Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ecolab

KANDUNGAN LOGAM BERAT DALAM UDARA AMBIEN PADA BEBERAPA KOTA DI INDONESIA Rita Mukhtar; Hari Wahyudi; Esrom Hamonangan Panjaitan; Susy Lahtiani; Muhayatun Santoso; Diah Dwiana Lestiani; Syukria Kurniawati
Jurnal Ecolab Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2013.7.2.49-59

Abstract

Pencemaran udara terutama di kota-kota besar (ibukota provinsi) telah menjadi salah satu masalah yang serius. Kontribusi pencemar terbesar berasal dari emisi gas buang kendaraan bermotor, industri, pembangkit listrik, dan kegiatan rumah tangga. Bahan pencemar udara yang ditimbulkan dapat berupa gas maupun partikulat debu. Di Indonesia, saat ini belum tersedia data series khususnya data logam berat di udara ambien. PUSARPEDAL sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya melakukan pemantauan bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dalam rangka pemanfaatan iptek nuklir untuk perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Pengambilan contoh uji menggunakan alat Gent Staked Filter Unit sampler seminggu sekali pada tahun 2012 pada 10 kota di Indonesia. Analisis logam berat dilakukan dengan menggunakan Energy Dispersive X-Ray Fluorescence (ED-XRF). Kisaran kadar unsur (ng/m3) Na, Mg, Al, Si, S, K, Ca, Cr, Mn, Fe, Co, Ni, Cu, Zn, dan Pb, secara berurut adalah; 1,90 – 667; 1,33 – 786; 0,13 – 1020; 0,2 – 744; 2,54 – 1397; 3,7 – 640; 0,48 – 381; 1,3 – 7,2 ; 0,02 – 22,5; 1,94 – 1561; 0,018 – 18,52; 0,26 – 13; 0,05 – 18,79; 2,9 – 913; 0,2 – 2664,2
KOMPONEN KIMIA PM2,5 DAN PM10 DI UDARA AMBIEN DI SERPONG – TANGERANG Rita Mukhtar; Esrom Hamonangan Panjaitan; Hari Wahyudi; Muhayatun Santoso; Syukria Kurniawati
Jurnal Ecolab Vol 7, No 1 (2013): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2013.7.1.1-7

Abstract

Komponen Kimia PM2,5 dan PM10 Di Udara Ambien di SERPONG. Partikel yang terkandung di udara ambien umumnya berukuran 0,1 – 50 μm atau lebih. Parameter utama partikel pencemaran udara yang memiliki dampak signifikan pada kesehatan adalah partikel udara dengan ukuran diameter 2,5 μm atau kurang. Partikel udara yang berukuran kurang dari 2,5 μm (PM2,5) disebut dengan partikel halus, dan PM10 adalah partikel udara yang berukuran kurang dari 10 μm. Beberapa peneliti epidemiologi berpendapat bahwa partikel udara halus sangat berbahaya karena dapat berpenetrasi menembus bagian terdalam dari paru-paru dan sistem jantung, menyebabkan gangguan kesehatan di antaranya infeksi saluran pernafasan akut, kanker paru-paru, penyakit kardiovaskular bahkan kematian. Partikel udara halus diperkirakan dapat memberikan kontribusi besar pada angka kematian yang diakibatkan oleh gangguan kesehatan terkait pencemaran udara. Partikel udara halus umumnya berasal dari sumber antropogenik seperti kendaraan bermotor, pembakaran biomassa, pembakaran bahan bakar. Pengambilan sampel untuk mengukur konsentrasi PM2,5 dan PM10 dengan menggunakan alat Gent Stacked Filter Unit sampler. Lokasi pengambilan sampel di Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan (Pusarpedal) Kawasan Puspiptek Serpong. Pelaksanaan sampling 2-3 kali seminggu pada periode tanggal 11 September – 29 Desember 2008, 10 Februari-30 Juli 2009, dan 14-23 Juli 2010. Konsentrasi PM2,5 dan PM10 ditentukan dengan prinsip gravimetri dan penentuan unsur dilakukan menggunakan metode analisis aktivasi neutron (AAN) atau particle-induce X-ray emission (PIXE). Hasil analisis didapatkan konsentrasi rerata partikel halus PM2.5 di Serpong pada tahun 2008 adalah 15.72 ± 7 μg/m3, tahun 2009 adalah 15.61± 5 μg/m3, dan tahun 2010 adalah 20.26 ± 6 μg/m3. Konsentrasi ini belum melewati nilai batas ambang harian PM2.5 di Indonesia yaitu 65 μg/m3, akan tetapi nilai tersebut telah mendekati nilai rata-rata tahunan sebesar 15 μg/m3 yang tercantum didalam Lampiran Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 41/1999 tentang baku mutu udara ambien nasional. Konsentrasi rerata PM10 di Serpong pada tahun 2008 adalah 31.17 ± 13.7 μg/ m3, tahun 2009 adalah 30.9 ± 11.5 μg/m3, dan tahun 2010 adalah 34.18 ± 7.2 μg/m3. Kandungan komponen kimia atau unsur pada PM2,5 dan PM10 dengan menggunakan PIXE, adalah: Pb, Al, Na, Fe, K, Cl, Mg, Si, S, Ca, Sc, Ti, V, Cr, Mn, Co, Cu, Ni, Zn, As, Se, Br, Ba, P, dan Hg dengan rata-rata konsentrasi PM2,5 masing-masing adalah ; 228.6, 80.6, 111.9, 46.8, 139.9, 33.0, 45.1, 150.3, 769.9, 37.8, 1.2, 3.3, 1.3, 1.5, 2.9, 0.5, 2.0, 0.8, 40.5, 6.6, 1.2, 3.4, 4.2, 21.5, dan 2.3 ng/m3. Dan rata-rata konsentrasi PM10 masing-masing adalah ; 331.6, 554.4, 482.3, 361.0, 268.2, 301, 176.1, 1108.3, 1089.9, 426, 5.7, 32, 3.7, 3.6, 12.9, 2.3, 6.3, 2.0, 87, 15.4, 4.6, 5.1, 7.3, 105.4, dan 7.8 ng/m3