Yenny Meliana
Pusat Penelitian Kimia - LIPI

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTERISASI SEDIAAN TOPIKAL ANTI AGING DARI KOMBINASI EKSTRAK PEGAGAN DAN KULIT BUAH MANGGIS Yenny Meliana; Melati Septiyanti
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 4: JULI 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.63 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.4.4180

Abstract

KARAKTERISASI SEDIAAN TOPIKAL ANTI AGING DARI KOMBINASI EKSTRAK PEGAGAN DAN KULIT BUAH MANGGIS. Pegagan mengandung bahan aktif triterpenoid yang mempunyai aktivitas penyembuh luka dan asiaticoside yang berfungsi meningkatkan perbaikan dan penguatan sel-sel jaringan kulit, mengurangi sklerosis, menstimulasi pertumbuhan kuku, rambut dan jaringan ikat. Kulit buah manggis yang mengandung senyawa aktif alfa-mangostina, gamma-mangostin dan garsinon-E memiliki aktifitas farmakologi sebagai anti inflamasi dan anti oksidan. Kombinasi kedua ekstrak diharapkan dapat mengurangi tanda-tanda penuaan. Kedua bahan aktif ini diracik dalam sediaan topikal dan diharapkan memiliki bentuk nano emulsi yang akan mengakibatkan cepat terserapnya kandungan bahan aktif ke jaringan kulit. Oleh karena itu perlu dilakukan karakterisasi untuk mengetahui dan memastikan ukuran partikel dari sistem emulsi serta kestabilan sediaan topikal berdasarkan parameter pH dan indeks bias. Hasil karakterisasi menunjukkan sistem emulsi produk yang dihasilkan dalam bentuk emulsi mikro dengan ukuran partikel antara 7-20 µm. Nilai indeks bias tidak menunjukkan perubahan yang signifikan untuk produk krim emulsi dengan variasi perlakuan homogenisasi. Berdasarkan parameter dari sistem pH yang diamati selama 20 hari terbukti krim emulsi anti aging yang dihasilkan stabil dengan nilai pH di antara 4,42 sampai dengan 4,85.
KARAKTERISASI SIFAT TERMAL DAN OPTIK POLYDIMETHYLSILOXANE SEBAGAI LENSA INVERS Yenny Meliana; Andinnie Juniarsih; Juvitha Anggraini
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 18, No 4: JULI 2017
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.321 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2017.18.4.4149

Abstract

Polydimethylsiloxane (PDMS) adalah karet silikon yang stabil secara fisik dan kimia dan telah tersedia komersial. PDMSmerupakanmaterial polimer dengan rentang indeks bias 1,47-1,55 danmempunyai karakter transparansi yang tinggimencapai 95%sehingga bahan ini baik digunakan sebagai alat optik sederhana berupa lensa invers. Penelitian ini bertujuan untuk membuat lensa invers dari polimer PDMS serta mengetahui sifat optik dan termalnya.Tahapan penelitian lensa invers meliputi: pencampuran antara base PDMS dengan curing agent PDMS dengan perbandingan 10 :1, kemudian dilakukan proses penetesan diatas slide kaca lalu dibalikkan (invers) dengan variasi jumlah tetesan 2,3 dan 4 drop dan terakhir dilakukan proses curing dengan variasi suhu curing 70 °C, 80 °C, dan 90 °C. Karakterisasi bahanmeliputi analisismorfologi lensamenggunakan SEM/EDX, intensitas cahaya menggunakan luxmeter serta analisis nilai transtition glass (Tg) menggunakan TGA/DTA. Hasil karakterisasi analisis luxmeter menunjukkan semakin rendah suhu curing semakin tinggi intensitas cahaya yang dapat menembus lensa. Foto SEM memeperlihatkan adanya gelembung pada lensa. Semakin besar volume lensa maka semakin sedikit gelembung pada lensa. Hasil analisis menggunakan TGA memperlihatkan untuk rentang suhu pemanasan antara 70 °C hingga 90 °C nilai suhu degradasi (Td) lensa invers tidak berpengaruh signifikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lensa yang baik adalah pada variasi 4 tetes dan suhu curing70 °C dengan nilai intensitas 177 lux dan nilai Td sebesar 301,5 °C