Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Transformasi Ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur Zhikry Fitrian
Jurnal Borneo Administrator Vol 14 No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1266.884 KB) | DOI: 10.24258/jba.v14i2.326

Abstract

East Kalimantan Provincial Regulation Number 7 Year 2014 concerning East Kalimantan Provincial Regional Plan (RPJMD) of 2013 – 2018 stipulates that the acceleration of economic transformastion is one of the East Kalimantan Province’s medium-term development strategies. The economic transformation is done to reduce the economic dependence of East Kalimantan Province on mining and quarrying sector by developing manufacturing sector of leading commodities. This study aims to find out whether the economic transformation in East Kalimantan Province has been implemented as proclaimed by East Kalimantan Provincial Government. Data analysis was conducted by calculating location quotient (LQ) index to find out which sectors are the economic base in East Kalimantan Province as well as shift-share analysis to identify whether economy structure transformation in East Kalimantan. LQ index calculation shows that mining and quarrying sector is the only base economic sector in East Kalimantan Province, while manufacturing sector has not become the economic base sector in East Kalimantan Province throughout 2010-2016. Meanwhile, result of the shift-share analysis shows that mining and quarrying sector remain the sector that sustains East Kalimantan Province economy throughout 2010-2016. Meanwhile the manufacturing sector still has slow economic growth and low competitiveness. This indicates that the economic transformation in East Kalimantan is still not running as proclaimed by the East Kalimantan Provincial Government. Keywords: economic transformation, manufacturing, mining and quarrying, location quotient, shift share. AbstrakPeraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 7 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2013-2018 menetapkan bahwa percepatan transformasi ekonomi merupakan salah satu strategi pembangunan jangka menengah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Transformasi ekonomi tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan perekonomian Provinsi Kalimantan Timur terhadap sektor pertambangan dan penggalian dengan cara meningkatkan sektor industri pengolahan komoditas unggulan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui apakah transformasi ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur telah berjalan sebagaimana dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Analisis data dilakukan dengan menghitung indeks location quotient (LQ) untuk mengetahuisektor yang menjadi basis ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur serta analisis shift share untuk mengetahuiperubahan struktur ekonomi Provinsi Kalimantan Timur. Perhitungan indeks LQ menunjukkan sektor pertambangan dan penggalian merupakan satu-satunya sektor basis di Provinsi Kalimantan Timur. Sedangkan sektor industri pengolahan belum menjadi sektor basis di Provinsi Kalimantan Timur pada periode 2010- 2016. Sementara itu, hasil analisis shift share menunjukkan sektor pertambangan dan penggalian merupakan sektor yang menopang perekonomian di Provinsi Kalimantan Timur sepanjang tahun 2010-2016. Sedangkan sektor industri pengolahan masih memiliki pertumbuhan ekonomi yang lamban dan berdaya saing rendah. Hal tersebut mengindikasikan bahwa transformasi ekonomi masih belum berjalan sesuai dengan yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Kata kunci: transformasi ekonomi, industri pengolahan, pertambangan dan penggalian, location quotient, shift share.
KAJIAN KUALITAS AIR LAUT DI PERAIRAN KOTA BONTANG PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Noor Wahyuningsih; Suharsono Suharsono; Zhikry Fitrian
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/jrp.v4i1.94

Abstract

Kualitas perairan sangat dipengaruhi oleh aktivitas yang terjadi di sekitar perairan tersebut. Aktivitas perairan yang semakin tinggi lambat laun akan mengakibatkan penurunan kualitas perairan baik secara fisik, kimia maupun biologi yang pada akhirnya akan menurunkan kualitas dan kuantitas sumberdaya pesisir dan laut. Kota Bontang sebagai salah satu daerah di Kalimantan Timur terkenal dengan hasil perikanannya berupa hasil laut dan hasil olahan perikanan, selain itu juga dikenal sebagai kota industri tentunya kegiatan pemantauan lingkungan melalui pengujian kualitas air harus dilakukan. secara teratur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui status kualitas air laut berdasarkan parameter fisik, kimia dan biologi di perairan Kota Bontang. Pengambilan sampel kualitas air dilakukan pada bulan November 2020 di 6 (enam) stasiun penelitian menggunakan botol niskin dan dianalisis di laboratorium Pusat Penelitian dan Standardisasi Industri Samarinda, kemudian hasilnya dibandingkan dengan baku mutu air laut untuk biota laut berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup. Nomor 51 Tahun 2004 Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter yang tidak sesuai dengan baku mutu meliputi parameter suhu, pH, Total Suspended Solid (TSS), Amonia, Nitrat, Timbal dan Total Coliform. Parameter yang melebihi baku mutu akan berdampak pada terganggunya fungsi ekologi ekosistem di perairan dan terjadinya penurunan kualitas air laut baik secara fisik, kimia maupun biologi yang berakibat pada penurunan daya guna, hasil guna, produktivitas, daya dukung dan daya tampung sumberdaya perairan sehingga pada akhirnya akan menurunkan kekayaan sumberdaya alam.