Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Aplikasi biochar sekam padi dan tepung cangkang kerang ale-ale untuk memperbaiki sifat kimia tanah sulfat masam Beny Setiawan; Khairil Khairil; Sarwendah Ratnawati Hermanto
Agrovigor Vol 14, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v14i1.8881

Abstract

Penggunaan lahan sulfat masam untuk budidaya kedelai memiliki beberapa permasalahan seperti rendahnya pH tanah dan fosfat tersedia. Upaya untuk mengatasi kemarginalan lahan sulfat masam adalah dengan penambahan biochar dan pengapuran. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)  yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu dosis biochar sekam padi dengan tiga taraf dosis (0, 5 % dan 10 %) dan faktor kedua yaitu dosis tepung cangkang kerang dengan tiga taraf dosis (0, 12,14 g/polybag dan 24,28 g/polybag). Parameter yang diamati yaitu perubahan beberapa sifat kimia tanah sulfat masam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi biochar sekam padi dosis 1200 g/polybag dan tepung cangkang kerang dosis 24,28 g/polybag dapat meningkatkan pH tanah sulfat masam dari 4,28 menjadi 5,83.
Penghambatan Pertumbuhan Gulma Sembung Rambat (Mikania micrantha) Oleh Bioherbisida Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia catappa) Jatsiyah, Venti; Hermanto, Sarwendah Ratnawati; Sari, Santi Purnama
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 2, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i2.4877

Abstract

 Sembung rambat umumnya tumbuh dominan pada areal kelapa sawit belum menghasilkan hingga dapat membelit atau menutupi tanaman budidaya. Penggunaan bioherbisida merupakan alternatif untuk pengendalian gulma yang tumbuh di tanaman budidaya, salah satu cara memacu pertumbuhan gulma yaitu dengan herbisida daun ketapang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun ketapang mampu menghambat pertumbuhan sembung rambat.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial yang terdiri dari 5 taraf perlakuan konsentrasi (0%;10%; 25%; 50%; 75%) dengan 5 kali ulangan sehingga diperoleh 25 satuan percobaan. Terhadap pertumbuhan gulma sembung rambat dengan parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun dan hari kematian. Hasil analisa dan pengamatan setelah aplikasi bioherbisida ekstrak daun ketapang menunjukkan bahwa ada pengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan hari kematian. Berdasarkan hasil analisa dan pengamatan konsentrasi 25%, 50% dan 75% berpengaruh nyata terhadap penghambatan pertumbuhan gulma sembung rambat dibandingkan tanpa pengaplikasian bioherbisida ekstrak daun ketapang. Konsentrasi efektif bioherbisida ekstrak daun ketapang adalah konsentrasi 50%.              Keywords : Sembung Rambat; Ketapang; Bioherbisida.
Sinergi Biochar Arang Sekam dan Kompos Kotoran Ayam dalam Remediasi Lahan Bekas Tambang Emas Citra, Yuliya; Setiawan, Beny; Hermanto, Sarwendah Ratnawati
Agrikultura Vol 36, No 3 (2025): Desember, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i3.63991

Abstract

Degradasi lahan wilayah pertambangan dapat menjadi permasalahan besar jika tidak dikelola dengan baik dan bisa menyebabkan perubahan kondisi alam, fisik, kimia, dan biologi tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh, dosis kombinasi terbaik serta interaksi pemberian biochar sekam padi dan kompos kotoran ayam terhadap sifat kimia tanah bekas tambang emas dalam percobaan inkubasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah biochar sekam padi (B), yang terdiri dari 3 taraf (B0: 0, B1: 300, B2: 400 g/polybag) dan faktor kedua adalah kompos kotoran ayam (K), yang terdiri dari 3 taraf (K0: 0, K1: 300, K2: 400 g/polybag). Apabila data yang didapat berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan biochar sekam padi berpengaruh nyata terhadap parameter pH tanah, N, P, K, C-organik dan Pb. Dosis terbaik perlakuan biochar sekam padi yakni 400 g/polybag. Perlakuan kompos kotoran ayam berpengaruh nyata dalam menaikkan nilai pH tanah, N, P, dan K serta berpengaruh tidak nyata terhadap parameter C-organik. Dosis terbaik perlakuan kompos kotoran ayam yakni 400 g/polybag. Terjadi interaksi yang berpengaruh nyata perlakuan biochar sekam padi dan dosis kompos kotoran ayam terhadap parameter pH tanah, N, P, K, dan Pb. Tidak terjadi interaksi perlakuan biochar sekam padi dan kompos kotoran ayam terhadap parameter C-organik. Dosis terbaik yakni 400 g/polybag biochar sekam padi + 400 g/polybag kompos kotoran ayam atau setara dengan 900 ton/ha.