Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH IRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN STEK PUCUK KRISAN (Chrysanthemum morifolium Ramat.) CV. PINK FIJI Ita Dwimahyani
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 3, No 1 (2007): Juni 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.323 KB) | DOI: 10.17146/jair.2007.3.1.554

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh iradiasi sinar gamma terhadap pertumbuhan stek pucuk krisan kultivar Pink Fiji. Stek pucuk yang telah berakar diiradiasi dengan sinar gamma masing-masing dengan dosis 0, 10, 15, 20 dan 25 Gy, kemudian ditanam di rumah plastik daerah Gadog, Ciawi. Pertumbuhan tanaman dari masing-masing dosis menunjukkan perbedaan, baik dalam tinggi tanaman maupun dalam proses pembungaan. Tanaman dosis 15 Gy ke atas berbunga lebih lambat dan tanaman menjadi kerdil. Dosis optimal untuk iradiasi kultivar Pink Fiji adalah 10-15 Gy. Mutasi yang diperoleh terbanyak adalah warna bunga kuning, kemudian diikuti oleh orange, putih, pink gelap dan pink pucat.
METODE SUSPENSI SEL UNTUK MEMBENTUK SPOT HIJAU PADA KULTUR IN-VITRO GALUR MUTAN TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L) Ita Dwimahyani
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 3, No 2 (2007): Desember 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.475 KB) | DOI: 10.17146/jair.2007.3.2.559

Abstract

Jarak pagar sangat berpotensi sebagai energi alternatif (biofuel), karena mampu menghasilkan minyak nabati yang dapat diolah menjadi bahan bakar pengganti energi fosil. Peningkatan permintaan akan biodiesel mendorong ketersediaan bibit tanaman jarak pagar yang berkualitas. Untuk memenuhi hal tersebut pembibitan tanaman jarak pagar dalam skala besar sangat dibutuhkan. Metode perbanyakan dengan suspensi sel diharapkan dapat menghasilkan bibit tanaman jarak pagar yang benar-benar homogen. Telah dilakukan pengujian laboratorium untuk menguji keefektifan metoda sel suspensi dengan eksplan kotiledon galur mutan jarak pagar (JH-38) yang mempunyai keunggulan pada tinggi tanaman, umur genjah dan berbuah terus menerus. Dua jenis media pertumbuhan untuk induksi kalus yaitu media A (MS + 2,4-D 2,0 mg/l + BAP 0,5 mg/l + ekstrak malt 0,1 g + agar 8,0 g/l) dan B (MS + 2,4-D 3,0 mg/l + BAP 0,5 mg/l + ekstrak malt 0,1 g + agar 8 g/l). Untuk media regenerasi digunakan media cair dengan komposisi media induksi tetapi tanpa agar. Untuk media regenerasi setelah proses sel suspensi digunakan media padat ECS (Embryogenic Cell Suspension) dengan komposisi MS + glutamin 0.5 g + casein hidrolisat 0,5 g + IAA 0,5 mg/l + BAP 3 mg/l + agar 8,0 g/l. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pertumbuhan diameter kalus optimum diperoleh eksplan JH-38/3 yang diinduksikan dengan media A. Tingkat pertumbuhan sel embriogenik berkisar dari 0 sampai 130 %. Persentase pembentukan spot hijau optimum diperoleh dari eksplan JH-38/1 yang diinduksi dengan media A