Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAJIAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN AGAMA Masfifah Masfifah
QUALITY Vol 6, No 2 (2018): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v6i2.3443

Abstract

Manajemen pendidikan merupakan lingkungan manajemen terbuka untuk lingkungannya. Dinamikanya memungkinkannya untuk mengatasi perubahan lingkungan dan mencoba untuk menyelaraskan dan menyeimbangkan kebutuhan  masyarakat di tempat mereka tinggal. Manajemen pendidikan seharusnya peduli dalam menghadapi globalisasi, dan dengan demikian perlu memperbarui metode dan mengatur kepemimpinannya dari perspektif Islam untuk dapat mengikuti perkembangan global dalam konteks globalisasi. Tujuan penulisan makalah ini adalah (1) Untuk mengetahui faktor-faktor perlunya manajemen pendidikan Islam. (2) Menganalisis manajemen pendidikan berdasarkan perspektif Islam yang dapat diimplementasikan di lingkungan kantor Kementerian Agama. Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini adalah studi pustaka Pembahasan dengan cara analisis deskriptif yang menggambarkan perbandingan fakta dengan teori dan hasil-hasil penelitian terdahulu. Simpulan karya tulis ini adalah: (1) Manajemen pendidikan diperlukan dalam kerangka membentuk kepribadian muslim yang tangguh dan berakhlak mulia sesuai dengan contoh yang diberikan oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. (2) Manajemen pendidikan berdasarkan perspektif Islam yang dapat diimplementasikan di lingkungan kantor Kementerian Agama adalah juga bertujuan untuk membentuk kepribadian muslim yang kuat (jismiyah), berkarakter mulia (akhlaqiyah), berakal dan berpikiran luas (fikriyah), serta terampil (maslakiyah) sesuai dengan al Qur’an dan Sunnah (Hadist) sebagai pedoman utama manusia dalam mengarungi kehidupan
Pengembangan Spiritualitas dalam Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Gender dalam Perspektif Islam masfifah masfifah
Muwazah Vol 10 No 1 (2018)
Publisher : UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/muwazah.v10i1.1289

Abstract

paper ini membahas tentang pengembangan spritualitas dalam pendidikan dan pelatihan berbasis gender dalam perspektif Islam. Pembahasan meliputi pemahaman terhadap wacana kesetaraan gender dalam perspektif Islam, dan pengembangan spiritualitas dalam pendidikan dan pelatihan berbasis gender dalam Islam. Kesimpulan dalam kajian ini menunjukan bahwa eksistensi kaum perempuan dalam perspektif Islam adalah sejajar dan setara dengan kaum laki-laki dalam hal persaudaraan, kasih sayang, tolong menolong dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi dan kegiatan politik. Namun karena struktur dan sifat fisik serta biologis antara laki-laki dan perempuan adalah berbeda maka fungsinyapun tentu juga berbeda secara kodrati. Oleh karena itu sangat tidak adil apabila dalam semua bidang kehidupan, perempuan harus dipersamakan dengan laki-laki dan atau sebaliknya. Dalam pendidikan dan pelatihan, sikap spiritual dapat diintegrasikan dalam setiap tema atau konsep yang akan dipelajari bersama peserta pendidikan dan pelatihan. Materi pendidikan dan pelatihan yang berupa teori, konsep, fakta, dan temuan penelitian dikaitkan dengan kitab suci (al-Qur’an) dan al-Hadist agar dapat menimbulkan kesadaran bahwa ada zat yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa atas segala sesuatu sehingga pada akhirnya akan menumbuhkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
EVALUASI PEMAHAMAN KOGNITIF DIKLAT KEPALA TATA USAHA MADRASAH DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN SEAMARANG Masfifah Masfifah
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v9n1.p1740-1744

Abstract

Semarang Religious Education and Training Center is an institution that serves to educate prospective civil servants or State Civil Apparatuses. Types of education are many kinds, but what the authors mean is the Madrasah Administration Head Training, Seoarang PNS in ASN Management material, which is derived from PP 11 of 2017 said that a PNS at least in one year must have a minimum of 20 hours of Education Training certificate. The author makes and studies more in Madrasa Administration Training, because based on the Pre test result data guided by the homeroom teacher (widyaiswara) and the organizing committee, the results are not in line with the expectations of the Semarang Religious Education Center. The test post is the final destination after participants take part in KTI learning so that the implementation of the education program knows the results of the study, the test post is carried out after the participant receives the learning material in accordance with the curriculum and syllabus. The results of the pre-test and post-test we processed the data through quantitative and descriptive statistical methods, resulting in the finding that participants of the Madrasah Administration Head of Education for the following year had to take part in the training again because it was not in line with the expectations of the Semarang Religious Education Center. The final result is in accordance with the statistical data processing and the writer describes one class of 35 participants, the pre test average score is 59, the results of the post test score 68.