Ratnawati Ratnawati
Program Studi Teknik Kimia, FTI-ITI Jl. Raya Puspiptek Serpong 15320, Tangerang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH SUHU PIROLISIS CANGKANG SAWIT TERHADAP KUANTITAS DAN KUALITAS ASAP CAIR Ratnawati Ratnawati; Singgih Hartanto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 1: OKTOBER 2010
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.109 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2010.12.1.4551

Abstract

PENGARUH SUHU PIROLISIS CANGKANG SAWIT TERHADAP KUANTITAS DAN KUALITAS ASAP CAIR. Pembuatan asap cair merupakan salah satu usaha pemanfaatan cangkang sawit menjadi produk yang mempunyai nilai guna, dilakukan dengan cara mengkondensasi asap yang terbentuk dari proses pirolisis cangkang sawit. Dalam penelitian ini diproduksi asap cair dari hasil pirolisis 5 kg cangkang sawit pada suhu 200 °C, 300 °C dan 400 °C selama 4 jam, dan komposisi asap cair yang diperoleh dianalisis dengan alat Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pirolisis pada suhu 200 °C, 300 °C dan 400 °C, didapatkan volume asap cair masing masing sebanyak 460 mL, 510 mL dan 550 mL dengan rendemen arang sebesar 3,98 kg, 3,24 kg dan 1,49 kg. Komponen asap cair hasil pirolisis pada suhu 200 °C yang bisa digunakan sebagai antioksidan dan menambah citarasa makanan (guaiacol, 2,3-butanedione, furfural dan 2-methyl-2-cyclopentenone) sebesar 30,73 %berat dan komponen yang berbahaya bagi kesehatan (phenol , 2-propanone, 2-butanone dan cyclopentanone) sebesar 34,31 %berat. Sedangkan pada suhu 400 °C diperoleh komponen yang bisa digunakan pada produk makanan sebesar 27,39 %berat dan komponen yang berbahaya sebesar 26,51 %berat. Asap cair yang diperoleh dari penelitian ini belum dapat digunakan pada produk makanan karena masih terdapat senyawa yang berbahaya bagi kesehatan sehingga perlu proses pemisahan lebih lanjut