Agus S. W.
Pusat Penelitian Fisika (P2F)-LIPI Kompleks Puspiptek, Serpong 15314, Tangerang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KOMPOSISI, SUHU DAN ALAT MILLING PADA FENOMENA PEMBENTUKAN NANOTUBE SISTEM Bi-Mn-O DENGAN MECHANICAL ALLOYING. Wahyu Bambang W.; Suryadi Suryadi; Widhya B.; Wahyu F.M.I. Amal; Alfian N.; Agus S. W.; Nurul T. R.
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.287 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5151

Abstract

PENGARUH KOMPOSISI, SUHU DAN ALAT MILLING PADA FENOMENA PEMBENTUKAN NANOTUBE SISTEM Bi-Mn-O DENGAN MECHANICAL ALLOYING. Studi tentang pengaruh komposisi, suhu, dan alat milling pada pembentukan nanotube Bismuth Oxide sistem Bi-Mn dengan Mechanical Alloying (MA) telah dilakukan. Bubuk Bi dan Mn dengan komposisi Bi-20 %at Mn dan Bi-50 % at Mn diproses dengan metode Mechanical Alloying menggunakan Planetary Ball Mill dan High Energy Milling (HEM) untuk menghasilkan bubuk paduan Bi-Mn berorde nanometer. Suhu pada proses divariasikan untuk melihat pengaruh suhu pada proses pembentukan paduan dengan variasi suhu kamar (± 25 oC), suhu 0 oC, dan suhu di bawah 0 oC (-50 oC). Bubuk yang telah diproses dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Energized Scanning Electron Microscopy (ESEM) dan Energy Dispersive Spectroscopy (EDS). Hasil analisis struktur memperlihatkan penurunan dan pelebaran spektrum difraksi yang menandakan proses penghalusan butiran. Hasil analisis strukturmikro memperlihatkan munculnya fenomena nanotube yang dikonfirmasi sebagai bismuth oxide oleh analisis EDS. Dari hasil analisis strukturmikro, terlihat pengaruh yang kuat dari komposisi campuran bubuk, suhu proses dan alat milling yang digunakan terhadap fenomena pemunculan nanotube.