Supandi Suminta
Puslitbang Iptek Bahan (P3IB) - BATAN Kawasan Puspiptek, Serpong 15314, Tangerang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS STRUKTUR KRISTAL NaPO3 PADA SUPERIONIK KOMPOSIT (AgI)0,5 (NaPO3)0,5 DENGAN METODE RIETVELD Supandi Suminta; Evvy Kartini
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.087 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2005.6.2.4862

Abstract

ANALISIS STRUKTUR KRISTAL NaPO3 PADA SUPERIONIK KOMPOSIT (AgI)0,5 (NaPO3)0,5 DENGAN METODE RIETVELD. Telah berhasil disintesis bahan baru superionik komposit (AgI)0,5 (NaPO3)0,5, melalui metode pendinginan cepat. Pengukuran struktur kristal dilakukan menggunakan Difraktometer Sinar-X di Departemen Fisika Universitas Ibaraki, Jepang. Profil pola difraksi Sinar-x bahan baru tersebut memperlihatkan beberapa puncak Bragg menunjukkan kesesuaian dengan kristal presipitat (NaPO3 )n dan kristal -AgI. Analisis struktur kristal dengan metode Rietveld pada fasa natrium meta-fosfat (NaPO3 )n dan fasa -AgI, telah dilakukan. Hasil refinement masing-masing fasa menunjukkan bahwa struktur kristal presipitat tersebut teridentifikasi dari campuran fasa natrium meta-fosfat (NaPO3)n, simetri grup ruang I41/a No.88, tetragonal, parameter kisi a = b = 13,32(3)Å dan c = 6,22(3) Å dan fasa γ-AgI simetri grup ruang F-43m No 216, FCC dengan parameter kisi a = 6,49(3). Tiga puncak kuat pada refleksi hk0 dengan intensitas tinggi berasal dari presipitat (NaPO3)n terletak pada sudut 2θ = 19,144o bidang (220), 2θ = 26,009o, bidang (400) dan 2θ = 30,45o bidang (420). Hasil difraksi ini menunjukkan bahwa presipitat tersebut, benar-benar presipitat dari kristal NaPO3 bukan amorf. Sedangkan puncak lainnya merupakan puncak fasa γ-AgI pada sudut 2 = 39,183o bidang (220) yang berimpit dengan puncak presipitat (NaPO3)n, pada sudut 2 = 38,783o bidang (251). Satu puncak tunggal dengan intensitas tinggi, terletak pada sudut 2θ = 23,690o bidang (111) adalah milik fasa γ-AgI. Beberapa puncak Bragg yang muncul teridentifikasi berasal dari struktur kristal presipitat NaPO3 dan fasa γ-AgI.
STUDI DIFRAKSI NEUTRON PADA FASA HIJAU Y2BaCuO5 E. Sukirman; W. Ari Adi; D. Sahidin Winatapura; Supandi Suminta; Refai Muslih
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.578 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2005.6.2.4859

Abstract

STUDI DIFRAKSI NEUTRON PADA FASA HIJAU Y2BaCuO5. Studi difraksi neutron pada fasa hijau Y2BaCuO5 telah dilakukan dengan metode Rietveld. Hasil analisis menunjukkan bahwa fasa hijau Y2BaCuO5 telah mengkristal ke dalam sistem ortorombik dengan grup ruang Pnma, No. 62, parameter kisi : a = 12,184(3) Å, b = 5,662(1) Å, c = 7,135(2) Å, volume sel satuan V = 492,3(2) Å3 dan kerapatan D = 6,132 g/cm3 dan terdapat kekosongan pada titik tempat atom Y dan Cu. Vibrasi termal terkuat kedua atom Y1 dan Y2 adalah pada arah sumbu-y berturut-turut dengan parameter suhu U22 = 12(5) dan 11(4) x10-3Å2. Pada arah sumbu-x terjadi vibrasi yang lebih kuat bagi atom Ba dengan parameter suhu U11 = 17(1) x10-3Å2. Harga parameter suhu terbesar bagi atom Cu adalah U22 = 9(5) x10-3Å2. Ini berarti pada arah sumbu-y terjadi vibrasi yang lebih kuat bagi atom Cu. Besar atau kecilnya parameter suhu sebuah atom, terkait dengan ukuran dan bentuk rongga tempat kedudukan atom tersebut di dalam sel satuan. Jadi ukuran dan bentuk rongga yang secara sistematis membatasi vibrasi termal atom-atom di dalam kristal.