Ari Handayani
Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir (PTBIN) - BATAN Kawasan Puspiptek Serpong 15314, Tangerang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS FASA DAN KOROSI PADA SUHU TINGGI PADUAN TiAl HASIL METALURGI SERBUK. Sulistioso G. S.; Wagiyo H.; Ari Handayani
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 3: JUNI 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.792 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2007.8.3.4705

Abstract

ANALISIS FASA DAN KOROSI PADA SUHU TINGGI PADUAN TiAl HASIL METALURGI SERBUK. Telah dibuat paduan TiAl dengan metode metalurgi serbuk, dengan 2 komposisi persen berat TiAl yang berbeda, yaitu komposisi A (Al 40 %), komposisi B (Al 38 %). Sampel sebelum dikompaksi dilakukan milling selama 5 menit, kemudian di sintering pada suhu 1.200 γC selama 2 jam dengan atmosfir gas argon. Sampel hasil sintering dikarakterisasi strukturmikro dengan Mikroskop Optik (MO), fasa menunjukkan strukturmikro paduan fasa γ-TiAl yang sudah terbentuk tampak terang, sedang unsur Al, Ti dan pori berwarna gelap. Hasil uji korosi menggunakan alat Magnetic Suspension Balance (MSB) paduan γ-TiAl dengan komposisi A dan B tidak menunjukkan perbedaan yang berarti. Hasil analisis fasa menggunakan XRD pada sampel yang telah teroksidasi menunjukkan fasa terbanyak adalah TiO. Analisis komposisi dengan EDS menghasilkan persentase Ti (54,52 - 56,23) % berat untuk sampel A dan Ti (55,51 - 56,07) % berat untuk sampel B. Hasil uji korosi dengan Magnetic Suspension Balance menunjukkan paduan γ-TiAl dengan komposisi yang berbeda seperti disebut di atas, sifat ketahanan korosinya pada suhu tinggi, tidak menunjukkan perbedaan yang berarti. Hasil Analisis fasa sampel setelah uji korosi dengan XRD, menunjukkan bahwa fasa yang dominan adalah TiO, sehingga dapat dikatakan bahwa permukaan paduan γ-TiAl, terlapisi oleh fasa TiO.
STRUKTUR KRISTAL DAN KONDUKTIVITAS IONIK PADA KOMPOSIT SUPERIONIK AgI-Ag HASIL SPUTTERING Evvy Kartini; S. Nikmatin; Bambang Sugeng; Ari Handayani; Supandi Suminta
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.76 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2006.7.2.5005

Abstract

STRUKTUR KRISTAL DAN KONDUKTIVITAS IONIK PADA KOMPOSIT SUPERIONIK AgI-Ag HASIL SPUTTERING. Telah dilakukan pendeposisian Ag terhadap kristalin AgI agar diperoleh bahan superionik yang memiliki konduktifitas tinggi pada suhu ruang. Untuk tujuan ini, kristalin AgI telah dimodifikasi dengan cara pendeposisianAgmelalui teknik Sputtering selama 45 menit dan 60 menit. Komposit superionik baru yang dihasilkan adalah AgI-Ag. Hasil pola difraksi sinar-x pada temperatur ruangmenunjukkan terjadinya transformasi struktur sebagian dari γ-AgI (Face Center Cubic / FCC) menjadi β-AgI (Hexagonal). Hasil pendeposisian menunjukkan peningkatan konduktivitas ionik dari ~ 10-7 S/cm pada kristalin AgI menjadi ~ 10-3 S/cm pada komposit superionik AgI-Ag. Sementara itu dari hasil pengujian kekerasan dan densitas menunjukan adanya penurunan dengan lama waktu pendeposisian.
PENGARUH WAKTU PELELEHAN TERHADAPRAPATARUS KRITIS SUPERKONDUKTOR YBa2Cu3O7-x Didin S. Winatapura; Wisnu Ari Adi; Yustinus P.; Ari Handayani; E. Sukirman
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.195 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5081

Abstract

PENGARUH WAKTU PELELEHAN TERHADAPRAPATARUS KRITIS SUPERKONDUKTOR YBa2Cu3O7-x. Sintesis superkonduktor YBa2Cu3O7-x (YBCO) melalui metode modified melt-textured growth (MMTG) dengan waktu pelelehan berbeda telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu pelelehan yang optimal pada superkonduktor YBCO dengan nilai rapat arus kritis (Jc) yang tinggi melalui proses pelelehan dengan metode MMTG dan mendapatkan informasi yang mempengaruhi nilai Jc tersebut. Proses pelelehan cuplikan dilakukan pada suhu 1100 C selama 1 menit, 6 menit dan 18 menit, kemudian diturunkan dengan cepat ke suhu 1000 C dan diikuti dengan penurunan lambat ke suhu 960 C. Sifat listrik cuplikan dikarakterisasi dengan probe empat titik dan kualitas serta kuantitas fasa-fasa di dalam cuplikan diukur dengan teknik difraksi sinar-x (XRD) dan dianalisis dengan metode Rietveld. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa cuplikan MMTG merupakan bahan superkonduktor YBCO yang berstruktur kristal ortorombik dengan parameter kisi a = 3,886(5) Å, b = 3,821(7) Å dan c = 11,691(2) Å dan grup ruang Pmmm No. 47. Suhu kritis baik cuplikan sinter maupun MMTG tidak memperlihatkan perubahan nilai yang signifikan dan diperoleh baerturut turut, Tc 92 K dan 91 K. Nilai Jc untuk cuplikan YSIN, YM-1, YM-6 dan YM-18 diperoleh berturut-turut 97,37 A.cm-2; 118,55 A.cm-2 dan 93,63 A.cm-2.