Prevalensi DBD di Indonesia Juni 2024 dilaporkan sekitar 88.593 kasus dengan 621 kasus kematian di Indonesia. Tangerang merupakan salah satu kota dengan jumlah kasus DBD tertinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan DBD di RW 02 Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Banten Tahun 2024. Metode penelitian adalah analitik kuantitatif dengan desain cross sectional dan teknik quota sampling sebanyak 40 responden. Variabel dependen adalah perilaku pencegahan DBD dan variabel independen adalah pengetahuan dan sikap diukur menggunakan kuesioner. Hasil univariat terbanyak yaitu responden berperilaku baik sebanyak 24 (60%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 21 (52,5%), riwayat pendidikan SMA/kejuruan sebanyak 18 (45%), pekerjaan yaitu tidak bekerja/IRT sebanyak 21 (52,5%), memiliki pengetahuan tinggi sebanyak 28 (70%), dan memiliki sikap yang sama antara sikap baik dengan sikap kurang tentang perilaku pencegahan DBD sebanyak 20 (50%). Hasil uji bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan DBD di RW 02 Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur (p Value = 0,490) dan tidak ada hubungan antara sikap dengan perilaku pencegahan DBD di RW 02 Kelurahan Rempoa Kecamatan Ciputat Timur 2024 (p Value = 0,107).Kesimpulan dari penelitian yaitu tidak ada hubungan antara pengetahuan dan sikap responden terhadap perilaku pencegahan DBD di RW 02 Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Banten 2024. Saran bagi anggota keluarga diharapkan untuk tetap mengawasi anggota keluarga lain untuk menerapkan perilaku pencegahan DBD dan perlu adanya edukasi berkala bagi masyarakat agar meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pentingnya kebersihan lingkungan sehingga tercapai tingkat kesehatan yang lebih optimal.