Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

APLIKASI ISOTOP ALAM 18O, 2H DAN 14C UNTUK STUDI AIR TANAH DI KEPULAUAN SERIBU Bungkus Pratikno; Zainal Abidin; Paston Sidauruk
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 5, No 1 (2009): Juni 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.094 KB) | DOI: 10.17146/jair.2009.5.1.526

Abstract

Telah dilakukan studi air tanah di beberapa pulau di wilayah kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Studi dilakukan denganmengambil contoh air tanah dari sumur bor dengan kedalaman 150 m di empat lokasi pengambilan contoh yang meliputi Pulau Lancang, Pulau Tidung Besar, Pulau Pramuka dan Pulau Panggang. Metode isotop alam 18O dan 2H dan carbon dating 14C telah digunakan dalam studi ini. Tujuan studi ini selain untuk mengetahui umur air tanah pada ke empat pulau tersebut juga untuk mengetahui adanya intrusi air laut yang masuk kedalam aquifer air tanah, sebagai usaha dalam rangka konservasi air tanah. Berdasarkan hasil carbon dating (isotop 14C) umur air tanah di ke empat pulau tersebut secara umum berada pada kisaran 20.000 tahun yang memberikan indikasibahwa ketersedian air tanah dalam masih cukup, sedangkan analisis komposisi isotop alam 18O dan deuterium menunjukkan bahwa air tanah telah mengalami intrusi air laut.
PENELITIAN POLA STRATIFIKASI AIR WADUK JATILUHUR DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PERUNUT ISOTOP ALAM Paston Sidauruk; Alip .; Bungkus Pratikno
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 2, No 2 (2006): Desember 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.599 KB) | DOI: 10.17146/jair.2006.2.2.568

Abstract

Penyelidikan pola stratifikasi waduk Jatiluhur telah dilakukan dengan menggunakan teknik perunut isotop alam yang ditunjang dengan parameter insitu seperti kadar oksigen terlarut dan suhu air waduk. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan contoh air pada kedalaman yang berbeda pada dua periode yaitu pada bulan Juli 2004 dan September 2004. Untuk setiap contoh yang diambil, pengukuran parameter suhu dan oksigen terlarut dilakukan secara insitu sedangkan analysis kelimpahan relatif Oksigen-18 daricontoh dilakukan di laboratorium PATIR-BATAN di Jakarta. Hasil penelitian baik dari isotop alam maupun parameter suhu dan oksigen terlarut menunjukkan adanya stratifikasi pada air waduk khususnya di daerah bagian tengah waduk yang kedalamannya > 16 m. Hal ini dapat dilihat dari besaran parameter suhu, oksigenterlarut dan kelimpahan relatif oksigen-18 dan variasinya sebagai fungsi kedalaman. Dari dua kali pengamatan yang dilakukan, besaran parameter yang diamati sebagai fungsi kedalaman menunjukkan pola yang sama yaitu terjadinya penurunan suhu,oksigen terlarut maupun kelimpahan relatif oksigen-18 dengan bertambahnya kedalaman. Namun karena keterbatasan alat pengambil contoh air yang digunakan dan waktu pengamatan, lapisan stratifikasi epilimnion, methalimnion, dan hypolimnion tidak dapat diidentifikasi secara jelas.
MEMPELAJARI INTERKONEKSI ANTARA SUMUR PANTAU BENDUNGAN SENGGURUH DENGAN PERUNUT TRITIUM Paston Sidauruk
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 4, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.611 KB) | DOI: 10.17146/jair.2008.4.2.543

Abstract

Penelitian interkoneksi antara sumur pantau sekitar bendungan Sengguruh telah dilakukan dengan metode perunut radio isotop tritium. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan contoh air dari 16 titik (13 berupa sumur pantau dan 3 berupa air keluaran) yang berada di sekitar bendungan beberapa saat setelah injeksi perunut tritium. Pengambilan contoh dilakukan secara berkala dengan frekuensi pengambilan lebih rapat pada awal penelitian dan kemudian direnggangkan sebagai fungsi waktu. Untuk setiap contoh yang diambil dimasukkan dalam botol contoh untuk kemudian dinalisis di laboratorium PATIR-BATAN di Jakarta. Hasilinterpretasi analisis aktifitas tritium dari contoh yang dikumpulkan dari 16 titik pengambilan contoh menunjukkan adanya interkoneksi antara beberapa sumur pantau. Disamping itu juga, hasil interpretasi menunjukkan bahwa beberapa sumur pantau tidak berada pada akifer yang sama.
2-METOKSIETILAMIN SEBAGAI ALTERNATIF ABSORBER CO2 UNTUK ANALISIS 14C DALAM TANAH DAN AIR TANAH Satrio .; Paston Sidauruk
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 6, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2010.6.2.515

Abstract

Di laboratorium hidrologi PATIR BATAN, analisis 14C menggunakan Carbosorb sebagai absorber CO2 telah dikembangkan danditerapkan dalam berbagai penelitian khususnya tanah dan air tanah. Saat ini, keberadaanCarbosorbTM buatan Packard untuk analisis 14C sudah tidak tersedia di pasaran karena tidakdiproduksi lagi, sehingga perlu dicari bahan alternatif sebagai penganti. Salah satu bahan pengganti Carbosorb adalah 2-metoksietilamin yang cukup tersedia di pasaran. Tujuan studiini adalah mengetahui kemampuan 2-metoksietilamin untuk analisis 14C sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif absorber. Dari beberapa kali analisis diperoleh data bahwa untuk larutan 2-metoksietilamin (M)/Sintilator (S) 21 ml memiliki daya serap antara 2,61 - 3,08 gram CO2 atau setara dengan kandungan 14C antara 0,713 — 0,810 gram, temperatur jenuh sekitar 53oC dan terjadi peningkatan massa jenis larutan dari semula 0,866 gram/ml menjadi sekitar 0,974 gram/ml. Hasil pengujian background dan standar yang dilakukan sebanyak tiga kalipengulangan mendapatkan nilai cacahan yang relatif stabil, yang masing-masing 20,36 ± 0,10 cpm dan 32,74 ± 0,06 cpm. Dari hasil analisis beberapa sampel, nilai cacahannya berada diantara cacahan background dan standar yang menunjukkan bahwa sampel tersebut dapat ditentukan umurnya. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa 2-metoksietilamin sangat relevan sebagai absorber untuk analisis 14C tanah maupun air tanah.
PENELITIAN POLA PERGERAKAN AIR WADUK JATILUHUR SECARA LATERAL DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PERUNUT ISOTOP ALAM Paston Sidauruk
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 4, No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2008.4.1.538

Abstract

Penyelidikan pola pergerakan secara lateral air waduk Jatiluhur telah dilakukan dengan menggunakan teknik perunut isotop alam yang ditunjang dengan kandungan ion utama air. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan contoh air pada beberapa lokasi berbeda pada dua periode yaitu pada bulan Agustus 2004 dan Oktober 2004. Titik pengambilan contoh ditentukan sedemikian rupa sehingga dapat mewakili seluruh permukaan air waduk dari hulu hingga ke hilir waduk. Setiap contoh yang diambil dimasukkan dalam botol contoh untuk dinalisis kandungan ion utama maupun kelimpahan relatif Oksigen-18. Analysis dilakukan di laboratorium PATIR-BATAN, Jakarta. Hasil penelitian khususnya hasil interpretasi analisis kelimpahan isotop alam menunjukkan kelimpahan contoh yang diambil dari bagian tengah air waduk mempunyai kelimpahan isotop stabil oksigen-18 yang lebih rendah (depleted) jika dibanding dengan contoh yang diambil dari bagian pinggir waduk. Fenomena ini menunjukkan bahwa air waduk yang berada di tengah waduk mempunyai pergerakan yang lebih dinamis jika dibanding dengan air dibagian pinggir waduk. Hal ini juga dapat berarti bahwa air waduk menerima masukan dari air tanah lokal dari sekitar waduk
PENELITIAN BOCORAN BENDUNGAN SENGGURUH, MALANG, DENGAN TEKNIK PERUNUT RADIOISOTOP Paston Sidauruk; Wibagiyo .; Satrio -
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 6, No 1 (2010): Juni 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2010.6.1.511

Abstract

Penelitian bocoran bendungan Sengguruh, Malang, telah dilakukan dengan teknik perunut radioisotop. Penelitian ini dilakukan dengan menaburkan perunut radioisotop 198Au sekitar 20-30 meter di bagian hulu daerah yang diteliti dan dibiarkan 10 jam untuk bercampur dan bergerak mengikuti dinamika air waduk. Selama tahapan ini seluruh pintu keluar airharus tertutup rapat, sehingga pergerakan air diharapkan hanya disebabkan oleh bocoran yang terjadi. Posisi pergerakan radioisotop 198Au dapat dijejak dengan menggunakan detektor. Gambar isokontour cacahan hasil dari penjejakan ini dapat memberikan pola pergerakan sekaligus lokasi bocoran. Dari hasil interpretasi gambar isokontour cacahan yang dilakukan sebanyak enam kali dengan selang 1 hari antarapenjejakan menunjukkan adanya konsistensi pola pergerakan perunut 198Au yang mengerucut dan terkonsentrasi di suatu titik di sekitar pintu pelimpah waduk. Hal ini menunjukkan adanya bocoran disekitar pintu pelimpah waduk.