Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

إبتكارات معلم اللغة العربية فى تعليم مهارة الكلام M Arif Hakim; Ali Shodiqin
Arabia Vol 10, No 1 (2018): JURNAL ARABIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/arabia.v10i1.3590

Abstract

الملخصهذه المقالة نتيجة البحث الذي قام به المؤلف في مدرسة الثانوية الحكومية الواحدة قدس. يهدفالبحث لمعرفة: أولا ، كيفية تطبيقابتكارات معلم اللغة العربية فى تعليم مهارة الكلام فى الفصل السابع "أ" بالمدرسة الثانوية الحكومية الواحدة قدس. وثانيا، العوامل المؤيدة والعوامل العائقة من ابتكارات معلم اللغة العربية فى تعليم  مهارة الكلام فى الفصل السابع "أ" بالمدرسة الثانوية الحكومية الواحدة قدس. هذا النوع من الأبحاث هو دراسة ميدانية ويستخدم منهجًا نوعيًا. يتم جمع البيانات عن طريق الملاحظة والمقابلة والتوثيق. في حين أن تحليل البيانات عن طريق الحد من البيانات ، وتقديمه ثم خلص. تحليل اختبار صحة هو من خلال توسيع الملاحظة، وزيادة المثابرة، التثليث، باستخدام المصدر والمرجع، وبيان الأعضاء. نتائج هذ البحث مدرس اللغة العربية في المدرسة الثانوية الحكومية 1 قدس في تدريس مهارة الكلام تتراوح عدة طرق يستعملطرق التدريس المحاضرات والمناقشات، سمعية اللغة ، وصورة، إنشاء موجهه. ابتكاراثنين المعلم ليست نظرا من الطريقة فقط، ولكن أيضا دائما تنطوي الطلاب بنشاط في التعليم. المعلم تدعو الطلاب على طرح بنشاط والإجابة على الأسئلة. في تدريس معلم استخدام ا الوسائل التعليمية لمهارة الكلام يعني LCD، باور بوينت(PowerPoint) والصور عن المواد مناقشتهم.وأما العوامل الدافعة الدافعةإبتكار معلم اللغة العربية في تعليم مهارة كلام لدىالمعلم والطلاب هي عوامل داخلية وخارجية.كليمة المفتاح : ابتكاراتالتعليم، مهارة الكلامABSTRAKArtikel ini merupakan hasil penelitian yang penulis lakukan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kudus. Adapun tujuan penelitian ini adalah: pertama, bagaimana implementasi inovasi guru Bahasa Arab dalam mengajar keterampilan berbicara. Kedua, apa faktor pendukung dan faktor penghambat inovasi guru Bahasa Arab dalam mengajar keterampilan berbicara.Jenis penelitian adalah studi lapangan dan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya dengan cara mengurangi data, mempresentasikannya dan kemudian menyimpulkan. Analisis uji validitasnya adalah dengan memperpanjang pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, menggunakan sumber dan referensi, dan pernyataan anggota.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru Bahasa Arab MTs. N 1 Kudus dalam mengajarkan keterampilan berbicara menggunakan berbagai metode pengajaran seperti ceramah, diskusi, audio visual dan karangan terbimbing. Inovasi pembelajaran tidak hanya dilakukan pada metode pengajaran saja tetapi juga pada pelibatan keaktifan siswa pada proses pembelajaran dengan cara guru mendorong siswa untuk secara aktif bertanya dan menjawab pertanyaan. Selain itu, guru juga mengguna media pembelajaran untuk keterampilan berbicara seperti LCD, powerpoint dan gambar yang sesuai dengan materi yang dibahas. Sedangkan faktor pendukung dan penghambat pengajaran keterampilan berbicara bagi guru dan siswa itu ada faktor internal dan faktor eksternal.Kata kunci : Inovasi pembelajaran, keterampilan berbicara
Hubungan Kerukunan Antara Umat Beragama Dengan Pembentukan Perilaku Sosial Warga Perumahan PT Djarum Singocandi Kudus Umar Umar; M Arif Hakim
Jurnal Penelitian Vol 13, No 1 (2019): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v13i1.4898

Abstract

Bagi para penganutnya, agama berisikan ajaran-ajaran mengenai kebenaran tertinggi dan mutlak tentang eksistensi manusia dan petunjuk-petunjuk untuk selamat di dunia dan akhirat, yaitu sebagai manusia yang bertaqwa terhadap Tuhannya, beradab, dan manusiawi, yang berbeda dari cara-cara hidup hewan atau makhuluk lainnya.Agama sebagai sistem keyakinan dapat menjadi bagian dan inti dari sistem-sistem nilai yang ada dalam kebudayaan dari masyarakat yang bersangkutan dan menjadi pendorong atau penggerak serta pengontrol tindakan para anggota masyarakat tersebut untuk tetap berjalan sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan, pranata sosial masyarakat yang bersangkutan, maka nilai pranata sosial itu terwujud sebagai simbol suci dan maknanya bersumber pada ajaran-ajaran agamanya yang menjadi kerangka acuannya.Di sebuah negara yang pluralis dalam kehidupan agama seperti Indonesia ini, pemerintah tidak bisa tinggal diam, ikut sertanya pemerintah dalam urusan agama didukung oleh tiga macam motif. Pertama, motif historis, bahwa menurut sejarah, bangsa Indonesia dari zaman ke zaman urusan hidup beragama menjadi urusan pemerintah pusat. Kedua, ikut sertanya pemerintah dalam urusan agama dalam bentuk lembaga kenegaraan dimaksud juga untuk memenuhi keingginan golongan Islam yang merupakan mayoritas dan menurut keyakinan golongan ini agama tidak bisa dipisahkan dari negara. Ketiga, motif politik, pemerintah mempunyai jaminan yng kuat bahwa dengan ikut sertanya dalam masalah ini akan dapat diciptakan kerukunan dan keamanan nasional yang merupakan syarat mutlak untuk keberhasilan pembangunan bangsa dan negara.
Hubungan Kerukunan Antara Umat Beragama Dengan Pembentukan Perilaku Sosial Warga Perumahan PT Djarum Singocandi Kudus Umar Umar; M Arif Hakim
Jurnal Penelitian Vol 13, No 1 (2019): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v13i1.4898

Abstract

Bagi para penganutnya, agama berisikan ajaran-ajaran mengenai kebenaran tertinggi dan mutlak tentang eksistensi manusia dan petunjuk-petunjuk untuk selamat di dunia dan akhirat, yaitu sebagai manusia yang bertaqwa terhadap Tuhannya, beradab, dan manusiawi, yang berbeda dari cara-cara hidup hewan atau makhuluk lainnya.Agama sebagai sistem keyakinan dapat menjadi bagian dan inti dari sistem-sistem nilai yang ada dalam kebudayaan dari masyarakat yang bersangkutan dan menjadi pendorong atau penggerak serta pengontrol tindakan para anggota masyarakat tersebut untuk tetap berjalan sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan, pranata sosial masyarakat yang bersangkutan, maka nilai pranata sosial itu terwujud sebagai simbol suci dan maknanya bersumber pada ajaran-ajaran agamanya yang menjadi kerangka acuannya.Di sebuah negara yang pluralis dalam kehidupan agama seperti Indonesia ini, pemerintah tidak bisa tinggal diam, ikut sertanya pemerintah dalam urusan agama didukung oleh tiga macam motif. Pertama, motif historis, bahwa menurut sejarah, bangsa Indonesia dari zaman ke zaman urusan hidup beragama menjadi urusan pemerintah pusat. Kedua, ikut sertanya pemerintah dalam urusan agama dalam bentuk lembaga kenegaraan dimaksud juga untuk memenuhi keingginan golongan Islam yang merupakan mayoritas dan menurut keyakinan golongan ini agama tidak bisa dipisahkan dari negara. Ketiga, motif politik, pemerintah mempunyai jaminan yng kuat bahwa dengan ikut sertanya dalam masalah ini akan dapat diciptakan kerukunan dan keamanan nasional yang merupakan syarat mutlak untuk keberhasilan pembangunan bangsa dan negara.