Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Urban Floods Modelling and Two-Dimensional Shallow Water Model with Porosity Herman, Rudi
SMARTek Vol 4, No 4 (2006)
Publisher : SMARTek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.788 KB)

Abstract

Pola genangan memiliki dampak yang sangat besar pada wilayah perkotaan di daerah dataran sungai. Dalam memperhitungkan perubahan dan pengurangan debit akibat adanya bangunan dan konstruksi yang lain pada wilayah dataran sungai, penggunaan model aliran dangkal dengan celah merupakan suatu hal yang diutarakan. Untuk hal ini model sumber air yang khusus untuk mengekspresikan kehilangan energi dalam wilayah perkotaan diperlukan. Formula yang diusulkan adalah membandingkan data uji coba yang diperoleh dari saluran laboratorium pada skala yang disesuaikan dengan wilayah perkotaan. Pada tingkat akurasi yang sama, metode ini memperlihatkan penurunan yang signifikan dalam perhitungannya dibandingkan dengan menggunakan grid yang lebih kecil pada simulasi klasik.
THE CARTESIAN CUT-CELL METHOD IN TWO DIMENSIONAL FLOOD SIMULATION Herman, Rudi
MEKTEK Vol 9, No 1 (2007)
Publisher : MEKTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.165 KB)

Abstract

Two dimensional dynamic models have been increasingly used for river flood simulation. This commonly uses satellite remote sensor data, recorded on a rectangular (Raster) grid. There are many important features on a flood plain, such as hedges or buildings, which do not follow the grid lines. Irregular meshes can be used to follow these features, but converting raster data to this format involves a loss of detail. The Cartesian cut-cell (CC) method uses a rectangular mesh. The edges of irregular solid bodies are located precisely with sequences of vertex coordinates. Cut-cells, which lie on the edge, are given special treatment. This allows straightforward integration of grid and vector data, potentially within a GIS based framework. This paper introduces the semi permeable internal (SPIn) boundary cut-cell method. This allows the integration of permeable boundaries, such as hedges, into the model. To explore the impact of these features, a small scale river flood event, over a field featuring a hedgerow, is simulated
PENGARUH PILAR SEGITIGA DAN PILAR SETENGAH LINGKARAN TERHADAP KEDALAMAN GERUSAN Zukaenah, Khoriana; Herman, Rudi
Jurnal Sains dan Teknologi Tadulako Vol 10 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jstt.v10i2.700

Abstract

Pilar merupakan bagian dari struktur bawah jembatan yang senantiasa terdampak pada aliran sungai sehingga rentan terhadap gerusan sekitar pilar. Gerusan mengakibatkan pengikisan disekitar pilar. Adapun faktor yang mempengaruhi gerusan lokal pada pilar jembatan yaitu bentuk geometrik pilar, karakteristik aliran dan jenis sedimen. Penelitian bertujuan untuk mengetahui seberapa besar gerusan dan pola gerusan disekitar pilar segitiga dan pilar setengah lingkaran. Ukuran pilar yang digunakan adalah panjang 50 cm, lebar 10 cm dan tinggi 50 cm. Sedangkan untuk aliran menggunakan ketinggian muka air 4,5 cm dan 7,6 cm dengan debit aliran 10,376 liter/detik. Sedimen yang digunakan adalah pasir yang lolos saringan No. 10 dan tertahan saringan No. 20 dengan nilai d50 = 0,62 mm; untuk setiap kali percobaan dilakukan selama 120 menit. Hasil yang diperoleh dimana kedalaman gerusan maksimum pada pilar segitiga untuk tinggi muka air 4,5 cm adalah 3,3 cm, dan tinggi muka air 7,6 cm adalah 2.9 cm. Untuk pilar setengah lingkaran untuk ketinggian muka air 4,5 cm kedalaman gerusan maksimum sebesar 3 cm, dan untuk tinggi muka air 7,6 cm adalah 2.7 cm. Disimpulkan bahwa dengan debit yang sama, semakin rendah tinggi muka air maka semakin besar kedalaman gerusan yang terjadi. Pola gerusan yang terjadi pada pilar segitiga dan pilar setengah lingkaran akibat aliran yang berasal dari hulu dan terbentuk akibat perbedaan geometrik pilar.