Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Program Arabic Club dalam Meningkatkan Komunikasi-Produktif Bahasa Arab Santri MTs Qudsiyah Putri Ihsan Ihsan
Arabia Vol 12, No 1 (2020): JURNAL ARABIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/arabia.v12i1.7460

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam penguasaan komunikasi-poduktif bahasa Arab melalui program Arabic Club. Disamping itu juga untuk mengetahui penerapan program Arabic Club serta faktor perdukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini peneliti sebagai human instrument berfungsi untuk menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, meneliti kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan. Hasil yang di dapat dari penelitian ini adalah sebagai berikut; 1) adanya peningkatan kemampuan komunikasi-produktif bahasa siswa pada pembelajaran bahasa Arab. Kemampuan ini muncul sebab siswa merasa percaya diri dan termotivasi untuk belajar bahasa Arab di kelas formal setelah mengikuti program Arabic Club, 2) program ini dilaksanakan dengan prinsip belajar yang mudah dan menyenangkan tetapi tetap mengutamankan tujuan pembelajaran atau bisa disebut pembelajaran yang efektif, 3) faktor pendukung bersifat internal dari siswa dan ekternal, sedang penghambat yang ditemukan bersifat eksternal siswa.
Membentuk Karakter Religius Anak Usia Dini Melalui Guru Laki-laki (Studi Kasus di Kelas Sifir Madrasah Qudsiyyah Kudus) Ihsan Ihsan
ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 8, No 1 (2020): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v8i1.7325

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Karakter religius santri sifir madrasah Qudsiyyah kudus, yang merupakan bagian dari pendidikan anak usia dini, dengan mengangkat beberapa permasalahan diantaranya bagaimana model kurikulum yang diterapkan di lembaga ini serta implementasi pembelajarannya, strategi yang dilakukan oleh guru laki laki dalam membentuk karakter dalam diri santri sifir, kemudian bagaimana karakter religius yang merupakan perilaku khas para santri sifir. Kajian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan metode penelitian kualitatif, data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis dan disimpulkan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa model kurikulum yang diterapkan merupakan hasil kombinasi antara kurikulum RA kemenag dan kurukulum lokal madrasah yang. menonjolkan nilai-nilai keislaman, strategi yang dilakukan adalah dengan keteladanan, suasana religious, internalisasi nilai religi dan pembiasaan, karakter religious yang muncul diklasifikasikan menjadi tiga bagian yaitu dari segi akidah, syariah, dan akhlaq.
THE POLITICS OF HALAL LABEL: BETWEEN ECONOMIC PIETY AND RELIGIOUS AMBIGUITY Mokhamad Zainal Anwar; Yuyun Sunesti; Ihsan Ihsan
Al-A'raf : Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/ajpif.v17i1.1803

Abstract

The use of the ‘halal’ label was expanded. Label, which is originally shown on food and beverage products only, but currently also shown on non-food and beverage products, such as tissue, pan, and refrigerator. It is a phenomenon of halalization; an expansion of halal label for the product consumed by the Muslim community. Based on the qualitative method, the results of this study show that the Millennial Muslim generation’s understanding of halal is varying and affected by varying sources of knowledge and internet use. Knowledge source was no longer lies on Kiai/Ustadz only, but also on searching engine available in cyberspace. Social media and the internet also become media used by millennial Muslim generation to search for information on the product’s rightfulness. Millennial Muslim generation just wants to use a product with a halal label, and an affordable price. If it is unaffordable, they will choose other affordable products volitionally despite no halal label. The contestation in selecting and non-selecting the halal label shows the existence of interests and authority for millennial Muslim generation. This what is called the politics of the halal label.
KIAI AS AL-QUDWAH AL-KHASANAH: THE ROLE OF KIAI IN SHAPING RELIGIOUS CULTURE IN ISLAMIC EDUCATION INSTITUTION Ihsan Ihsan; A. Umar
Al-A'raf : Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat Vol. 17 No. 2 (2020)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/ajpif.v17i2.2995

Abstract

This study aims to describe the role of kyai in creating the religious culture of the santri. How the socialization patterns that exist in an educational institution especially pesantren (Islamic boarding school) can shape the religious culture of the santri, is the main concern of this study. Madrasah Qudsiyyah, one of the Islamic education institutions based on pesantren in Kudus Regency, Central Java, is the object of this study. With a qualitative approach, the data were collected through participant observation and in-depth interviews. They were then analyzed using the theoretical framework of the sociology of knowledge of Peter L. Berger and Thomas Luckman. The results of this study revealed that kyai (including ustadz) has a central role in shaping the character and religious culture of the santri. Kyai, apart from being an educator, also acts as a guide, uswah hasanah, and guide of the santri. With this role, kyai becomes a kind of role model for santri in terms of the spiritual, moral, intellectual, and social life. From a long time daily interaction process between kyai and santri in the pesantren, finally it becomes habitus in shaping the mindset, character, and religious culture of the santri.