Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CARBON TRADING ACCORDING TO INTERNATIONAL LAW AND ITS IMPLEMENTATION IN INDONESIA Sinta Wahyu Purnama Sari; Widya Krulinasari
Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25041/fiatjustisia.v9no2.624

Abstract

This research aims to describe the carbon trading according to international law and its implementation in Indonesia. It uses juridical-normative research methods. Climate change is one of the major environmental issues in the world, it causes an adverse effect to human life. Basically it comes from human activities. To follow up the issue, then countries try to solve it by taking an action to reduce the emissions. Through the first Earth Summit in Rio De Janeiro-Brazil in 1992, which produces the Convention on Climate Change (UNFCCC); one of the achievements of the UNFCCC is the Kyoto Protocol, wherein the Protocol contains two important things, namely the commitment of developed countries to reduce the rate of emissions compared to 1990, and the possibility of carbon trading mechanisms. Indonesia is one of the countries that have ratified both the UNFCCC through Law No. 6 of 1994, and the Kyoto Protocol through Law No. 17 of 2004. There are also some related regulations. However, of all existing laws, the government has not put out implementing regulations or instructions about carbon trading specifically. Keywords: Carbon Trading, International Law, Indonesia.
PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK YANG BEKERJA MEMBANTU ORANG TUANYA SEBAGAI NELAYAN MENURUT HUKUM INTERNASIONAL DAN IMPLEMENTASINYA DI INDONESIA Widya Krulinasari
Istinbath : Jurnal Hukum Vol 14 No 2 (2017): Istinbath Jurnal Hukum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.057 KB) | DOI: 10.32332/istinbath.v14i2.950

Abstract

Abstrak Perlindungan Terhadap Anak Yang Bekerja Membantu Orang Tuanya Sebagai Nelayan Menurut Hukum Internasional dan Implementasinya Di Indonesia Indonesia sebagai Negara kepulauan dan salah satunya didukung oleh jumlah nelayan menjadikan Indonesia sebagai egara kepulauan terbesar di dunia. Kondisi yang ada saat ini adalah kesejahteraan sosial yang memburuk di kalangan nelayan. Hal itu membuat tersendat-sendatnya pemenuhan kebutuhan pendidikan anak-anaknya merupakan salah satu faktor anak nelayan putus sekolah bekerja untuk membantu ekonomi keluarga. Permasalahan yang timbul adalah Bagaimana perlindungan terhadap anak yang bekerja membantu orang tuanya sebagai nelayan menurut hukum internasional dan implementasinya di Indonesia. Perlindungan terhadap anak yang bekerja membantu orang tuanya sebagai nelayan menurut Hukum Internasional diatur dalam Pasal 22 Deklarasi Hak Asasi Manusia Tahun 1948, Konvensi ILO No.138 yaitu batas umur dikatakan dewasa 15 tahun, dan dalam Pasal 28, Pasal 29, Pasal 31 (1) (2) dan Pasal 32 (1) Konvensi Hak Anak Tahun 1989. Sementara Implementasi Perlindungan terhadap anak yang bekerja membantu orang tuanya sebagai nelayan di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak Pasal 9, Pasal 11 dan Pasal 59 yang menyatakan bahwa yang disebut sebagai anak adalah orang yang berusia di bawah 18 tahun dan atau belum menikah. Selain itu pula pemerintah dan lembaga negara yaitu Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang memberikan perlindungan terhadap anak salah satunya adalah yang dikategorikan ke dalam bentuk buruh/ pekerja anak yaitu mancari ikan di lepas pantai seperti jermal. Yang dalam hal ini bisa disamakan dengan anak yang bekerja membantu orang tuanya sebagai nelayan. Kata Kunci : Pelindungan Anak, Hukum Internasional dan Implementasi