Didin S. Winatapura
Puslitbang Iptek Bahan (P3IB) – BATAN Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang 15314

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH UKURAN SERBUK TERHADAP RAPAT ARUS KRITIS SUPERKONDUKTOR YBa2Cu3O7-x Wisnu Ari Adi; Grace Tj. S.; Didin S. Winatapura; E. Sukirman; Ari Handayani; Octavianus Octavianus
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 4, No 3: JUNI 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.873 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2003.4.3.4868

Abstract

PENGARUH UKURAN SERBUK TERHADAP RAPAT ARUS KRITIS SUPERKONDUKTOR YBa2Cu3O7-x. Pengukuran rapat arus kritis (Jc) superkonduktor YBa2Cu3O7-x sebagai fungsi dari ukuran serbuk dengan menggunakan metode four point probe telah dilakukan di laboratoriumbidang bahan maju. Untuk memperoleh perbedaan ukuran serbuk pada sampel digunakan 3 ukuran ayakan, yaitu: 100 mesh, 200 mesh dan 300 mesh. Variasi ukuran serbuk terdiri dari 4 bagian, yaitu : -100 mesh (x >150 μm), +100/-200 mesh (75 < x ≤ 150 μm), +200/-300 mesh (49 < x ≤ 75 μm), dan +300 mesh (x ≤ 49 μm). Analisis kualitatif menunjukkan bahwa keempat sampel memiliki fasa yang sama dengan suhu transisi kritis (Tc) sebesar 91,1 K. Hasil pengukuran rapat arus kritis (Jc) adalah 14.404, 15.713,19.641, dan 20.951 A.m-2 berturut-turut untuk ukuran serbuk x >150, 75 < x ≤ 150, 49 < x ≤ 75, dan x ≤ 49 μm. Dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa semakin kecil ukuran serbuk maka semakin besar harga Jc yang diperoleh sebab densitas sampel semakin tinggi. Hasil ini sesuai dengan prediksi dari Choi dan kawan-kawan bahwa Jc meningkat akibat ukuran serbuk semakin kecil. Namun untuk ukuran serbuk x ≤ 75 μm kenaikan dJc/dx cukup kecil (awal daerah plateau). Jadi untuk memperoleh bahan superkonduktor dengan Jc yang cukup tinggi maka diperlukan prekusor dengan ukuran serbuk kurang dari atau sama dengan 75 μm.