Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KONFLIK TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BUTON Anco Anco
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 7 No 2 (2016): Jurnal Manajemen Pendidikan Volume 7 Nomor 2 Desember 2016
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.562 KB) | DOI: 10.21009/jmp.v7i2.1854

Abstract

The object of this research is to obtain information about the effect of leadership and conflict on performance. It was quantitative research with survey method in Buton District Educational Officer. The research was conducted to all lecturer of The Buton District Educational Officer. by using a survey method with path analysis applied in testing hypothesis. There is 73 employees are used as a sample was selected by using Slovin formula. The research conlude: (1) There is a direct positive effect of leadership on performance. (2) There is a direct negative effect of conflict on performance. (3) There is a direct negative of leadership on conflict.
Optimaliasi Peningkatan Kompetensi Soft Skill Generasi Muda Rawamangun melalui Pelatihan Darwin Hartono; Anco Anco; Endy Grade Tampubolon
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 7 No 1 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v7i1.2979

Abstract

Survei Harvard Business Review (2023) mencatat bahwa hanya 30 persen dari mereka yang menyadari peran penting soft skill dalam dunia kerja. Sementara itu, data World Economic Forum (2022) menunjukkan bahwa 75 persen generasi muda lebih berfokus pada penguasaan hard skill dan cenderung mengabaikan pentingnya soft skill. Adapun kegiatan pelatihan optimalisasi soft skill ini pada generasi muda di Karang Taruna Kelurahan Rawamangun yang mayoritas terdiri dari usia sekolah dan kuliah. Kegiatan pelatihan ini dirancang dengan pendekatan yang interaktif dengan metode mencakup ceramah informatif, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, serta pemutaran video edukatif soft skill. Kegiatan dilaksanakan sebanyak 3x sesi pelatihan, dengan durasi pelatihan sebanyak 2 hingga 3 jam per pertemuan. Instrumen evaluasi yang digunakan adalah instrumen pre-test dan post-test. Hasil evaluasi pada kategori memahami soft skill, terjadi peningkatan dari yang semula hanya 7 orang atau 35 persen yang memahami soft skill menjadi 17 orang atau 85 persen. Pada kategori memanfaatkan soft skill juga mengalami peningkatan dari hanya 5 orang atau 25 persen menjadi 16 atau 80 persen. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan ini telah cukup mampu menyelesaikan masalah generasi muda Rawamangun.