pribadi; Zuhdi Arif Ainun Najib
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 10 No 2 November 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.069 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2016.10.2.3554

Abstract

PERLAKUAN PERMUKAAN PADA ROLLER RANTAI DENGAN METODE PLASMA CARBURIZING DARI CAMPURAN GAS He DAN CH4 PADA TEKANAN 1,8 mbar. Transmisi daya mekanik antara dua roda gigi dapat menggunakan rantai. Bagian dari mata rantai yang bergesekan langsung dengan roda gigi adalah roller rantai. Permukaan roller rantai harus memiliki sifat yang keras agar tidak mudah aus. Pengerasan permukaan roller rantai dapat dilakukan dengan pembentukan lapisan DLC pada permukaan tersebut. Lapisan DLC dapat dibentuk dengan metode plasma carburizing. Plasma carburizing dalam penelitian ini memanfaatkan lucutan pijar DC dari campuran gas helium dan gas metana pada tekanan 1,8 mbar dan temperatur 573 K, sedangkan waktu perlakuan bervariasi 1, 2, 3, 4, dan 5 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan permukaan roller rantai naik dari 276,05 VHN menjadi 403,56 VHN atau terjadi kenaikan sebesar 46,19% setelah dilakukan perlakuan plasma carburizing selama 4 jam.
PENGATURAN POSISI CONTROL RODS UNTUK MELANJUTKAN OPERASI HTGR PASCA SCRAM DENGAN SIMULATOR PCTRAN-HTR Muhammad Khoirul Anam; Dwi Priyantoro; Syarip Syarip
Jurnal Forum Nuklir JFN VOL 13 NO 2 NOVEMBER 2019
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.128 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2019.13.2.5041

Abstract

PENGATURAN POSISI CONTROL RODS UNTUK MELANJUTKAN OPERASI HTGR PASCA SCRAM  DENGAN SIMULATOR PCTRAN-HTR. Reaktivitas pada reaktor HTGR diatur dengan batang kendali (CR) yang terdiri dari 16 pasang yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu 7 pasang di tengah teras reaktor dan 9 pasang di bagian tepi moderator. Ketika  kondisi abnormal terjadi CR secara otomatis akan jatuh tersisip ke dalam teras reaktor sehingga reaktor SCRAM dan berada pada kondisi subkritis. Untuk melanjutkan operasi reaktor pasca SCRAM diperlukan analisis terkait pengaruh reaktivitas negatif dari Xenon dan suhu. Pada penelitian ini telah berhasil dilakukan simulasi penentuan posisi CR yang optimal menggunakan PCTRAN-HTR untuk melanjutkan operasi reaktor dalam dua tingkat daya, yaitu daya rendah (RDE) dengan daya 10 MWth dan daya tinggi 200 MWth. Kedua tingkat daya tersebut dicapai dengan menarik CR ke posisi tertentu sampai  kondisinya kritis lagi. Hasil yang telah diperoleh menunjukkan bahwa dengan posisi CR 52 % naik sudah bisa menghasilkan kondisi superkritis untuk daya RDE  dan dengan posisi 57 % dan 58 % naik, untuk daya tinggi  sehingga status operasi dari start (S) bisa diganti power (P).
ANALISIS KEKERASAN MACHINE TOOL DARI BAHAN LOGAM HASIL PROSES NITRIDASI PLASMA DENGAN VARlASI WAKTU DAN TEKANAN Yadi Yunus; Tjipto Sujitno; Dwi Priyantoro; Candra Puspito
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 7 No 2 November 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3183.014 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2013.7.2.3468

Abstract

ANALISIS KEKERASAN MACHINE TOOL DARI BAHAN LOGAM HASIL PROSES NITRIDASI PLASMA DENGAN VARIASI WAKTU DAN TEKANAN. Telah dilakukan nitridasi plasma terhadap machine tool/pangkal mata bor terbuat dari bahan logam untuk diuji kekerasannnya dengan metode Vickers dan diamati struktur mikronya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parameter waktu dan tekanan yang diperlukan guna mencapai kekerasan logam yang maksimal. Nitridasi sampel dilakukan dengan menggunakan teknik dan Mesin Plasma Nitriding. Sampel berupa pangkal mata bor dipotong-potong menjadi 16 sampel uji, masing-masing sampel uji dihaluskan menggunakan kertas ampelas 100, 180, 360, 600, 1000, 1200 mesh, dan dipoles dengan Autosol. Sampel dinitridasi dengan variasi tekanan dan waktu proses. Hasil uji kekerasan Vickers sampel sebelum nitridasi adalah 115,83 VHN. Setelah proses nitridasi pada tekanan nitridasi 1,8 mbar dan waktu 4 jam, kekerasan sampel yang diperoleh adalah 168,16 VHN atau meningkat sebesar 45,18% dibandingkan dengan sebelum nitridasi.