M. Falikul Isbah
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perempuan dan Ekonomi Digital: Peluang Kewirausahaan Baru dan Negosiasi Peran berbasis Gender Anisa Nurcahyani; M. Falikul Isbah
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 13, No 1 (2020): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i1.6382

Abstract

Artikel ini mendiskusikan bagaimana para perempuan pengusaha memanfaatkan media digital sebagai peluang kewirausahaan baru, serta bagaimana mereka menegosiasikan aktifitas ekonomi tersebut dengan peran mereka sebagai istri dan ibu. Berdasarkan riset lapangan di Yogyakarta dengan menggabungkan metode observasi daring atas beberapa akun Instagram milik perempuan pengusaha dan wawancara langsung dengan mereka, riset ini menemukan bahwa ekonomi digital telah menjadi peluang kewirausahaan baru bagi para perempuan pengusaha untuk menjangkau pasar yang lebih luas tanpa mengabaikan peran mereka sebagai istri/ibu. Namun mereka dituntut untuk terus berinovasi dan memahami trend pasar yang terus berubah serta selalu meningkatkan penguasaan teknologi demi hasil yang maksimal. Pada saat yang sama, mereka juga harus mampu menegosiasikan peran domestik dan publik mereka dengan suami. Riset ini menemukan bahwa negosiasi yang berhasil umumnya bertumpu pada kesepakatan dengan suami dalam mengelola waktu, tetap menempatkan keluarga sebagai prioritas, dan memposisikan suami sebagai mitra kerja. Berdasarkan temuan ini, penulis berargumen bahwa ekonomi digital menyediakan peluang kewirausahaan baru yang memungkinkan kaum perempuan berperan di ranah domestik dan publik secara neogotiable dan fluid (cair atau lentur). 
Pesantren in the Changing Indonesian Context: History and Current Developments M. Falikul Isbah
QIJIS Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/qijis.v8i1.5629

Abstract

This article discusses the history of pesantren as an educational institution in the changing Indonesian context, and provides a snapshot on their current development and enrolment trends. It aims to provide an updated comprehension on Indonesian pesantren, which is an important aspect in understanding the contemporary development of Islam in Indonesia. The data presented here is based on systematic review of existing literature and policy documents, interviews with key policy makers, and observation in some pesantren. I argue that Indonesian pesantren have continued to grow over different historical periods due to their adaptability in the changing contexts. Such adaptability is seen in their adoption of modern schooling system, their incorporation of non-religious subjects into their curricula, as well as their dynamic integration into the national education system.