Tri Handini
Pusat Sains dan Teknologi Akselerator

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EKSTRAKSI Y, DY, GD DARI KONSENTRAT ITRIUM DENGAN SOLVEN TBP, D2EHPA Tri Handini; Bambang EHB; Sri Sukmajaya
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 20 Nomor 1 Januari 2017
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3237.493 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2017.20.1.3072

Abstract

EKSTRAKSI Y, Dy, Gd DARI KONSENTRAT ITRIUM DENGAN SOLVEN TBP DAN D2EHPA. Telah dilakukan pemisahan Y, Dy, dan Gd dari konsentrat itrium hasil olah pasir senotim dengan cara ekstrasi cair - cair. Pasir senotim adalah sumber logam tanah jarang dengan kandungan utama itrium. Solven yang akan digunakan untuk proses ekstraksi yaitu TBP dan D2EHPA dalam pengencer kerosen. Umpan ekstraksi adalah konsentrat itrium yang dilarutkan dalam suasana asam nitrat. Penentuan kadar itrium Y, Dy, dan Gd di analisis menggunakan alat pendar sinar - X. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh pemisahan itrium yang relatif murni. Pada proses ekstraksi pemisahan Y, Dy, dan Gd variabel yang berpengaruh antara lain : konsentrasi asam nitrat dalam larutan umpan, waktu ekstraksi, perbandingan umpan dan fasa organik dan konsentrasi solven dalam fasa organik. Dari hasil percobaan diperoleh kondisi terbaik adalah keasaman umpan 0,5 M, waktu ekstraksi 15 menit, kecepatan pengadukan 250 rpm, solven 15 % D2EHPA dengan pengencer Kerosin, perbandingan FA : FO = 1 : 1. Pada kondisi ini diperoleh harga faktor pisah Y-Dy = 22,576 dan Y-Gd = 59,2.
Pemisahan Itrium dengan Cara Ekstraksi Menggunakan Solven TOPO Tri Handini; I Made Sukarna; Anisa Dwi Yuniyanti
EKSPLORIUM Vol 39, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.284 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2018.39.2.4419

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan proses pemisahan itrium dengan cara ekstraksi menggunakan solven TOPO. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi optimum pengaruh variasi konsentrasi ekstraktan, waktu pengadukan, dan keasaman umpan logam tanah jarang serta mengetahui koefisien distribusi (Kd), faktor pisah (FP), dan efisiensi ekstraksi (%), dengan metode ekstraksi cair-cair. Umpan yang digunakan adalah logam tanah jarang dari pasir senotim. Ekstraktan yang digunakan dalam penelitian adalah TOPO (tri-n-oktilfosfina oksida). Kadar itrium (Y), disprosium (Dy), dan gadolinium (Gd) ditentukan menggunakan spektrometer pendar sinar-X. Kondisi optimum yang diperoleh dari penelitian proses ekstraksi ini meliputi: konsentrasi ekstraktan 20% TOPO dalam kerosin, waktu pengadukan 15 menit, keasaman umpan 0,5 M. Nilai koefisien distribusi yang diperoleh Y = 5,61; Dy = 2,06; Gd = 0,99. Efisiensi ekstraksi Y = 85,13%, Dy = 67,80%, Gd = 50,17% sedangkan faktor pisah Y-Dy = 2,7186 dan Y-Gd = 5,6861. ABSTRACTSeparation process of yttrium by extraction using TOPO solvents has been done. The purpose of this study is to  find out the optimum condition of the variation effect of extractant concentration, stirring time, and acidity of the rare earth feed and to determine the distribution coefficient, separation factor, and extraction efficiency (%), using the liquid-liquid extraction method. The feed used  were rare earth  elements of xenotime sand. The extractant used in the research were TOPO (tri-n-octylphosphine oxide). Concentration of yttrium (Y), disprosium (Dy), and gadolinium (Gd) were  determined using X-ray fluorescene spectrometer. Optimum conditions of the extraction process obtained from this study were: TOPO extractant concentration in kerosene 20%, stirring time 15 minutes, acidity of feed 0.5 M. Obtained value of distribution coefficient  Y = 5.61; Dy = 2.06; Gd = 0.99. For extraction efficiency Y = 85.13%, Dy = 67.80%, Gd = 50.17% whereas separation factor Y-Dy = 2.7186 and Y-Gd = 5.6861.