Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

UJI INTERKOMPARASI METODE AAN DAN XRF UNTUK ANALISIS SAMPEL SEDIMEN IAEA INTER COMPARISON TEST OF NAA AND XRF METHOD FOR IAEA SEDIMENT SAMPLE ANALYSIS Syukria Kurniawati; Indah Kusmartini; Diah Dwiana Lestiani; Woro Yatu Niken Syahfitri
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 17 Nomor 1 Januari 2014
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.808 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2014.17.1.1298

Abstract

Laboratorium Pusat Teknologi Nuklir Bahan dan Radiometri mengikuti kegiatan interkomparasi IAEA tahun 2011. Sampel uji yaitu sedimen dengan kode IAEA 457. Metode uji meliputi Analisis Aktivasi Neutron (AAN) dan X-Ray Fluorescence (XRF). Dilakukan perbandingan metode AAN dan XRF untuk mengevaluasi kinerja masing-masing metode dan mengetahui kesesuaian kedua metode tersebut dalam analisis unsur pada sampel interkomparasi IAEA. Evaluasi kinerja masing-masing metode dilakukan dengan uji akurasi dan perhitungan z-score sedangkan kesesuaian metode diuji dengan uji t-berpasangan. Hasil analisis sampel menggunakan AAN diidentifikasi enam unsur Al, Fe, Cr, Co, Mn dan Zn sedangkan XRF diidentifikasi delapan unsur Al, Fe, Cr, Co, Cu, Mn, Pb dan Zn. Hasil uji akurasi pada AAN, unsur Al dan Fe kurang memuaskan sedangkan pada XRF unsur Co memiliki hasil yang kurang baik. Hasil perhitungan z-score, hampir semua unsur memberikan hasil yang memuaskan kecuali Al menggunakan metode AAN. Uji t-berpasangan yang dilakukan pada hasil analisis sedimen menggunakan AAN dan XRF memberikan hasil t-hitung < t-tabel, artinya tidak ada perbedaan hasil analisis antara kedua metode. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode AAN dan XRF dapat saling melengkapi untuk analisis unsur pada sampel IAEA 457. Secara umum, kedua hasil analisis unsur menunjukkan kesesuaian yang baik sehingga memperkuat validitas hasil analisis sampel interkomparasi IAEA.
KARAKTERISASI UNSUR PM 2,5 PADA PERIODE KEBAKARAN HUTAN DI PEKANBARU DENGAN TEKNIK ANALISIS AKTIVASI NEUTRON Indah Kusmartini; Natalia Adventini; Dyah Kumala Sari; Syukria Kurniawati; Diah Dwiana Lestiani; Muhayatun Santoso
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 20, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.041 KB) | DOI: 10.17146/jstni.2019.1.1.4655

Abstract

Kebakaran hutan merupakan salah satu penyebab kerusakan hutan yang berdampak pada penurunan kualitas lingkungan. Untuk mengetahui dampak kualitas udara akibat kebakaran hutan, telah dilakukan karakterisasi dan evaluasi cuplikan partikulat udara yang dikumpulkan pada periode terjadinya kebakaran hutan di Pekanbaru. Karakterisasi cuplikan telah dilakukan dengan metode AAN yang memiliki beberapa kelebihan antara lain sensitivitas tinggi, multiunsur dan limit deteksi yang rendah. Validasi metode dilakukan pengujian terhadap cuplikan bahan acuan SRM NIST 1648a Urban Particulate Matter. Konsentrasi massa saat terjadi kebakaran hutan di Pekanbaru terdeteksi 5 hingga 7 kali lebih tinggi dari kondisi normal. Hasil karakterisasi cuplikan telah terkuantifikasi 15 unsur (Al, Ca, Ti, Cl, Mn, As, Br, Na, K, As, Fe, Zn, Cr, Co, Sb). Output dari kegiatan ini diharapkan dapat menggambarkan unsur utama yang menjadi indikator sumber pencemar yang selanjutnya dapat digunakan sebagai early warning dalam mengantisipasi bencana kebakaran hutan. Selain itu evaluasi unsur karsinogenik dan non-karsinogenik dapat menunjukkan resiko kesehatan masyarakat di sekitar lokasi kebakaran hutan yang secara tidak langsung dapat terpapar oleh emisi sumber partikulat udara.
EVALUATION OF NAA LABORATORY RESULTS IN INTER-COMPARISON ON DETERMINATION OF TRACE ELEMENTS IN FOOD AND ENVIRONMENTAL SAMPLES Diah Dwiana Lestiani; Syukria Kurniawati; Natalia Adventini
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 15 Nomor 1 Januari 2012
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.655 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2012.15.1.25

Abstract

Inter-comparison program is a good tool for improving quality and to enhance the accuracy and precision of theanalytical techniques. By participating in this program, laboratories could demonstrate their capability andensuring the quality of analysis results generated by analytical laboratories. The Neutron Activation Analysis(NAA) laboratory at National Nuclear Energy Agency of Indonesia (BATAN), Nuclear Technology Center forMaterials and Radiometry-PTNBR laboratory participated in inter-comparison tests organized by NAA workinggroup. Inter-comparison BATAN 2009 was the third inter-laboratory analysis test within that project. Theparticipating laboratories were asked to analyze for trace elements using neutron activation analysis as theprimary technique. Three materials were distributed to the participants representing foodstuff, and environmentalmaterial samples. Samples were irradiated in rabbit facility of G.A. Siwabessy reactor with neutron flux ~ 1013n.cm-2.s-1, and counted with HPGe detector of gamma spectrometry. Several trace elements in these sampleswere detected. The accuracy and precision evaluation based on International Atomic Energy Agency (IAEA)criteria was applied. In this paper the PTNBR NAA laboratory results is evaluated.Keywords: inter-comparison, neutron activation analysis, trace elements, foodstuff, environmental samples,NAA laboratory
KANDUNGAN LOGAM BERAT DALAM UDARA AMBIEN PADA BEBERAPA KOTA DI INDONESIA Rita Mukhtar; Hari Wahyudi; Esrom Hamonangan Panjaitan; Susy Lahtiani; Muhayatun Santoso; Diah Dwiana Lestiani; Syukria Kurniawati
Jurnal Ecolab Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2013.7.2.49-59

Abstract

Pencemaran udara terutama di kota-kota besar (ibukota provinsi) telah menjadi salah satu masalah yang serius. Kontribusi pencemar terbesar berasal dari emisi gas buang kendaraan bermotor, industri, pembangkit listrik, dan kegiatan rumah tangga. Bahan pencemar udara yang ditimbulkan dapat berupa gas maupun partikulat debu. Di Indonesia, saat ini belum tersedia data series khususnya data logam berat di udara ambien. PUSARPEDAL sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya melakukan pemantauan bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dalam rangka pemanfaatan iptek nuklir untuk perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Pengambilan contoh uji menggunakan alat Gent Staked Filter Unit sampler seminggu sekali pada tahun 2012 pada 10 kota di Indonesia. Analisis logam berat dilakukan dengan menggunakan Energy Dispersive X-Ray Fluorescence (ED-XRF). Kisaran kadar unsur (ng/m3) Na, Mg, Al, Si, S, K, Ca, Cr, Mn, Fe, Co, Ni, Cu, Zn, dan Pb, secara berurut adalah; 1,90 – 667; 1,33 – 786; 0,13 – 1020; 0,2 – 744; 2,54 – 1397; 3,7 – 640; 0,48 – 381; 1,3 – 7,2 ; 0,02 – 22,5; 1,94 – 1561; 0,018 – 18,52; 0,26 – 13; 0,05 – 18,79; 2,9 – 913; 0,2 – 2664,2
KOMPONEN KIMIA PM2,5 DAN PM10 DI UDARA AMBIEN DI SERPONG – TANGERANG Rita Mukhtar; Esrom Hamonangan Panjaitan; Hari Wahyudi; Muhayatun Santoso; Syukria Kurniawati
Jurnal Ecolab Vol 7, No 1 (2013): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2013.7.1.1-7

Abstract

Komponen Kimia PM2,5 dan PM10 Di Udara Ambien di SERPONG. Partikel yang terkandung di udara ambien umumnya berukuran 0,1 – 50 μm atau lebih. Parameter utama partikel pencemaran udara yang memiliki dampak signifikan pada kesehatan adalah partikel udara dengan ukuran diameter 2,5 μm atau kurang. Partikel udara yang berukuran kurang dari 2,5 μm (PM2,5) disebut dengan partikel halus, dan PM10 adalah partikel udara yang berukuran kurang dari 10 μm. Beberapa peneliti epidemiologi berpendapat bahwa partikel udara halus sangat berbahaya karena dapat berpenetrasi menembus bagian terdalam dari paru-paru dan sistem jantung, menyebabkan gangguan kesehatan di antaranya infeksi saluran pernafasan akut, kanker paru-paru, penyakit kardiovaskular bahkan kematian. Partikel udara halus diperkirakan dapat memberikan kontribusi besar pada angka kematian yang diakibatkan oleh gangguan kesehatan terkait pencemaran udara. Partikel udara halus umumnya berasal dari sumber antropogenik seperti kendaraan bermotor, pembakaran biomassa, pembakaran bahan bakar. Pengambilan sampel untuk mengukur konsentrasi PM2,5 dan PM10 dengan menggunakan alat Gent Stacked Filter Unit sampler. Lokasi pengambilan sampel di Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan (Pusarpedal) Kawasan Puspiptek Serpong. Pelaksanaan sampling 2-3 kali seminggu pada periode tanggal 11 September – 29 Desember 2008, 10 Februari-30 Juli 2009, dan 14-23 Juli 2010. Konsentrasi PM2,5 dan PM10 ditentukan dengan prinsip gravimetri dan penentuan unsur dilakukan menggunakan metode analisis aktivasi neutron (AAN) atau particle-induce X-ray emission (PIXE). Hasil analisis didapatkan konsentrasi rerata partikel halus PM2.5 di Serpong pada tahun 2008 adalah 15.72 ± 7 μg/m3, tahun 2009 adalah 15.61± 5 μg/m3, dan tahun 2010 adalah 20.26 ± 6 μg/m3. Konsentrasi ini belum melewati nilai batas ambang harian PM2.5 di Indonesia yaitu 65 μg/m3, akan tetapi nilai tersebut telah mendekati nilai rata-rata tahunan sebesar 15 μg/m3 yang tercantum didalam Lampiran Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 41/1999 tentang baku mutu udara ambien nasional. Konsentrasi rerata PM10 di Serpong pada tahun 2008 adalah 31.17 ± 13.7 μg/ m3, tahun 2009 adalah 30.9 ± 11.5 μg/m3, dan tahun 2010 adalah 34.18 ± 7.2 μg/m3. Kandungan komponen kimia atau unsur pada PM2,5 dan PM10 dengan menggunakan PIXE, adalah: Pb, Al, Na, Fe, K, Cl, Mg, Si, S, Ca, Sc, Ti, V, Cr, Mn, Co, Cu, Ni, Zn, As, Se, Br, Ba, P, dan Hg dengan rata-rata konsentrasi PM2,5 masing-masing adalah ; 228.6, 80.6, 111.9, 46.8, 139.9, 33.0, 45.1, 150.3, 769.9, 37.8, 1.2, 3.3, 1.3, 1.5, 2.9, 0.5, 2.0, 0.8, 40.5, 6.6, 1.2, 3.4, 4.2, 21.5, dan 2.3 ng/m3. Dan rata-rata konsentrasi PM10 masing-masing adalah ; 331.6, 554.4, 482.3, 361.0, 268.2, 301, 176.1, 1108.3, 1089.9, 426, 5.7, 32, 3.7, 3.6, 12.9, 2.3, 6.3, 2.0, 87, 15.4, 4.6, 5.1, 7.3, 105.4, dan 7.8 ng/m3