Sri Nitiswati
PTRKN-BATAN

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEBUTUHAN SDM UJI TAK RUSAK UNTUK INSPEKSI PRESERVICE PADA PEMBANGUNAN PLTN PERTAMA DI INDONESIA Sri Nitiswati
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 6 No 1 Mei 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.8 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2012.6.1.361

Abstract

KEBUTUHAN SDM UJI TAK RUSAK UNTUK INSPEKSI PRE-SERVICE PADA PEMBANGUNAN PLTN PERTAMA DI INDONESIA. Peraturan Presiden Nomor 5 tahun 2006 tentang “kebijakan energi nasional” menyebutkan bahwa Indonesia telah memasukkan opsi nuklir ke dalam energi mix nasional untuk mendukung kebutuhan energi di masa mendatang. Artinya pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sudah menjadi salah satu pilihan bangsa Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energi. Pembangunan PLTN tidak bisa terlepas dari kebutuhan sumber daya manusia (SDM) termasuk SDM uji tak rusak yang penting pada tahap pabrikasi komponen PLTN yaitu untuk melakukan pemeriksaan/inspeksi komponen hasil fabrikasi atau yang biasa disebut dengan inspeksi pre-service. Data pemeriksaan komponen hasil dari fabrikasi digunakan sebagai informasi data awal kondisi komponen PLTN sebelum dioperasikan. Makalah ini membahas kebutuhan SDM uji tak rusak untuk inspeksi pre-service pada pembangunan PLTN pertama di Indonesia khususnya untuk memeriksa/inspeksi hasil pabrikasi komponen. Metode dengan cara melakukan identifikasi komponen-komponen yang berada di dalam sistem primer reaktor PWR (Pressurized Water Reactor), identifikasi bagian dari komponen yang harus diperiksa, metode uji tak rusak dan tekniknya serta kebutuhan SDM nya. Tujuannya adalah diperolehnya kebutuhan SDM uji tak rusak untuk melakukan inspeksi pre-service pada pembangunan PLTN I di Indonesia. Dari studi yang dilakukan disimpulkan bahwa SDM dengan kompetensi uji tak rusak metode visual, volumetrik dan permukaan diperlukan untuk inspeksi pre-service komponen-komponen hasil fabrikasi. Kebutuhan SDM berdasarkan volume pekerjaan adalah  untuk kompetensi UTR visual level 1: 10  orang, level 2 :8 orang, level 3 : 5 orang. Kompetensi UTR volumetrik level 1: 22 orang, level 2 : 13 orang, level 3 : 9 orang. Kompetensi UTR permukaan level 1: 8  orang, level 2 :7 orang, level 3 : 4  orang.