Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

تطبيق اللعب اللغوي بطاقة الصدر في تعليم اللغة العربية لترقية مهارة الكتابة Umar Umar; Bahruddin Bahruddin
Arabia Vol 10, No 1 (2018): JURNAL ARABIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/arabia.v10i1.3594

Abstract

لا يريد الباحث من هذا البحث إلا الهدفين الاثنين: أولهما، لمعرفة تطبيق وسيلة اللعب اللغوي بطاقة الصدر فى تعليم اللغة العربية لترقية مهارة الكتابة؛ وثانهما، لمعرفة فعّالية استخدام وسيلة اللعب اللغوي بطاقة الصدر فى تعليم اللغة العربية لترقية مهارة الكتابة فى الفصل الثامن بالمدرسة مزرعة الهدى الإسلامية المتوسطة كارانج أيار دماك.  ومن ثم، كان نوع هذا البحث تجريبيا، وأمّا المدخل الذي استخدمه الباين فهو المدخل الكمّي الذي يركز على تحليل ومعالجة البيانات الرقمية مع الأساليب الإحصائية. تجمع الباحثة البيانات فى هذا البحث بطريقة الملاحظة والتوثيق والإختبار. وطريقة تحليل البيانات إختبار الصدق وإختبار الثبات، تحليل الافتراض التقليدي هو إختبار الاستواء وإختبار التجانس.ويجد الباحث نتائج هذا البحث التى سيذكرها ما يلي: أولا، أن تطبيق وسيلة اللعب اللغوي بطاقة الصدر فى تعليم اللغة العربية لترقية مهارة الكتابة المستخدمة موافق بالنظرية والخطوات المقررة؛ ثانيا، أن تطبيق وسيلة اللعب اللغوي بطاقة الصدر لترقية مهارة الكتابة فى الفصل الثامن فعّال. والدليل على ذلك أن النتائج المكتسبة من الطلاب بعد الإختبار اكبر من النتائج المكتسبة قبل الإختبار، وهي بمعدل قبل الإختبار 59،72 وبمعدل بعد الإختبار 71،77 . ودرجة الإختبار من Tالحساب 11،15 اكبر من Tالجدول من المستوى 1% 2،71 و5% 2،02. بذلك فإن فعّالية استخدام وسيلة لوحة فى تعليم اللغة العربية لترقية مهارة الكتابة مقبولة. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui penerapan media Kartu dada dalam pembelajaran bahasa Arab untuk meningkatkan keterampilan menulis, 2) Untuk mengetahui efektifitas penggunaan media kartu dada dalam pembelajaran bahasa Arab untuk meningkatkan keterampilan menulis di kelas 8 MTs Mazo’atul Huda Karanganyar Demak .Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dan pendekatannya yaitu pendekatan kuantitatif yang memusatkan pada analisis dan pengujian data angka menggunakan metode statistik (SPSS). Metode pengumpulan data dengan tehnik observasi, dokumentasi, dan tes. Dan metode analisis data yaitu uji validitas dan uji reliabilitas, analisis asumsi klasik yaitu uji normalitas dan uji homogenitas.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini 1) penerapan media kartu dada dalam pembelajaran bahasa arab untuk meningkatkan keterampilan menulis sudah sesuai dengan materi dalam buku pembelajaran di sekolah. 2) dan penerapan  kartu dada saku untuk meningkatkan keterampilan menulis di kelas 8 efektif. Dan berdasarkan bukti nilai dari siswa bahwa rata-rata nilai Posttest lebih tinggi dari rata-rata nilai Pretest yaitu rata-rata nilai Pretest 59,72 dan rata-rata nilai Posttest 71,77. Dan dari nilai tes yang dihitung dengan menggunakan rumus Ttest, t˳ mencapai nilai 11,15 yang artinya lebih tinggi dari nilai Ttabel dengan taraf signifikansi 1% 2,71 dan 5% 2,02. Maka efektifitas penggunan media kartu dada dalam pembelajaran Bahasa Arab untuk meningkatkan keterampilan menulis bisa diterima.
تعلم التراث الإسلامي والتعليم الوطني من خلال الثقافة umar umar
Arabia Vol 9, No 2 (2017): JURNAL ARABIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/arabia.v9i2.5892

Abstract

ملخصالتراث هو كل ما يأتي إلينا من الماضي في الحضارة التي هي المهيمنة، لذلك فإن المشكلة التي ورثت في وقت واحد المتلقي المشكلة موجودة بدرجات متفاوتة في حين أن التجديد هو إعادة تفسير التقليد وفقا لاحتياجات العصر، لأن القديم يسبق احدة جديدة. التجديد يعني تسخير الطاقة الكامنة في المجتمع والاستفادة المثلى لتحويل النظام الجديد الذي هو أكثر انسجاما مع الواقع المعاصر. إن إحياء الروح سيبدد كل ما يمكن أن يعيق التقدم والتقدم في المجتمع. التقليد يرتبط ارتباطا وثيقا بالثقافة، لأن التقاليد هي جزء من الثقافة. لن تنشأ ثقافة إلا بوجود الجمارك التي يقوم بها المجتمع من خلال أشياء مختلفة، واحدة منها من خلال التقليد. تحول التقليد والثقافة مع عدة أمور، منها: الرأسمالية، وازدهار الأزمات، والصراع بين الجماعات، والاندماج، والثقافات المتعددة.كلمة المفتاح : التراث، التعليم الوطني، الثقافة AbstrakTuros adalah semua yang datang kepada kita dari masa lalu di mana peradaban dominan, jadi masalah yang secara bersamaan mewarisi penerima masalah ada dalam berbagai tingkat sementara regenerasi adalah untuk menafsirkan ulang tradisi sesuai dengan kebutuhan zaman, karena yang lama mendahului yang baru. Hal ini berarti memanfaatkan potensi masyarakat dan mengoptimalkan transformasi sistem baru yang lebih sesuai dengan realitas kontemporer. Menghidupkan kembali semangat akan menghilangkan apapun yang dapat menghambat kemajuan dan kemajuan dalam masyarakat. Tradisi sangat erat kaitannya dengan budaya, karena tradisi merupakan bagian dari budaya. Budaya hanya akan muncul di hadapan adat istiadat yang dilakukan oleh masyarakat melalui berbagai hal, salah satunya melalui imitasi.Tradisi dan budaya telah berubah, antara lain oleh kapitalisme, kemakmuran krisis, konflik antar komunal, integrasi dan multikulturalisme. Kata kunci: turos, pendidikan kebangsaan, budaya
Hubungan Kerukunan Antara Umat Beragama Dengan Pembentukan Perilaku Sosial Warga Perumahan PT Djarum Singocandi Kudus Umar Umar; M Arif Hakim
Jurnal Penelitian Vol 13, No 1 (2019): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v13i1.4898

Abstract

Bagi para penganutnya, agama berisikan ajaran-ajaran mengenai kebenaran tertinggi dan mutlak tentang eksistensi manusia dan petunjuk-petunjuk untuk selamat di dunia dan akhirat, yaitu sebagai manusia yang bertaqwa terhadap Tuhannya, beradab, dan manusiawi, yang berbeda dari cara-cara hidup hewan atau makhuluk lainnya.Agama sebagai sistem keyakinan dapat menjadi bagian dan inti dari sistem-sistem nilai yang ada dalam kebudayaan dari masyarakat yang bersangkutan dan menjadi pendorong atau penggerak serta pengontrol tindakan para anggota masyarakat tersebut untuk tetap berjalan sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan, pranata sosial masyarakat yang bersangkutan, maka nilai pranata sosial itu terwujud sebagai simbol suci dan maknanya bersumber pada ajaran-ajaran agamanya yang menjadi kerangka acuannya.Di sebuah negara yang pluralis dalam kehidupan agama seperti Indonesia ini, pemerintah tidak bisa tinggal diam, ikut sertanya pemerintah dalam urusan agama didukung oleh tiga macam motif. Pertama, motif historis, bahwa menurut sejarah, bangsa Indonesia dari zaman ke zaman urusan hidup beragama menjadi urusan pemerintah pusat. Kedua, ikut sertanya pemerintah dalam urusan agama dalam bentuk lembaga kenegaraan dimaksud juga untuk memenuhi keingginan golongan Islam yang merupakan mayoritas dan menurut keyakinan golongan ini agama tidak bisa dipisahkan dari negara. Ketiga, motif politik, pemerintah mempunyai jaminan yng kuat bahwa dengan ikut sertanya dalam masalah ini akan dapat diciptakan kerukunan dan keamanan nasional yang merupakan syarat mutlak untuk keberhasilan pembangunan bangsa dan negara.
Hubungan Kerukunan Antara Umat Beragama Dengan Pembentukan Perilaku Sosial Warga Perumahan PT Djarum Singocandi Kudus Umar Umar; M Arif Hakim
Jurnal Penelitian Vol 13, No 1 (2019): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v13i1.4898

Abstract

Bagi para penganutnya, agama berisikan ajaran-ajaran mengenai kebenaran tertinggi dan mutlak tentang eksistensi manusia dan petunjuk-petunjuk untuk selamat di dunia dan akhirat, yaitu sebagai manusia yang bertaqwa terhadap Tuhannya, beradab, dan manusiawi, yang berbeda dari cara-cara hidup hewan atau makhuluk lainnya.Agama sebagai sistem keyakinan dapat menjadi bagian dan inti dari sistem-sistem nilai yang ada dalam kebudayaan dari masyarakat yang bersangkutan dan menjadi pendorong atau penggerak serta pengontrol tindakan para anggota masyarakat tersebut untuk tetap berjalan sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan, pranata sosial masyarakat yang bersangkutan, maka nilai pranata sosial itu terwujud sebagai simbol suci dan maknanya bersumber pada ajaran-ajaran agamanya yang menjadi kerangka acuannya.Di sebuah negara yang pluralis dalam kehidupan agama seperti Indonesia ini, pemerintah tidak bisa tinggal diam, ikut sertanya pemerintah dalam urusan agama didukung oleh tiga macam motif. Pertama, motif historis, bahwa menurut sejarah, bangsa Indonesia dari zaman ke zaman urusan hidup beragama menjadi urusan pemerintah pusat. Kedua, ikut sertanya pemerintah dalam urusan agama dalam bentuk lembaga kenegaraan dimaksud juga untuk memenuhi keingginan golongan Islam yang merupakan mayoritas dan menurut keyakinan golongan ini agama tidak bisa dipisahkan dari negara. Ketiga, motif politik, pemerintah mempunyai jaminan yng kuat bahwa dengan ikut sertanya dalam masalah ini akan dapat diciptakan kerukunan dan keamanan nasional yang merupakan syarat mutlak untuk keberhasilan pembangunan bangsa dan negara.