Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Inclusion into and Exclusion from SRI-KEHATI Index on Stock Return in Indonesia Stock Exchange Lani Diana
iBuss Management Vol 7, No 3 (2019): iBuss Management
Publisher : iBuss Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The establishment of Indonesian Biodiversity Foundation (KEHATI) has encouraged the growth of green economy in Indonesia. Collaborated with the Indonesian Stock Exchange (IDX), KEHATI launched SRI-KEHATI Index which consists of 25 well-performed and sustainable companies with good corporate governance and concern to its environment. Hence, the companies which are listed in this index can be considered as good and sustainable companies. The index assesses its members twice annually, and might exclude its current members and include new stocks which fulfill the selection criteria. This condition encourages the researcher to find the impact of inclusion (exclusion) of companies into (from) this index toward the stock returns from 2009 to 2017.This research has collected 34 company stocks for the inclusion event and 17 company stocks for the exclusion event and analyzed using event study methodology. Event window used in this study is 11 days consisting of five days before and after the inclusion or exclusion event. The results show that the cumulative abnormal return had insignificant negative differences before and after the inclusion event. Meanwhile, cumulative abnormal return had insignificant positive differences before and after the exclusion event. Keywords: SRI-KEHATI Index, event study, cumulative abnormal return, inclusion event, exclusion event
De-Konvergensi Ruang Media di Indonesia Lani Diana
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9 No 2 (2017): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1298.922 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v9i2.808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana resistensi kultur, kualitas produk berita, serta beban kerja wartawan memengaruhi perubahan model bisnis media Tempo dari newsroom terkonvergensi menjadi de-convergence. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan jenis dan sifat kualitatif deskriptif. Penelitian ini fokus pada paradigma konstruktivis di mana peneliti berusaha menilik konstruksi sosial yang diciptakan kelompok sosial atas teknologi. Untuk melengkapi bahan, peneliti menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yakni wawancara, observasi, dan dokumen. Beberapa teori dan konsep penelitian, di antaranya Social Construction of Technology (SCOT), relevant social group (kelompok sosial yang relevan), interpretative flexibility (fleksibilitas interpretasi), closure and stabilization (penutupan dan stabilisasi), wider context (konteks yang lebih luas), de-convergence, resistensi kultur, serta kualitas produk dan beban kerja wartawan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Tempo tidak lagi menerapkan konvergensi integrated newsroom (newsroom 3.0). Penyebabnya lantaran adanya definisi ulang konsep konvergensi, resistensi kultur, dan bertambahnya beban kerja wartawan yang disertai dengan penurunan kualitas konten. Penurunan kualitas konten pun berdampak pada berkurangnya sirkulasi media cetak. Di sisi lain, pendapatan iklan Majalah Tempo dan Koran Tempo merosot. Hal ini mengindikasikan bahwa konsep konvergensi terintegrasi tidak efektif bagi Tempo untuk mempertahankan bisnis medianya, khususnya media cetak. Untuk mengantisipasi penurunan profit, Tempo memutuskan de-convergence dan mengimplementasikan strategi konvergensi baru. Strategi itu adalah mengembangkan platform digital Majalah Tempo dan Koran Tempo berupa aplikasi. Aplikasi tersebut tak sekadar menawarkan berita yang dikemas dalam format PDF, tetapi juga interaktivitas. Kata Kunci: de-convergence newsroom, konvergensi media, Tempo, social construction of technology.