Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FLUKS DEPOSISI Zn DAN Cr DI MUARA CISADANE BERDASARKAN PROFIL 210Pb UNSUPPORTED DAN SIKLUS BANJIR 5 TAHUNAN Barokah Aliyanta; Ali Arman Lubis
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 3, No 1 (2007): Juni 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.822 KB) | DOI: 10.17146/jair.2007.3.1.551

Abstract

Pengukuran profil 210Pb unsupported dan logam berat Zn, Cr pada sedimen di Muara Cisadane telah dilakukan pada tahun 2002. Kedua sedimen core diambil masing-masing di Muara Tanjung Burung dan Muara Tiang Sampan. Profil 210Pb unsupported dapat digunakan untuk menghitung laju pengendapan dan untuk menghitung fluks deposisi Zn dan Cr berdasarkan siklus waktu 5 tahunan. Laju pengendapan sedimen kering di Muara Tanjung Burung adalah 4,142 gr/cm2/th, 2,518 gr/cm2/th dan 1,27 gr/cm2/th masing-masing untuk periode 1997- 2002, 1992-1997 dan 1987-1992. Laju pengendapan pada Muara Tiang Sampan sebesar 3,626 gr/cm2/th, 2,8 gr/cm2/th dan 1,41 gr/cm2/th masing-masing untuk periode 1997-2002, 1992-1997 dan 1987-1992. Fluks deposisi Zn : Cr di Muara Tanjung Burung adalah 4,867 gr/m2/th : 0,9 gr/m2/th, 3,515 gr/m2/th : 0,69 gr/m2/th dan 1,363 gr/m2/th : 0,2 gr/m2/th; masing-masing untuk periode 1997- 2002, 1992-1997 dan 1987-1992. Fluks deposisi Zn:Cr di Muara Tiang Sampan adalah 3,368 gr/m2/th : 0,703 gr/m2/th, 2,814 gr/m2/th : 0,574 gr/m2/th dan 1,593 gr/m2/th : 0,303 gr/m2/th; masing-masing untuk periode 1997- 2002, 1992-1997 dan 1987-1992.
MODEL ESTIMASI AKTIVITAS Cs-137 DALAM CONTOH TANAH MELALUI PERSENTASE ORGANIK KARBON DAN DEBU-LIAT Barokah Aliyanta
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 3, No 2 (2007): Desember 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.772 KB) | DOI: 10.17146/jair.2007.3.2.556

Abstract

Estimasi aktifitas Cs-137 dalam contoh tanah telah dilakukan di daerah Nganjuk melalui parameter kualitas tanah. Sebanyak 26 contoh tanah yang diambil dari daerah Nganjuk telah digunakan untuk membangun hubungan antara aktifitas Cs-137 dengan parameter kualitas tanah menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solutions). Parameter kimia contoh jauh lebih bervariasi dari parameter fisisnya. Aktifitas Cs-137 dalam tanah dapat dibangun melalui 2 parameter, yaitu persen total organik karbon dan persen kandungan debu-liat. Meskipun demikian, kedua parameter ini hanya dapat menerangkan 69,3 % aktifitas Cs-137, 30,7 % sisanya berkemungkinan besar disebabkan oleh 10 % dari kesalahan pengukuran, redistribusi tanah saat setelah hujan, sistim pertanian maupun cara olah tanah. Aktifitas Cs-137 di bawah limit deteksi juga dapat diestimasi melalui pendekatan parameter kualitas tanah, yang sangat berguna dalam estimasi kuantitatif laju erosi berdasarkan Model-Cs.
ESTIMASI LAJU EROSI LAHAN BERLERENG DI KABUPATEN NGANJUK DENGAN TEKNIK 137Cs Barokah Aliyanta; Rahmadi Suprapto
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 5, No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.826 KB) | DOI: 10.17146/jair.2009.5.2.530

Abstract

Penelitian erosi dengan menggunakan teknik 137Cs telah dilakukan di daerah Nganjuk. Penelitian dilakukan dalam cakupan daerah Kecamatan Sawahan, Ngetos dan Loceret, dengan luas area yang diteliti lebih dari 11000 ha. Pengambilan contoh tanah dilakukan dengan pendekatan pengelompokan berdasarkan lokasi, peta jenis tanah, peta tataguna lahan, peta topografi dan peta drainase. Dari tiap kelompok tanah, contoh tanah diambil secara sloping transek dengan kedalaman 30 cm. Adapun contoh pembanding diambil pada empat lokasi yaitu 2 dari lokasi hutan lindung, 1 dari teras kebun penduduk dan 1 dari lerengan bukit (hill slope) dengan ciri tertutup secara baik dengan tanaman rumput. Hasil inventori pembanding rerata adalah 281 Bq/m2, dan nilai ini digunakan untuk menghitung laju erosi rata-rata tahunan dari rentang waktu tahun 1963 sampai 2006. Estimasi laju erosi yang didapat bervariasi dari transek T1 sampai transek T28 yaituantara 2 sampai lebih dari 100 ton/ha/th, dan nilai SDR dari 17 % sampai 100 %.