Yustinus Purwamargapratala
Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir (PTBIN) - Badan Tenaga Nuklir Nasional Kawasan Puspiptek, Serpong 15314, Tangerang Selatan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH POROGEN TERHADAP STRUKTUR DAN KONDUKTIVITAS HIDROKSIAPATIT. Yustinus Purwamargapratala; Sudaryanto Sudaryanto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 2: JANUARI 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.363 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.2.4365

Abstract

PENGARUH POROGEN TERHADAP STRUKTUR DAN KONDUKTIVITAS HIDROKSIAPATIT. Penelitian pengaruh porogen terhadap struktur dan konduktivitas hidroksiapatit telah dilakukan. Hidroksiapatit digunakan sebagai bahan pengganti tulang atau gigi. Transportasi ion dalam hidroksiapatit tersebut dipengaruhi oleh nilai konduktivitas. Hidroksiapatit berpori dapat dibentuk dengan cara penambahan porogen berupa polivinil alkohol (PVA), hidrogen peroksida (H2O2), etilen glikol (EG), dan polietilen glikol (PEG). Hidroksiapatit disintesis dari kalsium hidroksida dan asam fosfat dengan atau tanpa penambahan porogen melalui tahapan kalsinasi 900 oC selama 4 jam. Hasil pengukuran difraksi sinar-X (XRD) yang dibandingkan dengan JCPDS No.011008 menunjukkan bahwa pola difraksi sinar-X hidroksiapatit hasil sintesis sama dengan bahan standar produk Aldrich yang menunjukkan penambahan porogen tidak mengubah strukturmikro hidroksiapatit. Ukuran partikel dan regangan hidroksiapatit semakin membesar dengan adanya penambahan konsentrasi porogen hidrogen peroksida, etilen glikol, polivinil alkohol, atau polietilen glikol sampai konsentrasi 2,5 %. Ukuran partikel dan regangan terbesar didapat pada penambahan porogen polietilen glikol 2,5 % yaitu sebesar 6,31 nm dan regangan 6,17. Penambahan porogen mengakibatkan kristalinitas hidroksiapatit akan semakin mengecil, kritalinitas terkecil terjadi pada penambahan polietilin glikol 2,5% yaitu sebesar 73%. Hasil analisis konduktivitas menggunakan Impedance Conductance Resistance (LCR) meter menunjukkan bahwa penambahan porogen dapat menurunkan konduktivitas hidroksiapatit. Konduktivitas terendah diperoleh pada penambahan porogen PEG 2,5 % yaitu 10-9,1099 S.cm-1 dan konduktivitas tertinggi pada penggunaan polivinil alkohol 2,5 % yaitu 10-7,7383 S.cm-1