Elman Panjaitan
Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir (PTBIN)-BATAN Kawasan Puspiptek, Serpong 15314, Tangerang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SIFAT MEKANIK PERMUKAAN BAHAN AISI H-13 AKIBAT PROSES NITRIDASI Elman Panjaitan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.834 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.2.4736

Abstract

SIFAT MEKANIK PERMUKAAN BAHAN AISI H-13 AKIBAT PROSES NITRIDASI. Telah dilakukan penelitian sifat mekanik permukaan bahan AISI H-13 sebagai akibat proses nitridasi pada suhu 525 oC dan 550 oC dengan laju aliran gas NH3 sebesar 4,5 L/menit selama 6 jam. Pengamatan sampel ternitridasi meliputi volume terabrasi dari permukaan sampel, uji kekerasan makro dan mikro menggunakan metode Vickers, perilaku mikrostruktur menggunakan mikroskop optik dan pembentukan fasa menggunakan difraksi sinar–X. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketahanan aus dan kekerasan bahan ternitridasi meningkat. Volume abrasi terendah mencapai 0,0396mm3 sedangkan kekerasan permukaan meningkat hingga 402,92 HVN. Peningkatan ini dianalisis disebabkan oleh terbentuknya lapisan fasa F3N pada permukaan AISI H-13 dengan ketebalan sebesar 130 μm.
KARAKTERISASI FISIK LIPOSOM ASAM SALISILAT MENGGUNAKAN MIKROSKOP ELEKTRON TRANSMISI Elman Panjaitan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.693 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4702

Abstract

KARAKTERISASI FISIK LIPOSOM ASAM SALISILAT MENGGUNAKAN MIKROSKOP ELEKTRON TRANSMISI. Telah dilakukan karakterisasi fisik liposom yang diformulasikan dari asam salisilat dengan metode lapis tipis berbahan dasar lesitin kedelai dan kolesterol. Formula yang terbentuk diamati menggunakan mikroskop optik dan Transmission Electron Microscope (TEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam salisilat dapat diformulasikan dalam liposom. Kombinasi lesitin kedelai dan kolesterol (600 mg : 20 mg) merupakan formula terbaik, liposom berbentuk vesicle sferis dan berukuran 70 nm sampai dengan 800 nm.