Bayu Mitra A. Kusuma
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SETENGAH DEKADE JURNAL MD: SAATNYA (RE)EKSPLORASI SELURUH POTENSI Bayu Mitra A. Kusuma
Jurnal MD Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan karunia-Nya sehingga Jurnal Manajemen Dakwah (Jurnal MD) Volume 5 Nomor 2 Tahun 2019 dapat diterbitkan. Edisi ini bertepatan dengan lima tahun atau setengah dekade perjalanan eksistensi Jurnal MD. Setengah dekade ini perlu diperingati sebagai alarm bahwa sudah saatnya Jurnal MD melakukan re(eksplorasi) seluruh potensi yang dimiliki untuk melangkah lebih baik. Perlu diketahui bahwa dalam lima tahun berkarya, bahtera Jurnal MD telah beberapa kali berganti nahkoda dan awak kapal. Di akhir tahun 2019 ini, Jurnal MD kembali mengalami transisi kepengurusan. Tim yang baru ini akan semakin kuat dengan bergabungnya beberapa reviewer dan editor baru baik dari luar maupun dalam negeri. Tentu bergabungnya mereka menjadi energi terbarukan untuk terus memperbaiki kinerja pengelolaan Jurnal MD. Edisi kesepuluh ini tersusun dari tujuh manuskrip karya penulis dari sepuluh perguruan tinggi yang dikaji secara integratif. Perlu kita ingat kembali bahwa pemikiran manajemen dakwah yang dianut oleh MD UIN Sunan Kalijaga bukanlah dakwah doktrinal semata, melainkan dakwah transformasional yang solutif dan memberikan sumbangsih pada perkembangan peradaban.
MEMPERKUAT PENDEKATAN INTERDISIPLINER DALAM KAJIAN MANAJEMEN DAKWAH Bayu Mitra A. Kusuma
Jurnal MD Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.661 KB)

Abstract

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan karunia-Nya sehingga Jurnal Manajemen Dakwah (Jurnal MD) Volume 4 Nomor 2 Tahun 2018 ini pada akhirnya dapat diterbitkan. Edisi ini tersusun dari tujuh manuskrip karya penulis dari berbagai institusi pendidikan tinggi yang dikaji secara interdisipliner. Tujuh manuskrip yang disajikan dalam edisi ini adalah sebuah ikhtiar untuk menganalisa dan mencari solusi atas problematika manajemen dakwah dari berbagai lintas disiplin. Kajian lintas disiplin akan menawarkan berbagai perspektif baru sebagai solusi alternatif. Dari situlah tim redaksi sekali lagi menegaskan harapan akan munculnya indigenous da’wah management yang mampu menjembatani keragaman dan memperkaya kemanusiaan atau bridging diversity, enriching humanity.
Quintuple Helix dan Model Desa Inovatif (Studi Kasus Inovasi Desa di Desa Panggungharjo, Yogyakarta): Quintuple Helix and Innovative Village Model (A Case Study of Village Innovation in Panggungharjo Village, Yogyakarta) Retnayu Prasetyanti; Bayu Mitra A. Kusuma
Jurnal Borneo Administrator Vol. 16 No. 3 (2020): Desember 2020
Publisher : Pusjar SKPP Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24258/jba.v16i3.719

Abstract

Innovation determines the future of village development. This qualitative case study presents an analysis of village governance best practices in economic, environmental, socio-cultural, and technological aspects. Unlike the majority of villages that duplicate innovation, Panggungharjo was able to develop a genuine innovation through the creation of a village-owned enterprise (BUMDes). This scientific paper concludes that participation and synergy among helixes/subsystems in the quintuple helix innovation model (government, industry, universities, civil society, and the natural environment) determine the success of continuing village innovation. In Panggungharjo village, there were 3 affecting factors in succeeding innovation, there were political and leadership capacity; process and bureaucratic capacity; and social and environmental capacity. The use of the top-down & bottom-up innovative village model was also crucial. As a lesson learned, this study formulated the stages of developing innovative villages. The figure of the village leader played a crucial role in the process of initiating innovation and optimizing the village bureaucracy politically and administratively. A set of development roadmap referring to the national priority of the village development program was fundamental. It is also urgent to maintain coordination among helixes so that village innovation can embrace the potential of the village and influence people's welfare. Keywords: Quintuple Helix, Innovation Model, Village Innovation, Village Development, Innovative Village Model Abstrak Inovasi menjadi penentu arah kemajuan desa. Studi kasus kualitatif instrumental ini menyajikan analisis best practice tata kelola inovasi desa pada aspek ekonomi, lingkungan, sosial-budaya, dan teknologi. Berbeda dengan sebagian besar desa yang melakukan duplikasi inovasi, Desa Panggungharjo mampu mengembangkan inovasi secara mandiri melalui pembentukan BUMDes, sebuah lembaga ekonomi-sosial desa. Artikel ini menunjukkan bahwa partisipasi dan sinergi antarsubsistem dalam model inovasi quintuple helix (pemerintah, industri, universitas, masyarakat sipil, dan lingkungan alami) menjadi penentu keberhasilan inovasi desa yang berkelanjutan. Terdapat tiga faktor penentu keberhasilan inovasi, mengacu pada istilah Kepala Desa Panggungharjo, didefinisikan sebagai tiga kapasitas (kompetensi) utama, yaitu; (1) kapasitas politik dan kepemimpinan; (2) kapasitas proses dan birokrasi; (3) kapasitas sosial dan lingkungan. Aspek penting lain yang perlu diperhatikan adalah penerapan model desa inovatif berbasis pendekatan top-down & bottom-up. Studi ini merumuskan tahapan pengembangan desa inovatif sebagai lesson learnt dari kesuksesan inovasi di Desa Panggungharjo. Sosok pemimpin desa memegang peran krusial terutama dalam proses inisiasi program inovasi dan optimalisasi birokrasi desa. Pemerintah desa dituntut untuk mampu menyusun roadmap perencanaan pembangunan desa sesuai arah kebijakan/program prioritas desa dalam lingkup nasional. Sebagai tindak lanjut, pengembangan inovasi harus didasarkan pada koordinasi dan penguatan jaringan kerja sama antar-helix sehingga dapat berimbas pada pemerataan kesejahteraan masyarakat. Kata Kunci: Quintuple Helix, Model Inovasi, Inovasi Desa, Pembangunan Desa, Model Desa Inovatif