Laely Mahmudah
MTs Maarif NU 1 Patikraja, Banyumas, Jawa Tengah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Soft Skill Kerja Sama Dan Pemahaman Konsep Peserta Didik Kelas VIII MTs Ma’arif NU 1 Patikraja Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Laely Mahmudah
THABIEA : JOURNAL OF NATURAL SCIENCE TEACHING Vol 2, No 1 (2019): THABIEA : JOURNAL OF NATURAL SCIENCE TEACHING
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thabiea.v2i1.5162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menerapkan model Problem Based Learning dalam Pembelajaran IPA Kelas VIII MTs Ma’arif NU 1 Patikraja dan (2) meningkatkan soft skill kerja sama dan pemahaman konsep peserta didik kelas VIII pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Prosedur meliputi dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian bertempat di MTs Ma’arif NU 1 Patikraja. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi, angket, dan tes (pre test post test). Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan model pembelajaran Problem Based Learning meliputi lima langkah, yaitu: mengorientasi peserta didik kepada masalah; mengorganisasikan peserta didik; membimbing penyelidikan individu dan kelompok; mengembangkan dan menyajikan hasil karya; dan menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. (2) hasil observasi selama proses pembelajaran, perbaikan dalam pembelajaran, dan hasil pre test post test menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan soft skill kerja sama dan pemahaman konsep peserta didik pada materi alat optik. (3) rata-rata hasil pre test post test peserta didik pada siklus I sebesar 66,52 dan pada siklus II sebesar 75,43. Peserta didik mengalami peningkatan ketuntasan belajar dari siklus I sebesar 39% menjadi 83% pada siklus II.