Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KONSEP PENDIDIKAN HUMANIS DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM Muh. Idris
MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 38, No 2 (2014)
Publisher : State Islamic University North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/miqot.v38i2.101

Abstract

Abstrak: Tulisan ini mengkaji konsep pendidikan humanis dalam pengembangan pendidikan Islam. Dalam kancah pergulatan global dewasa ini kekhawatiran yang muncul adalah hancurnya rasa kemanusiaan dan terkikisnya semangat religius serta kaburnya nilai-nilai kemanusiaan. Globalisasi menjadikan dunia tampak lebih transparan dan terbuka, yang diibaratkan seperti kehidupan desa yang tidak mengenal jarak. Untuk mengantisipasi hal ini, diperlukan pendidikan humanis dalam pengembangan pendidikan Islam. Penulis berkesimpulan bahwa pendidikan humanis dalam bingkai pendidikan Islam, merupakan suatu sistem pemanusiaan manusia yang unik, mandiri, dan kreatif. Dengan kata lain, memandang manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan dengan potensi yang dimilikinya, dan membangun karakter dalam diri manusia yang menghargai martabat manusia sebagai makhluk yang paling sempurna.Abstract: The Concept of Humanistic Education in the Development of Islamic Education.This research examines the concept of humanistic education in the development of Islamic education. What is the main concern of today’s global struggle is the degrading humanity and diminishing the spirit of religiosity and human values. Globalization turns the world to be more transparent and widely open, which is akin to global village without limited by any boundary. To anticipate this situation, humanistic education is urgently required in Islamic education development. The author concludes that humanistic education in the framework of Islamic education is a unique, independent and creative system of humanizing human. In other words, it views humans as creature of God with all potentials, and construct human character that respect human dignity as being the perfect human creatures.Kata Kunci: pendidikan, humanis, Islam, globalisasi.
Pengaruh Kemampuan Penalaran Matematis, Kemampuan Berpikir Kritis, dan Kemampuan Berpikir Kreatif Terhadap Hasil Belajar Matematika Melalui Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VIII SMP Negeri Sekecamatan Duampanua Muh. Idris; Annas, Suwardi; Sanusi, Wahidah
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 4 No. 3 (2025): Matematika, IPA, dan Pembelajarannya
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v4i3.310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung kemampuan penalaran matematis, kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan berpikir kreatif terhadap hasil belajar matematika melalui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian expost facto. Desain penelitian ini menggunakan analisis jalur (path analysis). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SMP Negeri sekecamatan Duampanua yang terdiri dari 5 sekolah. Sampel ditentukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling yaitu, SMPN 2 Duampanua dan SMPN 5 Duampanua. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata: (1) kemampuan penalaran matematis siswa yaitu, 80,85. (2) kemampuan berpikir kritis siswa yaitu, 81,30. (3) kemampuan berpikir kreatif siswa yaitu, 81,93. (4) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yaitu, 79,02. (5) hasil belajar matematika siswa yaitu, 79,26. Sedangkan, hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh langsung kemampuan penalaran matematis, kemampuan berpikir kritis, kemampuan berpikir kreatif, dan kemampuan pemecahan masalah matematis yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri sekecamatan Duampanua; (2) terdapat pengaruh tidak langsung kemampuan penalaran matematis, kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan berpikir kreatif yang positif dan signifikan melalui kemampuan pemecahan masalah matematis terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri sekecamatan Duampanua; (3) seluruh pengaruh langsung lebih baik daripada seluruh pengaruh tidak langsung dalam penelitian ini.
Sistem Pakar Mendiagnosa Gizi Buruk pada Anak dengan Metode Dempster-Shafer Ismail Ismail; Yesika Syarif; Muh. Idris
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i1.9778

Abstract

Diagnostic of nutritional status and detection of malnutrition of children at an early stage is crucial in the process of children growth. However, parents often assume their child nutritional status without doctor or experts consult as well as many older people who have limited knowledge of nutrition issues. Malnutrition must immediately treated, because if its too late perform actions treatment can lead to the death. An expert system is a computer-based system that uses knowledge, facts and reasoning techniques to solve problems that typically can only be solved by an expert in a particular field. The use of this expert system will be easier when implemented into a web-based application, besides computers and the Internet are already widely held by most people, it also can be accessed through mobile device with the internet and mobile browser accessed anywhere and anytime. In this research the type of malnutrition that can be detected as many as three kinds using the Dempster-Shafer method with symptoms based on users input. This expert system is implemented using the PHP programming language integrated with the MySQL database. The test using a validation testing (black box testing) and testing the accuracy of expert systems. The result of the validation test is 100% which indicates that the functionality of the system can run well appropriate with the list of requirements. The result of the accuracy testing is 75% which indicates that the expert system can function reasonably well in according to the Dempster-Shafer methods.  
Aktualisasi Jejak Kepemimpinan Ali bin Abi Thalib Rahmat; Syukur, Syamzan; Muh. Idris
Rihlah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Vol 13 No 02 (2025): History and Culture
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rihlah.v13i02.61726

Abstract

This study is an effort to introduce the leadership of Ali bin Abi Talib through a     descriptive narrative and analytical disclosure, both the principles of leadership, the challenges in carrying out duties as a ruler, and the actualization of his leadership in a contemporary perspective. In order to elaborate on the leadership of this caliph, this study uses historical methods and approaches with an emphasis on modern historiography. The results of this study show All bin Abi Talib as the fourth caliph, the successor to the leadership of the Prophet Muhammad (peace be upon him), he is considered a figure who actualizes the temporal leadership of the Messenger of Allah based on the concepts of fatanah, siddiq, amanah, and tablik. This is evident in the principles of leadership that he implemented. In carrying out his duties as a leader, he faced very heavy challenges as a legacy from his predecessors. However, with the firmness of holding on to leadership principles in governance, he became a figure worthy of emulation in the contemporary era filled with turmoil.   Kajian ini adalah upaya memperkenalkan kepemimpinan Ali bin Abi Thalib melalui pengungkapan secara deskriptif naratif dan analitis, baik prinsip kepemimpinan, tantangan dalam menjalankan tugas sebagai penguasa maupun aktualisasi kepemimpinannya dalam perspektif kontemporer. Dalam rangka mengelaborasi kepemimpinan khalifah tersebut, kajian ini menggunakan metode dan pendekatan sejarah dengan penekanan historiografi modern. Dari hasil kajian ini menunjukkan Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah keempat, pengganti kepemimpinan Nabi Muhammad saw. beliau dianggap sosok yang mengaktualisasikan kepemimpinan temporal Rasulullah dengan berdasar pada konsep fatanah, siddiq, amanah dan tablik. Hal ini terlihat pada prinsip-prinsip kepemimpinan yang dijalankannya. Dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin beliau menghadapi tantangan yang amat berat sebagai warisan dari pendahulunya. Namun dengan keteguhan memegang prinsip kepemimpinan dalam menjalankan pemerintahan menjadikannya sosok yang patut ditiru pada era kontemporer yang penuh dengan pergolakan.
IMPLIKASI RESTRUKTURISASI ORGANISASI BIROKRASI TERHADAP KEAMANAN KERJA PEGAWAI SERTA KOMITMEN DAN KINERJA ORGANISASI PERANGKAT DAERAH Muh. Idris
Jurnal Borneo Administrator Vol. 3 No. 3 (2007)
Publisher : Pusjar SKPP Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24258/jba.v3i3.117

Abstract

heractilus once mentioned that nothing endures but change.