Bardi Murachman
Jurusan Teknik Kimia, FT - UGM Jl. Grafika 2, Kampus UGM, Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERANAN BAHAN MAGNET DAN KEMAGNETAN UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH NUKLIR DAN NON NUKLIR Bardi Murachman
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.018 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5097

Abstract

PERANAN BAHAN MAGNET DAN KEMAGNETAN UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH NUKLIR DAN NON NUKLIR. Sistem magnet dan elektromagnet telah ditemukan lebih dari satu abad yang lalu. Pada awalnya sistem ini diaplikasikan pada pembuatan generator untuk menghasilkan energi listrik. Dalam perkembangannya berbagai bidang seperti industri, kedokteran, pertambangan, perminyakan dan lingkungan juga memanfaatkan sistemini.Manajemen limbah pada umumnya telah banyak dipresentasikan dengan berbagai prosedur alternatif penanganan limbah dan sistem magnet dan elektromagnet banyak dikembangkan untuk berbagai keperluan seperti : separasi komponen, pencegahan korosi,menurunkan tegangan muka, pembentukan kristal, meningkatkan fungsi desinfektan dan pertumbuhan kecambah. Walaupun belum diketahui secara pasti bagaimana mekanisme efek sistem magnet dan elektromagnet berfungsi untuk beberapa tujuan, terutama pada teknik separasi atau bioteknologi, namun alat komersial yangmenggunakan sistemmagnet dan elektromagnet telah beredar luas, misalnya unit pengolahan air, pengolahan limbah (gas, cairan, dan padatan), berbagai alat medis, dan alat industri terutama pertambangan dan perminyakan. Sejak tiga dasa warsa ini, sistem magnet dan elektromagnet banyak diteliti dan dikembangkan, untuk pengolahan limbah berbahaya termasuk bahan radioaktif atau nuklir. Dimana polemik tentang limbah terutama bahan nuklir dewasa ini makin terasa. Di satu sisi manfaat bahan nuklir untuk berbagai bidang seperti industri energi, medis, dan pertanian telah dapat dibuktikan, disisi lain masyarakat masih trauma dengan resiko dan akibat yang ditimbulkan pada limbah yang dihasilkan dan ketika terjadi insiden kecelakaan.