Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efek Iradiasi Gamma dan Penyimpanan Dingin terhadap Total Mikroorganisme dan Daya Patah Kwetiau Bryan Raharja; Efendi Oulan Gustav Nata Buana; Harsojo Harsojo
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2018.14.1.4247

Abstract

Kadar air yang tinggi menyebabkan umur simpan kwetiau menjadi singkat. Hal ini menyebabkan banyaknya produsen yang menambahkan formalin pada kwetiau. Iradiasi gamma merupakan metode untuk memperpanjang umur simpan yang ekonomis serta tidak mengubah tekstur secara signifikan sehingga berpotensi diaplikasikan pada kwetiau. Pengujian dilakukan dengan iradiasi sampel menggunakan dosis 0, 2, dan 4 kGy dengan laju dosis 1 kGy per jam yang diikuti dengan penyimpanan dingin dengan memperhatikan perubahan ALT, total koliform, Salmonella spp., nilai D10, sensitivitas antibiotik serta daya putus kwetiau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi iradiasi gamma dengan penyimpanan dingin mampu menurunkan hingga 6,2 log CFU/g bakteri aerob dan 5,8 log CFU/g bakteri koliform pada dosis 4 kGy serta menurunkan hingga 4,9 log CFU/g bakteri aerob dan 4,6  log CFU/g bakteri koliform pada dosis 2 kGy. Bakteri Escherichia coli yang diisolasi memiliki nilai D10 sebesar 0,403 kGy yang sensitif terhadap amoxicillin dan tetracyclin serta memiliki sensitivitas intermediate terhadap sefoksitin. Iradiasi pada dosis 2 kGy meningkatkan nilai titik putus kwetiau. Pada penelitian tidak ditemukan Salmonella spp. pada sampel E dan semua sampel positif mengandung formalin.