Safei Purnama
Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir (PTBIN) - BATAN Kawasan Puspiptek Serpong 15314, Tangerang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMILIHAN BAHAN PEMEGANG KAWAT NIKELIN UNTUK SISTEM PEMANAS Eddy Santoso; Safei Purnama
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.201 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4727

Abstract

PEMILIHAN BAHAN PEMEGANG KAWAT NIKELIN UNTUK SISTEM PEMANAS. Pengukuran konduktivitas ionik bahan sebagai fungsi suhu dapat dilaksanakan apabila tersedia sebuah pemanas yang dibuat khusus sesuai dengan kebutuhan. Untukmenunjang penelitian tersebut dilakukan percobaan untuk mendapatkan bahan untuk pemegang elemen pemanas yang tahan suhu tinggi, mudah didapat di pasaran lokal dan diproses dengan metode cor. Pada penelitian ini telah dicoba beberapa bahan untuk pemegang elemen pemanas yaitu tanah liat, kompon gibsum, semen putih dan semen abu-abu. Hasil uji menunjukkan bahwa bahan yang baik untuk pemegang elemen pemanas kawat nikelin adalah semen abu-abu. Sistem pemanas yang dikontrol dengan suhu kontrol TZ4M-14S, telah diuji dari suhu kamar sampai 450 °C dengan ketelitian ± 0,5 °C dan sistem pemanas dapat digunakan sampai suhu maksimum 700 °C.
EFEK IRADIASI γ TERHADAP BAHAN KONDUKTOR (CuI)0,5(β-Al2O3)0,5 P. Purwanto; Safei Purnama; E. Sukirman; Wisnu Ari Adi
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.431 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5088

Abstract

EFEK IRADIASI γ TERHADAP BAHAN KONDUKTOR (CuI)0,5(β-Al2O3)0,5. Bahan konduktor (CuI)0,5(β-Al2O3)0,5 dapat dibuat dengan reaksi padatan yaitu pencampuran antara CuI dengan B-Al2O3. Bahan konduktor di pelet dengan tekanan 8,43x107 N/m2 dengan diameter 1,5 cm. Kemudian bahan konduktor padat dilakukan iradiasi-γ dengan laju dosis 10 kGy, 30 kGy dan 50 kGy. Pengukuran konduktivitas dilakukan dengan alat LCR meter pada frekuensi 0,1 Hz-1000 Hz. Nilai konduktivitas konduktor padat (CuI)0,5(β-Al2O3)0,5 sebelum iradiasi-γ 5,36x10-4 S/cm sampai 4,88x10-3 S/cm, sedangkan sesudah iradiasi-γ adalah 5,77 x 10-4 S/cm sampai 15,82x10-3 S/cm. Penentuan struktur kristal dilakukan dengan teknik difraksi sinar-X. Pola difraksi sinar-X pada bahan konduktor padat (CuI)0,5(β-Al2O3)0,5 menunjukkan bahwa struktumya adalah CuI.