This Author published in this journals
All Journal Buletin Alara
Mukhlis Akhadi
Puslitbang Keselamatan Radiasi dan Biomedika Nuklir – BATAN • Jalan Cinere Pasar Jumat, Jakarta – 12440 • PO Box 7043 JKSKL, Jakarta – 12070

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RADIONUKLIDA KOSMOGENIK UNTUK PENANGGALAN Helfi Yuliati; Mukhlis Akhadi
Buletin Alara Vol 6, No 3 (2005): April 2005
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.11 KB)

Abstract

Secara garis besar, radionuklida alamiah yang ada di sekeliling kita dapat dikelompokkan menjadi radionuklida primordial dan radionuklida kosmogenik. Radionuklida primordial adalah radionuklida yang terbentuk di permukaan bumi, sedang radionuklida kosmogenik terbentuk karena adanya interaksi nuklir antara radiasi kosmis dari angkasa luar dengan atom-atom yang ada di atmosfer bumi. Radiasi dari angkasa luar yang paling penting untuk diketahui adalah radiasi kosmis. Banyak penelitian telah dilakukan dalam rangka mempelajari radiasi kosmis. Penggunaan balon udara yang membawa detektor radiasi hingga suatu tempat yang sangat tinggi menunjukkan bahwa intensitas radiasi mengalami peningkatan sebanding dengan semakin tingginya posisi pengukuran. Dari penelitian tersebut dan juga penelitian lainnya menunjukkan adanya radiasi berenergi tinggi yang datang dari angkasa luar.
MENGOPTIMALKAN PENGGUNAAN DOSIMETER PERORANGAN DI MEDAN RADIASI CAMPURAN Mukhlis Akhadi
Buletin Alara Vol 7, No 1&2 (2005): Agustus & Desember 2005
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.424 KB)

Abstract

PENDAHULUANBerbagai jenis radiasi pengion yang digunakan dalam kegiatan pemanfaatan teknik nuklir berpotensi memberikan efek merugikan terhadap tubuh manusia apabila papar- an radiasinya berlebihan. Setiap pekerja radiasi selalu mempunyai resiko terkena paparan radiasi pengion selama menjalankan tugasnya. Oleh sebab itu, faktor keselamatan manusia harus mendapatkan prioritas utama. Sudah barang tentu pemanfaatannya akan lebih sempurna jika faktor kerugian yang mungkin timbul dapat ditekan serendah mungkin atau dihilangkan sama sekali. Salah satu cara untuk meng- hindari terjadinya pemaparan radiasi pengion yang berlebihan terhadap tubuh manusia adalah dengan melakukan pemantauan rutin dosis perorangan para pekerja radiasi. Dengan program pemantauan dosis pekerja secara ketat, penerimaan dosis oleh para pekerja radiasi akan tetap terkontrol dan dapat diambil tindakan proteksi secepat mungkin apabila jumlah penerimaan dosis akumulasinya melampaui nilai batas dosis yang telah ditetapkan. Program pemantauan dosis pekerja memegang peranan yang penting dalam rangka pemanfaatan radiasi dalam berbagai bidang kegiatan dan harus disusun sedemikian rupa sehingga mampu mendeteksi setiap kelainan operasional sekecil apapun yang dapat menjurus ke arah terjadinya kecelakaan sehingga menye- babkan terjadinya pemaparan radiasi yang berlebihan terhadap pekerja. Pemantauan radiasi eksterna dilakukan terhadap pekerja yang mempunyai potensi terpapari radiasi dari sumber eksterna seperti para pekerja radiasi yang menggunakan sumber sumber radiasi terbungkus beraktivitas tinggi atau sangat tinggi atau bekerja dengan mesin pembangkit radiasi dengan laju dosis yang besar. Pemantauan radiasi eksterna dimaksudkan agar dosis akumulasi dari sumber-sumber eksterna yang diterima pekerja selama menjalankan tugas tetap terkontrol. Untuk pemantauan dosis perorangan, manusia mengandalkan sepenuhnya pada dosimeter perorangan. Tulisan ini akan membahas lebih lanjut mengenai pemantauan dosis eksterna pekerja radiasi menggunakan dosimeter perorangan dengan menitikberatkan pada upaya mengopti- malkan penggunaan dosimeter tersebut untuk pemantauan dosis di medan radiasi campuran, yaitu medan radiasi atau daerah kerja dimana potensi paparan radiasinya berasal dari berbagai jenis dan energi radiasi pengion, seperti laboratorium yang meng- gunakan berbagai jenis dan energi radiasi, reaktor nuklir yang memancarkan neutron dan gamma berbagai energi dan sebagainya.