Dalam penelitian ini, peneliti mengadakan observasi terhadap metode pengajaran yang diaplikasikan dalam mata kuliah Bahasa Mandarin II Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra. Data yang telah dikumpulkan meliputi: bahasa pengajaran, media pengajaran, teknik dan metode pengajaran, serta fokus pengajaran yang digunakan dalam kelas. Selain itu, peneliti juga membagikan kuesioner kepada para peserta didik untuk mengumpulkan data mengenai faktor internal peserta didik yang meliputi: waktu belajar bahasa mandarin, tingkatan kemampuan berbahasa Mandarin, cara belajar yang digunakan, serta kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam mempelajari Bahasa Mandarin. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode pengajaran yang digunakan dalam proses pengajaran dalam kelas memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Pertama, penggunaan kombinasi antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Mandarin sesuai untuk mahasiswa tahun pertama, namun penggunaan Bahasa Indonesia dalam kelas dinilai terlalu banyak. Kedua, pemilihan media visual sebagai materi pengajaran cukup sesuai dengan cara belajar peserta didik yang sebagian memilih belajar dengan melihat sebagai cara belajar paling efektif bagi mereka, namun penggunaan media visual sebagai satu-satunya media pengajaran akan menghambat proses belajar peserta didik lain. Ketiga, pengajar menggunakan 2 jenis metode pengajaran dalam kelas, yaitu: Grammar-Translation Method dan Situational Language Teaching. Penggunaan ketiga metode pengajaran tersebut memberikan dampak positif bagi proses belajar peserta didik. Namun di sisi lain, peserta didik mengalami kejenuhan dengan pemberian tugas yang terlalu banyak serta memberikan masukan kepada pengajar untuk menggunakan metode pengajaran yang lebih bervariasi, seperti misalnya menggunakan permainan. Keempat, dari segi fokus pengajaran, beberapa kesulitan yang dihadapi peserta didik dalam pengembangan keterampilan berbahasa dapat diatasi dengan metode dan teknik yang digunakan dalam proses pengajaran. Namun juga ada beberapa permasalahan lain dalam keterampilan berbicara dan membaca yang perlu lebih diperhatikan.