Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RESPON GALUR MUTAN PADI SAWAH BERUMUR GENJAH TERHADAP BERBAGAI TAKARAN PUPUK NPK DAN PENGAIRAN Haryanto .
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 6, No 1 (2010): Juni 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.786 KB) | DOI: 10.17146/jair.2010.6.1.512

Abstract

Permasalahan yang dihadapi pada program penanaman 4 kali setahun (IP400) adalahterkurasnya unsur hara tanah dan besarnya air yang dibutuhkan oleh tanaman padi. Untuk mengatasi masalah ini perlu dihasilkan varietas genjah yang hemat pupuk dan air dengan cara menguji galur-galur mutan genjah tersebut pada berbagai cara pengairan dan takaran pupuk NPK. Penelitian terhadap beberapa galur mutan harapan dan tanaman kontrol dilakukan di lapangan. Analisis unsur haradilaksanakan di laboratorium Pemupukan dan Nutrisi Tanaman PATIR-BATAN. Untuk mengukur kelembapan tanah dalam perlakuan pengairan digunakan Neutron Probe. Perlakuan yang dicobakan adalah tiga cara pengairan (digenangi terus menerus, diairi kemudian dibiarkan selama 10 hari, dan dibiarkan selama 15 hari)serta empat taraf pemupukan NPK (0, 25, 50, dan 100%). Hasil yang diperoleh adalah rata-rata produksi per hektar untuk galur/varietas yang diujicobakan berturutturut galur OBS 1705 (9,3597 t), varietas Cimelati (8,9631 t), galur OBS 1700 (8,9192t), varietas Diah Suci (8,7706), galur OBS 1713 (8,2797 t), galur OBS 1703 (8,2733 t), galur 1718 (8,2489 t), dan galur 1704 (8,0019 t). Secara statistik produksi rata-ratayang diperoleh pada berbagai tingkat pemupukan NPK dan cara pengairan paling tinggi adalah galur OBS 1705 dan ini tidak berbeda nyata dengan varietas Cimelati, tetapi berbeda nyata dengan OBS 1700, varietas Diah Suci, OBS 1713, OBS 1703, OBS 1718 dan OBS 1718. Galur OBS 1704 sangat tanggap terhadap pemupukan NPK ditunjukkan oleh adanya produksi gabah kering yang meningkat secara tajam pada pemberian pupuk NPK yang sangat rendah (25%). Selain itu galur OBS 1704 memberikan respon yang baik pada pengairan berselang 15 hari. Semua galur mutan yang diujikan secara statistik mempunyai serapan N-total dalam gabah yang lebihtinggi secara nyata daripada varietas induknya.
PENGARUH PUPUK FOSFAT ALAM PADA TANAH MASAM TERHADAP PERTUMBUHAN JAGUNG SERTA SERAPAN N-ZA DAN N-UREA Haryanto .; Komaruddin Idris; Rafli I. Kawalusa; Elsje L. Sisworo
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 4, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2008.4.2.548

Abstract

Sebuah percobaan pot telah dilakukan di rumah kaca IPB Darmaga, bertujuan untuk mempelajari pengaruh pupuk fosfat alam (FA) pada tanah masam terhadap pertumbuhan tanaman jagung dan serapan N berasal dari ZA (N-Z) dan Urea (N-U). Jenis tanah yang digunakana adalah Typic Dystrudepts yang mempunyaisifat kimia dan fisik antara lain pH rendah dan kandungan pasir cukup tinggi. Tanah ini memiliki daya fiksasi terhadap unsur P yang tinggi sehingga kurang tersedia bagi tanaman. Oleh karena sifat tanah yang masam, maka ketika pupuk fosfat alamdiaplikasikan ke tanah tersebut akan lebih terlarut. Interaksinya dengan pupuk yang lain berpengaruh pada serapan N oleh tanaman. Tanaman percobaan yang digunakan adalah jagung varietas Pioneer. Tiga taraf pemupukan fosfat alam yaitu setara dengan 0, 50, dan 100 kg P2O5/ha dikombinasikan dengan pupuk ZA dan Urea masing-masing tiga taraf yaitu setara dengan 0, 50, dan 100 kg N/ha. ZA dan Urea bertanda 15N dengan atom ekses masing-masing sebesar 9,984 % dan 9,754 % diaplikasikan pada percobaan ini untuk mempelajari serapan N oleh tanaman jagung.Panen dilakukan pada saat pertumbuhan vegetatif maksimum yaitu 40 hari setelah tanam. Parameter yang diamati antara lain pertumbuhan tanaman dinyatakan dalam bobot kering (g), persentase N-total, serapan N-total (mg N/tanaman) serta persentase dan serapan N-berasal dari ZA dan Urea (% N-Z/U, serapan N-Z/U dinyatakan dalam mg N/tanaman). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa baik pemberian N-ZA (NZ)maupun N-urea (N-U) dan P (FA) secara sendiri-sendiri maupun gabungan dapat mendorong pertumbuhan tanaman (bobot kering, g/tanaman) dan serapan N-total (mg N/tanaman) serta % atom ekses 15N. Dalam hal ini pupuk P (FA) memberikan pengaruh yang lebih dominan dibandingkan dengan pupuk N. Terdapat interaksiyang nyata antara pemberian N (pupuk ZA/Urea) dan P (fosfat alam) sehingga untuk memberikan kedua jenis pupuk tersebut secara bersamaan perlu dipertimbangkan adanya pemberian yang seimbang takarannya agar dapat diperoleh serapan N yangpaling optimal.
USING THE N-15 METHOD TO DETERMINE N-SOIL, N-GREEN MANURE, AND N-UREA AVAILABILITY AFTER SIX SEASONS IN AN ALLEY CROPPING SYSTEM Elsje L. Sisworo; Haryanto .; Ania Citraresmini
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 2, No 2 (2006): Desember 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2006.2.2.571

Abstract

Nitrogen (N) is the most important nutrient for crop growth and production. This study was conducted to determine whether in each of six seasons and after these seasons the N-soil, N-green manure, N-green manure + urea, and N-urea is still available for crops. Upland rice and corn were planted successively for six seasons. In each season upland rice and corn were planted andapplied with N-fertilizers at rate of: control (0N), N1 (100% green manure), N2 (50% green manure + 50% urea), N3 (100% urea). N-15 labelled urea was added at each season to determine the A-value of the crops. In each seasons it was shown that crops used N-soil as well as N-fertilizer. With the increase of the availability of N-fertilizers the use of N-soil decrease and so couldpreserve N-soil. With preservation of N-soil it could be assumed that soil quality has increased. The N-15 method could be used to determine the availability at each fertilizer rate’s in each season and at the end of the sixth season.