This Author published in this journals
All Journal PALASTREN
Anita Rahmawati
STAIN Kudus

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HARMONI DALAM KELUARGA PEREMPUAN KARIR : UPAYA MEWUJUDKAN KESETARAAN DAN KEADILAN GENDER DALAM KELUARGA Anita Rahmawati
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 8, No 1 (2015): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v8i1.932

Abstract

Penelitian ini berusaha untuk menjelaskan hubungan gender dalam karir keluarga. Masalah yang sering timbu ldalam keluarga karir ganda adalah ideologi gender dalammasyarakat, khususnya yang terkait dengan stereotipgender dalam kerja dan distribusi jender tenaga kerja.Oleh karena itu, hubungan gender dalam karir keluarga yang dapat dibangun melalui kemitraan gender adalahpersamaan dan keadilan antara suami dan istri, dan anakanak,baik laki-laki dan perempuan dalam melakukansemua fungsi keluarga melalui pembagian peran dantenaga kerja, baik dalam masyarakat, wilayah domestikdan sosial. Melalui kemitraan dan hubungan gender yangharmonis dalam keluarga, mereka dapat merealisasikan kesejahteraan keluarga dan kesetaraan gender.Kata kunci:  Relasi Gender, Keluarga, Perempuan, Karir.
PERLINDUNGAN HUKUM ATAS KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN : KRITISISME ATAS UU NO. 23 TAHUN 2004 TENTANG KDRT Anita Rahmawati
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 7, No 1 (2014): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v7i1.999

Abstract

Baru-baru ini, kasus kekerasan dalam rumah tangga(KDRT) meningkat. Jumlah kasus yang terungkap tidak sebanyak kasus yang sebenarnya terjadi, karena kasus inimasih dianggap sebagai urusan rumah tangga yang tidaklayak untuk diketahui oleh publik. Budaya patriarkimenjadi salah satu kendala bagi korban, sebagian besar dari mereka adalah perempuan, melaporkan kekerasan yang mereka alami ke polisi untuk mendapatkanperlindungan hukum tidak membantu penyelesaianmasalah yang dialami perempuan ini. Selain itu, aparathukum dianggap tidak peka terhadap gender dalampenanganan kekerasan kasus di rumah. Undang-UndangNomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasandalam Rumah Tangga diharapkan mampu meningkatanperlindungan hukum bagi perempuan dan anak-anaksebagai korban kekerasan dalam rumah tangga. Makalah ini disajikan kekerasan terkait gender dalam UU Nomor 23 Tahun 2004kata kunci: Kekerasan berbasis gender, kekerasan domestik, UU No 23 Tahun 2004 The violence case in household is increasing recently.The number of cases caught is not as many as the oneactually occurs, because the case is still considered as thehousehold affair that does not deserve to be known bypublic. Patriarchy culture becomes one of obstacles forthe victim, most of them are women, to report violencethey experience to the police due to a great number of lawdo not help the women remaining, and the law apparatusnot sensitive to the gender in handling violence case inhouse-hold. Prevailing Undang-Undang Number 23 Year2004 about Violence Abolition in Household is expectedto present the increase of law protection for the womenand the children as the victims of violence in household.This paper presented the gender-related violence in UU Number 23 Year 2004 perspective.Keywords: Gender-related Violence; Domestic Violence; UU No. 23 tahun 2004