Heru Sundaru
Fakultas Kedokteran - Ul/RSCM JI. Salemba Raya No. 4 Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

UJI PRODUKSI KARET TENSIMETER BE BAS NITROSAMIN DAN PROTEIN ALERGEN DALAM SKALA PABRIK Marga Utama; Herwinarni Herwinarni; Made Sumarti; Siswanto Siswanto; Suharyanto Suharyanto; Yoharmus Yoharmus; Bambang Handoko; Heru Sundaru; Teguh Haryono; H. M. Muklis
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 1: OKTOBER 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1228.165 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.6.1.4920

Abstract

UJI PRODUKSI KARET TENSIMETER BE BAS NITROSAMIN DAN PROTEIN ALERGEN DALAM SKALA PABRIK. Karet untuk tensimeter (Sphygmomanometer) berupa : bladder, balon, dan selang dari lateks alam iradiasi, telah diproduksi dalam skala pabrik di PT. Sugih Instrumendo Abadi, Padalarang dengan cara: Kompon lateks alam iradiasi dibuat dengan cara, lateks pekat divulkanisasi radiasi dengan sinar γ 6OCo pada dosis 25 kGy, dan kadar normal butil akrilat 3 psk (per seratus bagian berat karet), kemudian dibubuhi anti oksidan, dan dibuat karet tensimeter (bladder, balon, dan selang) dengan teknik pencelupan penggumpalan. Tiga faktor penting yaitu : suhu pemanasan (90 dan 100°C), waktu pemanasan (4 jam, 8 jam, 12 jam, 16 jam, 20 jam, dan 24 jam), dan teknik pencucian (air, larutan amoniak, larutan KOH) dan sifat fisik mekanik film karet (modulus, tegangan putus, perpanjangan putus dan kekerasan) telah dievaluasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pemanasan 90°C, dengan waktu 8 jam kemudian dicuci dengan larutan amonia atau larutan 0,5% amonia atau KOH selama 30 menit dan direndam 24 jam, merupakan kondisi optimum proses. Pada kondisi optimum tersebut, diperoleh film karet yang memiliki tegangan putus sebesar 24 MPa, modulus 600% sebesar 2,0 MPa, perpanjangan putus sebesar 1000% dan kekerasan sebesar 30 Shore A, dengan kadar protein terekstrak 72-11O μg/g dan kadar nitrosamina adalah nol. Nilai absorbansi ELISA dengan serum manusia peka protein alergen adalah 0% (negatip), bahkan respon serum karet tersebut terhadap kulit melalui uji SPT (spine prick test = uji tusuk pada kulit) adalah 0 (negatip), yang berarti karet untuk tensimeter tersebut bebas nitrosamina dan protein alergen.